Buat Kamu Gen Z yang Mudah Depresi
Oleh : Nyai Djudang
(Ibu Rumah Tangga)
Buat kamu Gen Z yang baca ini sekarang,
Mungkin kamu cape, pura pura "baik baik saja" seharian.
Padahal otak mu, rame baget dari bangun tidur sampe merem lagi.
Mungkin kamu gampang ngerasa bersalah, gampang cemas, gampang ngedown, melihat berita atau konten sedih.
Gen Z zaman sekarang memang gampang ngedrop. Tapi bukan berarti, Gen Z lemah. Karena medan perangnya tidak sama dengan generasi dahulu.
Lima Pemicu Utama Gen Z Mudah Depresi
Pertama : Banjir informasi tapi otak overstimulasi. Disebabkan sering scrol handphone yang dilihat drama, konten tak bermutu, berita, dan lain- lain hanya dalam beberapa menit.
Otak Gen Z jadi seperti spon mudah menyerap. Seperti kena air terus menerus, akhirnya capek menyerap, lama lama korslet jadi overthinking, cemas dan menjadi kosong.
Kedua : Tekanan "Harus sempurna dan harus cepat sukses".
Dahulu anak muda punya waktu 10
tahun buat jadi Imam Syafi'i.
Sekarang umur 22 belum punya starup
merasa gagal. Melihat IG teman sudah liburan ke jepang. Dia merasa "Gue ketinggalan"
Mental Gen Z ditekan sekali dengan standar dan tidak realitas. Padahal, setiap orang punya timeline sendiri.
Ketiga : kurangnya koneksi nyata, kebanyakan koneksi digital
Dahulu ngaji, diskusi di Masjid, ngobrol di Majlis Ilmu, Saling bertatap muka.
Sekarang melalui Chat saja, vc pun sambil rebahan.
Manusia butuh pelukan, tatap muka
" Gue dengerin kamu " kalau itu kurang rasa sepi + tidak dipahami. Rasa Itu Mudah sekali datang.
Keempat : Gaya hidup
Tidak sinkron sama tubuh. Tidur jam 3 pagi, bangun jam 11 siang, makan ngasal kurang gerak, kurang kena sinar matahari, Padahal otak butuh ritme.
Dahulu anak anak muda atau Gen Z, bangun subuh, jalan kaki, ke perpustakaan, mikir sambil jalan.
Gen Z sekarang rebahan sambil scroll layar hp 12 jam, hormon bahagia jadi kacau.
Kelima : Hilang rasa
" makna dan tujuan besar "
Gen Z zaman dahulu punya target jelas
"Gue belajar agar menjadi orang yang sholeh dan bermanfaat bagi umat". Sekarang tujuan Gen Z berubah. Tujuan hanya untuk kenikmatan sesaat.
Ada lima ciri ciri mental Gen Z zaman ketika Kekhalifahan Islam tegak.
1. Haus Ilmu + Multi Potensial
Zaman itu Gen Z tidak cuma jago di satu bidang, Al khawarizmi jago Matematika, juga jago Astronomi.
Ibnu Sina seorang Dokter + filsuf. + penyair.
Mentalnya : " Belajar itu Ibadah "
Baitul Hikmah, Madrasah, Observatorium
Gratis, jadi wajar Gen Z mulai usia 17 sampai 20 tahun sudah dapat Filsafat Yunani, menerjemahkan Kitab kitab, sekaligus ngereset obat.
Intinya : tidak takut untuk mencoba dan tidak takut gagal, salah dikit?
Wajar yang Penting berani mencoba bukan berani nyabu.
2. Futuwwah = Berani + Dermawan + Tidak Egois.
Contohnya. Ali bin Abi Thalib Umur 10 tahun, sudah masuk Islam dan jadi bentengnya Rasulullah.
Ashabul Kahfi. Anak muda memilih Iman dari pada tekanan masyarakat
Mentalnya "Gue Muda = Gue harus gerak"
Tidak menunggu tua, baru manfaat.
3. Disiplin diri dan jaga akhlak
Merujuk ke Nabi Yusuf AS. Muda Ganteng.
Ada kesempatan... tapi menolak maksiat, karena takut kepada Allah.
Islam mengajarkan Masa Muda = Masa Energi + Pertumbuhan moral + Tanggung Jawab. Jadi mental mereka
nafsu dikontrol bukan dikontrol nafsu.
Hadits dari Bukhari & Muslim
Artinya : ada 7 golongan yang Allah kasih naungan, pas hari Kiamat. Tidak ada naungan kecuali naungan Nya. Dan Pemuda yang tumbuh, dalam Ibadah kepada Allah.
4. Mindset Pelayan
Bukan " Gue dulu "
Nabi mengirim Pemuda Muadz Bin Jabal umur 20 an untuk mengajar ke Yaman.
TitahNya : " Pergi ke Kaum Mu " tinggal bersama mereka dan ajarkan mereka.
Jadi anak muda bukan, " beban Negara "
Tetapi "Agent of change " mentanya : " Ilmu Gue buat Umat "
Maka banyak didirikan rumah sakit, perpustakaan, observatorium karna Kekhalifahan juga mendukung generasi agar menjadi generasi tangguh dan takut kepada Allah swt.
5. Tangguh tidak Manja. Generasi zaman Kekhalifahan tidak Manja dan tangguh- tangguh. Mereka berjalan berkilo- kilo meter mencari ilmu. Karena memang kekhalifahan menjaga generasi agar cinta Islam dan taat syariat.
Bedanya generasi dahulu dan Gen Z saat ini karena dipengaruhi oleh sistem.
Saat ini yang bercokol sistem kapitalis. Semua dinilai lewat materi. Beda dengan sistem Islam yang menjaga generasi agar beriman dan bertaqwa serta mempunyai adab yang mulia. Pendidikan dasar yaitu agama mengajarkan aqidah terlebih dahulu baru diajarkan ilmu- ilmu dunia. Berbeda dengan sistem kapitalis saat ini. Generasi dijauhkan dari pelajaran agama, padahal itu adalah pondasi kehidupan. Sudah saatnya Gen Z berubah dan kita sebagai salah satu umat harus terus berdakwah agar semakin banyak Gen Z yang menyadari kekeliruan ya dan faham apa tujuan hidup didunia ini. Karena dari mereka akan lahir generasi-generasi yang akan membangun peradaban Islam, sampai Islam menyelimuti seluruh alam.

Posting Komentar