Tahun Ajaran Baru Serba Susah, Gambaran Pendidikan dalam Kapitalisme
Oleh : Ummu Saman
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah di mulai, proplematika pun sudah banyak berseliweran di mana mana
Di mulai dari pendaftaran yang rumit, sulitnya mencari sekolah yang sesuai dengan kebutuhan serta keterbatasan biaya.
Permasalahan nya
Adanya pendaftaran dengan sistem zonasi, membuat orang tua bingung dengan pilihan pilihan sekolah, karena tidak semua sekolah bisa leluasa di pilih
itu di karenakan ada nya pembagian wilayah wilayah penerimaan sekolah. Yang ternyata, wilayah tersebut tidak sesuai dengan letak lokasi sekolah terdekat.
Itu membuat orang tua harus ekstra lagi dalam mencari sekolah yang terbaik untuk anak anaknya.
Tidak sampai di situ saja, setelah penerimaan pun terdapat pro dan kontra terhadap pembelian seragam dan atribut sekolah
Di karenakan siswa di wajibkan untuk membeli seragam dan atribut di dalam sekolah, menurut salah satu sumber, dari orang tua siswa di salah satu sekolah
Menurut salah satu dari orang tua siswa yang ber inisial A menyebutkan bahwa pihak sekolah telah memberitahukan mengenai biaya seragam yang berupa lima setel baju seragam, yang di antaranya baju olahraga, Pramuka, merah putih serta seragam khas baju batik dengan senilai Rp 1.470.000
Dikutip dari kompas.com
Tanggapan Pemerintah
Namun Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro meminta pengelola sekolah negeri yang melakukan transaksi jual-beli seragam mengembalikan uang ke para orang tua.
Itu di karenakan Surat edaran (SE) Nomor: 400.3/2265/2026 tentang Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010. SE tertanggal 25 Juni 2026 ditandatangani oleh Plt Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Budi Riyanto.
Soekendro mengungkapkan ada konsekuensi berat bagi pengelola sekolah yang mencuri start atau sudah terlanjur melakukan transaksi
Faktanya
Sistem kapitalis lah yang membuat semua serba sulit, di mana sekolah di jadikan sebagai komoditas untuk di bisniskan
Negara dengan sistem kapitalis membuat beban masyarakat semakin bertambah, di mana yang seharusnya beban pembiayaan pendidikan di tanggung negara, menjadi tanggungan masyarakat, contohnya adalah masalah seragam
Negara seharusnya menjadi pelayan, yang melayani masyarakat untuk memberikan kemudahan kemudahan agar masyarakat dapat dengan mudah dalam mendapatkan sekolah sekolah yang sesuai
Banyak nya keluhan keluhan dari masyarakat, mengenai sistem zonasi ini, membuktikan bahwa negara telah gagal, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di berbagai wilayah
Tidak meratanya suatu pendidikan di berbagai wilayah, menandakan kegagalan sistem kapitalis, karna sistem kapitalis bukan hanya merugikan di bidang pendidikan, tetapi juga di berbagai bidang
Pendidikan Dalam Sistem Islam
Dalam Islam, pendidikan tidak di jadikan komoditas untuk mencari materi, sebagaimana dalam sistem kapitalis, Islam terintegrasi dalam kebijakan politik ekonomi negara khilafah
Dalam Islam negara berperan sebagai raa'in (pengurus rakyat) yaitu negara berperan dalam melayani masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan fasilitas pendidikan
Pendidikan merupakan Hak dasar masyarakat yang harus di penuhi oleh negara, maka negara harus berperan aktif untuk dapat mewujudkan nya, secara gratis dan ber kwalitas
Bahkan anggaran negara untuk pendidikan harus di prioritaskan, agar terpenuhinya kebutuhan dan mendapatkan kemaslahatan yang di butuhkan masyarakat secara gratis
Rasulullah ﷺ pernah membebaskan tawanan perang Badar dengan syarat mereka mengajari anak-anak kaum muslim membaca dan menulis. Beliau memberikan pembebasan bersyarat tersebut untuk memenuhi pendidikan anak-anak kaum muslim dengan memanfaatkan keahlian para tawanan dalam membaca dan menulis sebagai tebusannya.
Sudah jelas di sini, di mana Islam sangat menjunjung tinggi pendidikan, negara dengan sistem Islam mempunyai peran, dalam mengatur sistem pendidikan nya
Di antaranya
1. Kurikulum pendidikan nya harus berlandaskan aqidah Islam, dan harus seragam di setiap sekolah
2. Negara wajib memfasilitasi serta menyelenggarakan pendidikan berdasarkan kebutuhan setiap individu, dan sesuai dengan syariat Islam
3. Negara pun harus memberikan fasilitas fasilitas yang memadai untuk menunjang pendidikan, seperti perpustakaan, laboratorium, serta kebutuhan kebutuhan yang lainnya
4. Negara pun harus menyediakan pengajar pengajar yang kompeten, serta memberi gaji yang sesuai dengan syariat ajaran agama Islam
Sudah jelas bahwa hanya sistem Islam lah yang dapat memberikan kemaslahatan untuk seluruh ummat, karna dengan sistem Islam bukan hanya pendidikan yang merata, tetapi juga pendidikan yang berkualitas untuk mempersiapkan generasi terbaik
Bukan hanya itu saja, para pengajarnya pun mendapatkan hak yang setimpal, serta sejahtera dan masyarakat pun dapat sangat terbantu
Wallahu'alambissawab

Posting Komentar