Gencatan Senjata, Ilusi Perdamaian Di Palestina
Oleh : Anastasia, S.Pd.
Perdamaian di dunia ini bisa berjalan adil, apabila ada sistem Islam yang menaungi manusia dalam kekuasaan. Begitu pun masalah Palestina, hingga detik ini masih belum bisa merasakan kebebasan dan kemerdekaan, walaupun setelah perang Israel telah menyepakati gencatan senjata. Kebijakan tersebut, seharusnya menjadi udara segar bagi penduduk Pelastina melanjutkan kehidupan.
Faktanya, Israel melanggar perjanjian gencatan senjata hampir 400 kali sejak diberlakukan pada 10 Oktober 2025 Otoritas Gaza mencatat, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, Israel telah melakukan hampir 400 pelanggaran. Meliputi serangan udara ke kawasan pemukiman (idnews.com, 21/11/2025).
Gencatan Senjata Bukan Solusi
Gencatan senjata adalah strategi, diklaim sebagai bentuk perdamaian yang dilakukan oleh Israel di Palestina, untuk menggiring opini Israel di tengah-tengah politik dunia. Sekedar membersihkan nama baik dari kejahatan perang. Namun, bukan Isreal namanya apabila setiap tingkah pola manusia, dan tindakan politiknya tidak bisa dilepaskan dari kelicikan dan tipu muslihat. Padahal, hingga detik ini kejahatan perang, pembunuhan di Palestina semakin brutal. AS sebagai negara pelindung utama negara zionis, tentu mengetahui tindakan Israel, bahkan AS adalah sekutu yang sebenarnya mendiamkan atas segala bentuk tindakan tersebut.
Sehingga kita sebagai umat Islam tidak boleh memandang, AS sebagai pihak yang akan bersikap netral dan mampu menyelesaikan permasalahan umat Islam. Inilah, kesalahan fatal yang saat ini tengah melanda umat Islam, menjadikan negara kafir sebagai sandaran untuk menciptakan kedamaian di antara umat Islam, hal ini sesuai dengan firman Allah Swt, yang berbunyi :
لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ
دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi auliya dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)” (QS. Al Imran: 28).
Ayat di atas adalah, bentuk larang keras untuk umat Islam, tidak menjadikan orang kafir sebagai pemimpin yang memecahkam permasalahan umat Islam. Karena, sejatinya mereka tidak akan membiarkan umat Islam ada dalam kebaikan justru sebaliknya mereka menginginkan kita ada dalam kehinaan. Allah Swt, telah mengingatkan kita dalam firman-Nya, yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضاءُ مِنْ أَفْواهِهِمْ وَما تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآياتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتابِ كُلِّهِ وَإِذا لَقُوكُمْ قالُوا آمَنَّا وَإِذا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذاتِ الصُّدُورِ
Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil menjadi teman kepercayaan kalian orang-orang yang di luar kalangan kalian (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami), jika kalian memahaminya " (QS. Ali Imran: 118).
Sehingga, kita memahami gencatan senjata tidak pernah mampu menciptakan perdamaian di Pelastina, melainkan pengalihan isu dunia yang pada akhirnya mengintensifkan penyerangan yang lebih kejam.
Jihad Solusi Hakiki
Umat Islam, ada dalam posisi yang menyedihkan menjadi objek penderitaan. Peperangan yang ada di dunia ini, selalu memposisikan umat Islam sebagai sasaran penderitaan. Khususnya, penduduk Palestina dan Gaza, yang sudah mengalami penderitaan selama puluhan tahun semenjak kekuasaan Islam dihancurkan.
Kita memahami betul sesungguhnya, Allah Swt telah mengingatkan kita sebagai umat nabi Muhammad untuk selalu berpegangan teguh kepada Al Qur'an dan Sunnah. Termasuk menjalankan perintah jihad, melawan orang kafir yang senantiasa menjajah umat Islam, dengan semua narasinya untuk menghalalkan segala cara menguasai umat Islam. Untuk itu, menjadi kewajiban kita semua, selaku orang Islam memperjuangkan kembali janji Allah Swt, menjadikan umat Islam kembali berkuasa dan naungan negara Islam.
Dengan mengemban politik dakwah, dan jihad ke seluruh dunia membebaskan manusia dari segala bentuk penjajahan.
Jihad adalah, politik yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, yang tidak pernah ditinggalkan, sehingga itu kita wajib memperjuangkan Islam untuk tegak kembali di bumi. Wallahua'alam.

Posting Komentar