-->

Zaitun, dan Pembebasan Palestina


Oleh : Anastasia, S.Pd. 

Palestina, tanah yang diberkahi. Setiap tetesan kisahnya menjadi cerita sejarah yang patut dicontoh untuk setiap generasi. Negeri, dengan seribu kisah perjuangan para nabi, hingga kini perjuangan mereka tidak pernah sepi, senantiasa bergemuruh membangunkan jiwa-jiwa manusia yang haus akan berperang di jalan Allah. Bukan sekadar, manusianya saja yang memberi simbol perjuangan, akan tetapi di tanah tersebut tumbuh sebuah pohon zaitun, yaitu tumbuhan yang diberkahi oleh Allah Saw. Zaitun merupakan tumbuhan yang tidak akan pernah dipisahkan dari sejarah rakyat Palestina. Pohon zaitun adalah nenek moyang, warisan dari para leluhur penduduk Pelastina. Pohon ini telah tumbuh dan, hidup bersama para nabi yang Allah telah utus di tanah Palestina, menjadi saksi bahwa pemilik tanah itu adalah orang Palestina. Karena telah tumbuh sekitar 6000 tahun yang lalu. 
Satu pohon zaitun, dapat mencapai panen produktif apabila usia tumbuhan tersebut mencapai puluhan tahun. 

Sehingga, zaitun adalah warisan turun-temurun, sebuah relasi manusia dan tumbuhan yang telah memberikan sebuah kehidupan, bukan sekedar ekonomi akan tetapi kenangan yang telah mengikat antar generasi. 
Apabila zaitun ditembang, kita akan membayangkan sebuah kenangan hidup itu akan tercabut, menghilangkan tradisi sejarah umat Islam di Palestina. Karena, fakta keduanya adalah akar sejarah yang tidak mungkin dipisahkan. 

Keistimewaan zaitun telah Allah Swt sampaikan melalui fitman-Nya dalam Al-Qur'an yaitu, 

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.” (QS. An-Nur: 35)

Pohon zaitun, adalah identitas yang sangat melekat dengan rakyat Palestina, Pohon ini pun merupakan sumber kehidupan bagi para petani, karena memiliki manfaat yang besar, yaitu minyak zaitun memiliki nilai ekonomi yang besar. 
Untuk alasan itulah, Israel berusaha untuk terus melakukan aksi-aksi membakar pohon zaitun. 

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam laporan 15 Oktober 2026, mencatat 199 serangan pemukim Israel terkait panen zaitun sepanjang 1 September–12 Oktober 2026. Serangan tersebut menyebabkan satu warga Palestina tewas, 124 orang terluka, serta lebih dari 2.500 pohon dan bibit zaitun rusak. OCHA juga menyebutkan bahwa sekitar 80.000–100.000 keluarga Palestina menggantungkan penghidupan pada panen zaitun ( www.Herald.id, 15/10/2026).

Pengusiran dan Penjajahan 

Israel, dengan sengaja melakukan penyerangan tersebut sebagai bentuk intimidasi, menghancurkan akar tradisi, dan ekonomi rakyat Palestina. Penyerangan tersebut adalah bentuk sistematis yang sengaja dilancarkan untuk mengusir penduduk Palestina. 

Walaupun, serangan tersebut telah memancing sikap kepedulian dari AS dan EU, karena diketahui bahwa warga AS dan diplomat EU menjadi korban dari penyerangan tersebut. Namun, kepedulian tersebut tidak menyentuh akar permasalahannya. Kita memahami dari awal penjajahan di bumi Pelastina, dunia hanya mampi memberikan kecaman yang sama sekali tidak menghentikan penjajahan. Dunia telah bersikap tidak adil melihat permasalahan ini. Begitu pun, sikap sebagaian pemimpin umat Islam di Timur Tengah yang telah menjadi antek sekutu Isreal, yaitu AS. Negara pembebek itu adalah, Arab Saudi & Uni Emirat Arab (UEA), mitra strategis dan tuan rumah aset militer AS, Qatar menjadi lokasi Pangkalan Udara Al Udeid, merupakan pusat komando militer regional AS (USCENTCOM). Bahrain, ditunjuk sebagai sekutu utama non-NATO dan markas utama bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Kuwait, Mesir, & Yordania sebagai mitra pertahanan lama yang bekerja sama dalam latihan militer, keamanan perbatasan.
Untuk itu, permasalahan Palestina tidak mungkin berharap pada dunia internasional atau pun negara Timur Tengah.

Jihad Sebagai Pembebasan

Negara di dunia sudah membuktikan, bahwa mereka tidak mampu menghentikan penjajahan Israel. Untuk itu, kita hanya bisa berharap pertolongan kepada Allah Swt, dengan menjalankan aktivitas jihad. Jihad, adalah perintah Allah Swt, yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, dalam memerangi orang zalim. Jihad, merupakan metode negara dalam mempertahan kekuasaan Islam. Jihad, merupakan cara yang efektif menyerang musuh-musuh, yaitu orang kafir yang memerangi Islam, Isreal adalah musuh utama yang harus segala dilumpuhkan. 

Israel, jelas-jelas memerangi umat Islam di Palestina. Untuk itu kita membutuhkan kekuasaan Islam, agar dapat melakukan aktivitas jihad. Hanya, dengan jihad, perintah Allah Swt, menjadi ilsatu-satunya jalan untuk mengirimkan tentara-tentara untuk membebaskan Palestina. Wallahua'alam.