-->

Ketika Praktik Monopoli Oligopoli Berkuasa Ada Rakyat Yang Menderita


Ketika Praktik Monopoli Oligopoli Berkuasa Ada Rakyat Yang Menderita

Oleh. Susi Ummu Musa

Katanya negeri ini sangat kaya ada limpahan sumber daya alam yang tak habis habis dimakan zaman. 
Tanah yang subur diikuti dengan iklim yang mendukung untuk melakukan berbagai macam pertanian, namun kenapa ya masyarakat masih ada yang kelaparan? 
Apa karena 270.000.000 penduduknya sehingga tidak kebagian jatah makan? 
Seperti nya itu bukan alasan kenapa rakyat Indonesia makin kesini malah makin sengsara. 
Seharusnya rakyat Indonesia itu sejahtera aman sentosa karena dikelilingi sumber daya alam yang melimpah ruah sebab disetiap pulau nya mengandung kekayaan alam yang bisa dikelola sendiri oleh negara ini dan untuk selanjutnya disalurkan ke masyarakat. 

Tapi dan tapi itu semua hanya gurauan belaka kenyataan nya itu tidak pernah dinikmati oleh rakyat, kenyataan dilapangan sampai detik ini rakyat dibiarkan hidup sendiri mencari sesuap nasi tanpa diberikan peluang untuk disediakan pekerjaan, 
Ditambah lagi rakyat harus taat membayar pajak. 

Pajak satu satunya sumber penghasilan negara di tengah kayanya SDA, salah satu letak salahnya negeri ini menjalankan roda pemerintahan ala kapitalis yang semuanya disetir oleh oligarki. 
Adapun sistem kapitalis yang hari ini diemban  jelas menampakkan kerakusannya dalam menguasai pasar yang keuntungan nya dinikmati oleh kelompok mereka saja. praktik monopoli oligopoli yang saat ini sedang terjadi dinegri ini menjadikan  masyarakat kian sengsara karena naiknya kebutuhan pokok. 
Padahal pemerintah mengumumkan saat ini sedang swasembada pangan namun realitas dilapangan 
Swasembada pangan hanya bicara tentang jumlah produksi pangan, bukan harga dan distribusinya. Sistem kapitalisme mengukur capaian kesejahteraan dari besarnya produksi saja tidak memastikan distribusi pangan sampai ke rakyat. 

Rakyat hidup dalam kesulitan harga kebutuhan pokok melonjak naik dilansir dari Jakarta, tvOnenews.com - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional BI melaporkan, harga beras kualitas bawah I naik Rp 2.000 di Rp 16.800 per kg, dan harga beras kualitas bawah II naik Rp 1.100 di Rp 15.750 per kg. Lalu harga beras kualitas medium I naik Rp 1.500 di Rp 18.000 per kg, dan harga beras kualitas medium II naik Rp 650 di Rp 16.950 per kg.

Kemudian, harga beras kualitas super I naik Rp 1.200 di Rp 18.950 per kg, dan harga beras kualitas super II naik Rp 550 di Rp 17.800 per kg. Sementara harga bawang merah ukuran sedang naik Rp 7.100 menjadi Rp 45.950 per kg, dan harga bawang putih ukuran sedang juga naik Rp 5.450 di Rp 45.600 per kg. Selanjutnya, harga telur ayam ras naik Rp 150 menjadi Rp 29.400 per kg, dan harga daging ayam ras segar naik Rp 2.150 menjadi Rp 44.150 per kg.

Kemudian, harga cabai merah besar naik Rp 2.450 di Rp 51.700 per kg, dan harga cabai merah keriting naik Rp 12.800 ke Rp 64.100 per kg. Ada pula harga cabai rawit hijau yang turun Rp 6.800 di Rp 50.250 per kg, dan harga cabai rawit merah naik Rp 12.800 ke Rp 82.750 per kg.

Selanjutnya harga daging sapi kualitas I naik Rp 8.550 di Rp 160.000 per kg, dan harga daging sapi kualitas II naik Rp 14.700 ke harga Rp 157.200 per kg. Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium naik Rp 950 di harga Rp 21.300 per kg, dan harga gula pasir lokal turun Rp 250 di Rp 18.750 per kg. Terakhir, harga minyak goreng curah naik Rp 850 di harga Rp 21.300 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I naik Rp 1.850 di harga Rp 26.150 per liter, dan harga minyak goreng kemasan bermerek II turun Rp 100 di harga Rp 23.400 per liter.

Cakupan harga juga berbeda dari daerah-daerah yang paling wah ada di Intan Jaya seperti dilaporkan dari Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons kenaikan harga daging ayam ras di sejumlah daerah, bahkan mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg) di Kabupaten Intan Jaya.

Masih banyak lagi beban rakyat yang harus dipikul seperti biaya pendidikan, kesehatan melalui BPJS mandiri yang harus dibayar, listrik, BBM dan pengluaran2 lain. 
Negara dalam kapitalisme lepas tangan dalam pemenuhan kebutuhan rakyat Negara hanya menjadi regulator semata. 
Peran negara yang mandul mensejahterakan rakyat adalah fakta yang dihadapi rakyat tidak ada lagi harapan bagi rakyat atas ini selain hanya berharap kepada aturan islam yang lahir dari Allah SWT. 

Jika sebuah negara yang menerapkan aturan islam maka praktik monopoli dilarang dan pajak tidak akan menjadi sumber pendapatan negara melainkan memanfaatkan SDA. haram hukumnya menyerahkan penglolaannya kepada Asing. 
Negara itu bisa terwujud jika pemerintah mau menerapkan sistem islam tersebut dan upaya dakwah massif ketengah umat yang ada di penjuru negeri dengan kesungguhan dan paling penting dengan pertolongan Allah SWT. 

Wallahu a lam bissawab