PHK Massal, Bukti Nyata Gagalnya Kapitalisme, Islam Solusinya
Oleh : Anisyah Hapsari
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Xacti Indonesia menutup operasional perusahaan di Depok, Jawa Barat, dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 350 karyawan. Kabar penutupan pabrik dan PHK buruh itu diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal.
Perusahaan yang dulu dikenal sebagai PT Sanyo Group tersebut merupakan usaha manufaktur elektronik yang memproduksi berbagai peralatan digital, terutama perangkat digital imaging. Said Iqbal mengatakan penyebab utama PT Xacti Indonesia tutup dan PHK dikarenakan ketidakpastian kondisi global dan dalam negeri,hingga perusahaan tak sanggup lagi beroperasi.
"Benar telah terjadi PHK sekitar 350 karyawan karena perusahan PT Xacti Indonesia tutup total operasional nya kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Senin (25/05/2026) dikutip CNBC Indonesia.
Ia mengaku menerima PHK Xacti Indonesia berdasarkan laporan dari anggota serikat pekerja. Para buruh telah diberikan peringatan untuk bersiap-siap. "Ini bukan ngarang ngarang,tidak ada, kami kan langsung dari anggota di bawah, yang biasanya diberitahu dulu, diberi early warning lah oleh perusahaan, pemberitahuan lebih awal oleh perusahaan, "tegas Said Iqbal.
Menurutnya, PT Xacti Indonesia merupakan anggota dari KSPI, tepatnya anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang merupakan bagian dari KSPI. Namun dalam dua bulan terakhir, Xacti Indonesia tidak lagi aktif menjadi anggota KSPI dan FSPMI karena dalam persiapan untuk tutup operasional secara permanen. Ia juga beranggapan bahwa Xacti Indonesia tutup karena terdampak perang Iran melawan agresi Amerika Serikat dan Israel. Tidak ada kepastian kapan perang itu berakhir dan berujung pada kenaikan barang-barang ,termasuk bahan baku, BBM dan biaya produksi.
Said Iqbal menambahkan ketidakpastian tersebut membuat harga BBM melambung tinggi. Ketika BBM naik, maka perusahaan mau tidak mau harus menerapkan efisiensi bahan bakar. Apalagi, pabrik menggunakan BBM non subsidi untuk menjalankan mesin-mesinnya.
Selain itu, Said Iqbal juga menuturkan tutupnya pabrik Xacti Indonesia juga dipengaruhi kondisi dalam negeri, salah satunya pelemahan rupiah.
"Perusahaan juga terdampak dari pelemahan rupiah, karena bahan baku impor kan membelinya pakai dolar, jadi meningkat ongkos produksinya, karena transaksi mereka di Indonesia dalam bentuk rupiah", ungkap Said Iqbal.
Media sosial belakang ini diramaikan dengan situasi perekonomian Indonesia yang mengkhawatirkan. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai 18.000 lebih per 1 dolar mengakibatkan berbagai kebutuhan dasar ikut naik. Dampak dari melemahnya rupiah juga berimbas pada dunia usaha yang mengakibatkan meningkatnya biaya produksi yang dikeluarkan sehingga banyak pelaku usaha yang gulung tikar dan melakukan PHK massal.
Fakta di Lapangan
Sejatinya kasus PHK massal yang terjadi belakangan ini, bukan semata-mata hanya karena krisis ekonomi yang terjadi Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhinya, namun penyebab utamanya adalah penerapan sistem kapitalisme yang di terapakan. Karena faktanya dalam sistem kapitalis hanya memusatkan modal kepada segelintir orang sehingga lapangan pekerjaan menjadi terbatas.
Negara dalam sistem kapitalis hanya berperan sebagai penjaga kepentingan pemilik modal bukan memihak kepada buruh atau pekerja,karena buruh hanya dianggap sebagai komoditas. Jadi tidak heran apabila pemerintah mengeluarkan aturan yang hanya menguntungkan pihak pengusaha saja.
Dari segi birokrasi juga ikut andil mengapa semakin sedikit lapangan pekerjaan yang tersedia. Tak jarang banyak usaha mikro maupun makro yang enggan untuk mendirikan usaha di negeri ini akibat terkendala buruknya birokrasi,hingga banya investor yang memilih mendirikan usahanya di luar negeri.
Inilah bukti gagalnya dari diterapkannya sistem kapitalisme yang hanya akan melahirkan kesengsaraan tanpa adanya kemaslahatan bagi masyarakat. Dibutuhkan solusi hakiki untuk mengatasi persoalan ini hingga ke akarnya, lalu solusi seperti apa?
Solusi Hakiki
Solusi Hakiki dari permasalahan ekonomi yang terjadi di negeri ini adalah dengan diterapkan sistem Islam secara menyeluruh. Dalam sistem Islam negara yakni Khilafah berperan sebagai raa'in bagi rakyatnya yang memiliki kewajiban menjamin terpenuhinya segala kebutuhan dasarnya, mulai dari sandang, papan, pangan, pendidikan, kesehatan, keamanan termasuk lapangan pekerjaan untuk mencari nafkah.
Khilafah akan membangun struktur kepemilikan yang mencegah monopoli atau ketimpangan. Karena dalam sistem ekonomi islam tujuan utamanya adalah distribusi kekayaan, bukan pertumbuhan (akumulasi) kekayaan. Artinya, tujuan sistem ekonomi islam bukanlah menciptakan kekayaan nasional (GDP), tetapi mendistribusikan kekayaan kepada seluruh rakyat secara orang- perorangan secara adil, sehingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang luas dan beragam.
Dalam Khilafah kita mengenal adanya Baitul Maal yang mampu menjadi jaminan yang nyata. Karena dengan adanya Baitul Maal ketika seseorang mengalami kesulitan ekonomi negara akan dengan cepat mengatasi persoalan tersebut,sehingga tidak akan ada rakyat yang tidak terpenuhi segala hajatnya. Sangat bertolak belakang dengan keadaan yang sekarang terjadi di negeri ini,jangankan mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis,terpenuhi pangan nya pun tidak.
Inilah gambaran apabila diterapkan sistem Islam yang mana hanya akan mendatangkan kemaslahatan dan keberkahan bagi setiap individu maupun negara.
Wallahu'alam bishawab

Posting Komentar