Rapuhnya Keluarga karena Jauh dari Keteladanan Nabi Ibrahim AS
Menyikapi banyaknya permasalahan yang dialami keluarga, mulai dari masalah ekonomi, sosial dan lainnya yang menyebabkan rapuhnya keluarga hari ini, Dosen dan Pengisi Kajian Muslimah, Ustadzah Dr. Nurul Maharani, MS.I., menegaskan karena keluarga saat ini jauh dari keteladanan Nabi Ibrahim as.
“Rapuhnya keluarga hari ini adalah jauh dari keteladanan Nabi Ibrahim as,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Tematik, Rumahku Surgaku, Teladan Keluarga Nabi Ibrahim, Ahad (14/6/2026) di Depok.
Menurutnya, rapuhnya keluarga saat ini karena ada faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi. “Faktor internal meliputi lemahnya pemahaman dan pengamalan akidah Islam, kurangnya kesadaran menjadikan syariat (aturan-aturan dari Allah SWT) sebagai pedoman keluarga, kurangnya keteladanan dari orang tua, serta rendahnya kualitas komunikasi dan kebersamaan keluarga,” jelasnya.
Ia pun bertanya kepada puluhan peserta yang hadir. Mengapa keluarga kita semakin jauh dari nilai-nilai Islam?” tanyanya.
“Ternyata ada faktor-faktor eksternal yang sangat mengakar kuat di keluarga kaum Muslimin, yaitu pengaruh sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan, adanya budaya individualisme dan materialisme berupa kesenangan materi, terdapat arus hiburan yang melalaikan,” bebernya.
Tak hanya itu, lanjutnya, juga sulitnya kehidupan saat ini seperti kesulitan ekonomi yang memicu konflik dan faktor ibu dipaksa bekerja keluar rumah, serta sistem kehidupan yang tidak menerapkan nilai-nilai Islam secara menyeluruh sehingga apabila di rumah sudah diajarkan nilai-nilai Islam, ketika keluar rumah berhadapan dengan nilai-nilai di luar Islam.
“Kondisi keluarga hari ini, semakin meningkatnya angka perceraian dan konflik rumah tangga, lemahnya komunikasi dan kedekatan emosional antar anggota keluarga, adanya pengaruh media sosial dan gawai yang mengurangi interaksi diantara anggota keluarga, terdapat krisis pengasuhan dan pendidikan anak berbasis nilai Islam, semakin dominannya orientasi materi dibandingkan orientasi akhirat dalam kehidupan keluarga, juga begitu maraknya pergaulan bebas, penyimpangan perilaku, serta tantangan akidah yang akan mengancam generasi muda,” bebernya.
Menurutnya, dari kondisi keluarga yang demikian maka timbullah dampak yang negatif, seperti hilangnya ketenangan dalam rumah tangga, meningkatnya masalah psikologis dalam keluarga, melemahnya identitas keislaman generasi muda, dan berkurangnya fungsi keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak.
“Realitas berbagai problem keluarga saat ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi setiap Muslim. Keluarga membutuhkan lingkungan yang baik dan sistem kehidupan yang mendukung agar tetap bisa menjaga nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Yang pasti, jelasnya, realitas kondisi keluarga hari ini sangatlah jauh dari ketauladanan Nabi Ibrahim as.[]Ayyuhanna Widowati

Posting Komentar