-->

Sekolah Murah dan Berkualitas Harapan Kosong di Sistem Kapitalisme

Oleh : Nurul Hidayati (Aktivis Pendidikan)

Mahalnya biaya sekolah bukan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, hukum pasar pun berlaku untuk  mendapatkan pendidikan yang terbaik. Jika ingin mendapatkan sekolah dengan  fasilitas yang bagus, guru yang kompeten, dan kurikulum yang menunjang agar siswa memiliki kreativitas dan inovasi, orang tua harus mau mengeluarkan biaya lebih / mahal  disbanding sekolah yang lain. Akibatnya, pendidikan yang berkualitas dan menjanjikan lulusan yang terbaik bak dari sisiakademik maupun moral-spiritual  menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh beberapa orang yang berdompet tebal. 

Bagi keluarga miskin menengah kebawah, apalagi yang rumahnya pelosok desa pilihan mereka menjadi sangat terbatas. Mereka terpaksa mengincar sekolah negeri atau alternatif lain yang lebih murah, meski harus mengorbankan impian akan fasilitas pendidikan yang layak. Namun sayangnya, jalur ini pun kini kian terjal akibat ruwetnya sistem penerimaan siswa baru, seperti sistem zonasi dan mahalnya pungutan seragam.

Kelompok masyarakat kelas menengah ke bawahlah yang paling merasakan dampaknya. Mereka mendambakan pendidikan berkualitas, namun terhalang sistem zonasi karena fasilitas tersebut belum merata dan tidak selalu tersedia di sekitar tempat tinggal mereka (kompas.id, 23/06/2026).

Beban orang tua kian berat dengan mahalnya biaya seragam sekolah. Kompas.com (25/06/2026) melaporkan adanya keluhan orang tua yang dibebankan biaya seragam hingga Rp1,4 juta. Ironisnya, sebagian seragam tersebut baru berupa kain mentah, sehingga orang tua masih harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk jasa jahit.

Fakta di masyarakat bahkan ada yang lebih parah dari itu, dimana pemeritah yang mempunyai program pendidikan 12 tahun karena tidak diimbangi dengan penyediaan  fasilitas sekolah yang cukup memadai /merata di seluruh wilayah dan juga mahalnya biaya pendidkan di sekolah yang diimpikan siswa ada kejadian, ketika tahun ajaran sudah masuk masih ada siswa yang belum mendapatkan sekolah, sehingga  orang tuanya bingung mencarikan sekolah yang mau menerimanya atau akhirnya siswa tersebut tidak melanjutkan sekolah.

Dalam sistem Kapitalisme, pendidikan diposisikan sebagai komoditas yang diperjualbelikan, bukan hak dasar setiap warga negara.  Sehigga tidak heran kalau ingin sekolah yang bagus berkualitas berarti harus berani mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Dan banyak yang berlomba lomba mendirikan sekolah dengan tujuan untuk mencari keuntungan semata, meskipun tetap kualitas yang mereka perjual belikan.
 Negara dalam sistem Kapitalisme tidak bertindak sebagai raa'in (pengurus), melainkan regulator yang melepas beban pembiayaan pendidikan kepada rakyat. 

Negara tidak mampu mewujudkan pendidikan murah yang berkualitas apalagi gratis, dan merata. Itu semua disebabkan oleh beberapa hal yang paling jelas adalah adanya SDA (Sumber Daya Alam) yang semestinya bisa digunakan untuk membiayai Pendidikan justru diserahkan kepada pihak asing untuk mengelolanya dan pemerintah hanya mendapat keuntungan yang sangat sedikit sekali, sehingga untuk menutup biaya operasional public pemerintah juga menaikkan pungutan pajak.

Islam menetapkan pendidikan sebagai hak setiap rakyat yang wajib disediakan negara. Semua warga negara memiliki hak untuk mendapatkan Pendidikan yang berkualitas dan murah, karena Pendidikan juga merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi. Negara tidak boleh melepas tanggung jawabnya dalam mengurus masyarakat, dan wajib melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Negara Khilafah akan mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh wilayah, sehingga setiap rakyat benar-benar mendapat haknya.  Pembiayaan yang besar untuk sektor pendidikan akan diambil dari Baitul Maal pos kepemilikan umum. Dimana sumber pendanaan  utamanya berasal dari pengelolaan secara mandiri kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) oleh Negara tanpa campur tangan pihak asing. Dari hasil  pengelolaan SDA inilah keuntunganya dikembalikan ke rakyat dalam bentuk fasilitas public diantaranya berupa Pendidikan, sehingga pendidikan murah  berkualitas akan terwujud tanpa pandang bulu semua sama tidak pandang miskin atau kaya.

Selama sistem Kapitalisme ini terus berjalan, sekolah murah dan berkualitas akan selamanya menjadi harapan kosong masyarakat. Oleh karena itu, sistem Islam hadir sebagai solusi hakiki atas permasalahan umat.

Dimana Islam akan menjamin terpenuhinya semua hak dasar rakyat, termasuk Pendidikan. Negara yang bertanggung jawab atas rakyatnya, yang didukung oleh jelasnya sumber pemasukan dan pengeluaran negara sehingga rakyat tak perlu khawatir lagi akan biaya pendidikan.