PHK Massal, Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya
Oleh : Dhiella Az-Zahra
"Ancaman pemutusan hubungan kerja belum akan mereda dalam waktu dekat." Situasi ini terjadi seiring dengan tekanan konflik global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan biaya produksi yang berpotensi membuat perusahaan kesulitan bertahan ataupun bersaing.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) membayangi pekerja. Salah satu kasus PHK terbaru terjadi di sebuah perusahaan manufaktur di Depok, Jawa Barat. Perusahaan ini menutup operasionalisasinya sehingga menyebabkan ratusan pekerja mengalami PHK. Informasi tersebut diperoleh dari basis anggota KSPI di pabrik itu ". (kompas.com/25-05-2026)
Fakta diatas baru satu perusahaan yang terlihat, sedangkan masih banyak perusahaan-perusahaan yang serupa di negeri ini yang melakukan PHK massal pula.
Disaat persaingan mencari pekerjaan semakin ketat. Satu lowongan pekerjaan dapat dilamar ribuan orang. Giliran sudah mendapat pekerjaan, berganti bayangan PHK senantiasa menghantui para pekerja.
Buah Logis dari Sistem Kapitalisme
Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah buah logis dari sistem kapitalisme yang menjadikan buruh sebagai komoditas saja. Manusia hanya dijadikan mesin jika dibutuhkan.
Pada sistem kapitalisme ini memusatkan modal ada disegelintir orang, sehingga lapangan kerja menjadi terbatas bukan karena kurangnya kebutuhan kerja, melainkan karena hanya dibuka jika menguntungkan pemilik modal saja.
Sehingga lowongan pekerjaan semakin langka ditengah banyaknya para pelamar kerja.
Negara dalam sistem kapitalisme hanya berperan sebagai penjaga kepentingan para pemilik modal. Ketika gelombang PHK melanda, negara kapitalis paling jauh hanya menawarkan jaring pengaman sosial (JPS). Dimana kebijakan JPS ini hanya bersifat sementara untuk meredam amarah rakyat.
Negara adalah Raa'in
Dalam Islam, negara adalah raa’in yaitu pemelihara urusan rakyat dimana seharusnya negara wajib menjamin lapangan kerja bagi pencari nafkah sebagai bagian dari tanggung jawab menjamin kesejahteraan rakyatnya.
Sistem ekonomi Islam memutus rantai ketergantungan pada modal kapitalis. Sehingga tidak ada kesempatan bagi para kapital untuk sewenang-wenang.
Negara Islam atau yang sering disebut Khilafah membangun struktur kepemilikan yang mencegah monopoli dan ketimpangan. Distribusi kepemilikan yang adil ini menciptakan ekosistem ekonomi yang luas dan beragam.
Selain itu Baitul Maal hadir sebagai jaminan nyata bagi rakyat. Khilafah wajib memenuhi pelayanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan secara langsung bagi setiap individu rakyatnya. Oleh karenanya kemakmuran rakyat hanya bisa dirasakan jika sistem yang diterapkan adalah sistem Islam.

Posting Komentar