-->

Islam Tawarkan Solusi Komprehensif Lindungi Anak



Persoalan perlindungan anak di Indonesia merupakan masalah sistemis yang membutuhkan solusi komprehensif bukan tambal sulam, maka Islam tawarkan solusi komprehensif lindungi anak-anak.

Hal tersebut diungkap Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Uswatun Hasanah, S.P., dalam acara Komunitas Kamusna (Kajian Muslimah Bulanan): Diskusi Muslimah: Darurat Perlindungan Anak di Indonesia, Butuh Islam sebagai Solusi Komprehensif, Ahad (21/06/26), di Depok. 

“Islam menawarkan solusi komprehensif dengan menjadikan akidah sebagai fondasi pengasuhan sampai memastikan terealisasinya perlindungan dan rasa aman bagi anak,” jelasnya di hadapan puluhan jemaah.

Bahkan, lanjutnya, Islam akan mengintegrasikan peran individu, keluarga, masyarakat, dan negara dalam mewujudkan perlindungan anak.

“Negara memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dan berperan dalam kapasitasnya sebagai penguasa yang menciptakan atmosfer yang sehat, dari sisi sosial, ekonomi, hukum, dan lainnya serta akan menutup pintu kerusakan dari hulunya, yaitu dengan membangun pemahaman Islam dan memastikan sistem sosial yang bersih. Negara pastinya akan memberlakukan sistem sanksi yang tegas, sehingga kejahatan pada anak dapat ditanggulangi secara tuntas,” bebernya.

Akar Masalah Maraknya Kekerasan pada Anak

Tak hanya itu, Ustadzah Uswah memaparkan akar masalah maraknya kekerasan pada anak akibat diterapkannya sistem sekuler demokrasi.

“Sistem sekuler demokrasi menempatkan prinsip kebebasan dalam lingkungan sosial. Maka, muncullah berbagai ekspresi perilaku maupun seksual di tengah masyarakat dengan dalih kebebasan, yang kemudian menstimulus munculnya kriminalitas. Sistem sekuler ini juga menghilangkan peran agama dalam kehidupan, sehingga dalam beraktivitas, orientasi hidupnya hanya mementingkan materi,” sebutnya.

Bahkan, sistem demokrasi juga menciptakan kondisi yang buruk yakni menjadikan individu tidak bertakwa, hilangnya fungsi kontrol keluarga dan masyarakat dan kegagalan sistem kehidupan yang berlaku saat ini. negara. Menurutnya, itulah tiga faktor yang memengaruhi terjadinya kekerasan terhadap anak.[]Finny