-->

WASPADAI PENGIKISAN AKAR ZAITUN DI PALESTINA


Oleh : Ummu Qithath
(Ibu Peduli Umat)

Eksistensi zaitun terancam! Jelang panen buah zaitun, buldoser militer Israel secara tiba-tiba meratakan sekitar 31 dunam (31 ribu meter persegi) lahan milik petani Palestina di kota Beit Rima, barat laut Ramallah, pekan lalu (www.cnnindonesia.com, Senin 28 September 2026) (1). 

Sudah terjadi sekitar 200 serangan sejak awal musim panen zaitun di 2026 ini oleh penduduk penjajah Israel dan didukung IDF. Serangan ini menimbulkan 1 orang Palestina tewas, lebih dari 120 orang Palestina terluka, dan lebih dari 2500 pohon zaitun dirusak (www.aljazeera.com, Sabtu 17 Oktober 2026) (2).

Saat itu jurnalis, aktivis serta politikus dalam dan luar negeri juga mendapatkan serangan. Marco Rubio (sekretaris luar negeri AS) dan Mike Huckabee (duta besar AS untuk Israel) menyatakan kekhawatiran atas peristiwa penyerangan jurnalis AS dan diplomat Eropa dan meminta Israel menyelidikinya. European Union mengecam keras serangan terhadap para diplomatnya dan para petani zaitun. Tapi hanya berani mengecam tanpa tindakan pembelaan yang nyata (www.economictime.com, Minggu 18 Oktober 2026) (3).

Pohon zaitun adalah simbol identitas lokal Palestina. Hubungannya sangat erat dan mendalam dengan penduduk Palestina karena pohon zaitun sudah tumbuh di tanah mereka sudah bertahun-tahun. Ada 90.000 lebih keluarga Palestina bergantung secara ekonomi terhadap pertanian zaitun dan termasuk sektor yang menyumbang 8 persen dari PDB. Pertanian zaitun telah lama diserang dan ekskalasinya meningkat pada saat musim panen setiap kali bulan Oktober dan November.

Anarkisme Israel terhadap Perkebunan zaitun ini bertujuan untuk merusak kondisi ekonomi dan akar budaya rakyat Palestina. Ini untuk memaksa mereka untuk pergi dari tanah Palestina. Sedangkan penyerangan terhadap jurnalis dan aktivis di sana agar mereka berhenti membersamai petani Palestina saat panen dan supaya mereka tidak mengekspos kekejaman Israel tidak kepada dunia. Kecaman yang ditunjukkan AS pada peristiwa ini hanya karena ada penyerangan yang terjadi pada warga negara AS dan para diplomat EU, tapi tidak memunculkan Tindakan lanjutan apapun. Kebrutalan Israel terhadap Palestina telah banyak mengundang kebencian warga dunia, tapi tetap saja tidak ada perubahan berarti terkait kondisi Palestina. Para penguasa muslim, terutama negara-negara Arab hanya membisu, bahkan menjadi kaki tangan Israel dan AS. Ini wajah keji imperialisme sekuler kapitalisme karena ikatan nasionalisme dalam belenggu nation state yang membuat mereka kehilangan Nurani dan semakin tenggelam dalam penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati).

Penting melihat solusi Islam sebagai sebuah sistem yang solutif, karena berasal dari Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui aturan yang terbaik untuk hamba-Nya. Persatuan umat Islam di bawah payung Khilafah itu penting, sesuai ajaran Nabi Muhammad saat beliau hijrah ke Madinah mendirikan Daulah (negara) Islam; yang berfungsi melindungi Islam dan kaum Muslimin (sebagai sarana pemersatu umat Islam agar tidak mudah diadu domba seperti saat ini). Tanpa Khilafah, aturan Islam tak dapat diterapkan secara sempurna sesuai tuntutan keimanan; dan karena Khilafah sebagai “Tajrul Furud” (Mahkota kewajiban; di mana tanpa Khilafah, aturan Islam tidak akan bisa maksimal penerapannya). Khilafah juga akan memaksimalkan peran negara untuk melayani rakyat tanpa pamrih. Sarana praktis penerap Islam kafah berupa Khilafah ini mengacu pada petunjuk dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Baqarah ayat 208 : 
“Wahai orang-orang beriman, masuklah Islam secara keseluruhan dan jangan ikuti langkah-langkah setan. Karena ia musuh nyata bagimu..”

Tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin dan memiliki posisi istimewa dalam Islam yang harus dipertahankan. Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah, yang didapatkan karena futuhat (penaklukan wilayah) di Palestina, yang statusnya selamanya milik umat Islam sampai kiamat kelak. Maka wajib hukumnya umat Islam mempertahankan tanah yang menjadi miliknya ini. Kewajibann ini bukan hanya kewajiban umat Islam di Palestina saja, tapi seruannya umum untuk umat Islam di seluruh dunia.

Kondisi Palestina saat ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak bisa menggantungkan nasibnya pada pembelaan siapapun kecuali pada dirinya sendiri. Caranya dengan memperjuangkan hadirnya kesatuan umat dalam wadah institusi pemerintahan khas Islam Khilafah yang berpegang teguh pada Al Quran dan As Sunnah. Inilah satu-satunya cara praktis untuk menghentikan kezaliman Israel, AS, dan sekutu-sekutunya; dengan mengirimkan tentara-tentara kaum muslimin di bawah kepemimpinan Khilafah. Maka perjuangan penegakan Khilafah menjadi kewajiban utama umat Islam yang tak bisa ditunda lagi, sehingga dakwah yang diserukan di tengah mereka adalah dakwah yang menyeru penegakan Islam kafah dalam naungan Khilafah; dengan metode dakwahnya wajib sesuai Thoriqah (metode) dakwah Rasulullah saw.


Wallahualam Bisawab


Catatan Kaki :
(1) https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260928052613-120-1408855/jelang-panen-ratusan-pohon-zaitun-petani-palestina-dibuldoser-israel.
(2) https://www.aljazeera.com/amp/news/2026/10/16/palestinians-us-journalist-attacked-in-west-bank-pogrom-what-we-know
(3) https://m.economictimes.com/news/international/world-news/marco-rubio-calls-on-israel-to-curb-settler-attacks-after-us-journalist-assaulted/articleshow/135023667.cms