-->

LGBT, Bukti Cacatnya Intelektualitas, Bukan Keragaman


Oleh : Yafi’ah Nurul Salsabila, Aktivis Dakwah

Baru-baru ini BEM UI fakultas psikologi memberikan pernyataan yang sangat memperihatinkan dan mengecewakan. Mengenai kasus LGBT yang telah ramai diperbincangkan baik dari tanah dunia pendidikan, sosial, kesehatan dan lain-lain. Ia menyatakan LGBT bukanlah penyimpangan dan menerima keberagaman tersebut. 

Dilansir dari halaman berita News.detik.com, Universitas Indonesia (UI) buka suara soal unggahan viral yang disebut hasil kajian BEM Fakultas Psikologi soal LGBT. UI menyebut kajian dari BEM tersebut bukan sikap resmi kampus. Dilihat dari sejumlah akun media sosial, Jumat (3/7/2026), BEM Psikologi UI mengunggah konten yang berisi hasil kajian American Psychological Association pada 2008. Kajian itu menyebut tak ada riset yang mendukung sudut pandang bahwa homoseksualitas adalah gangguan mental atau bentuk penyimpangan. 

UI kemudian merespons unggahan yang viral itu dan menyebut kajian dari organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi UI selaku institusi. “Kami memahami adanya perhatian publik terhadap konten yang diproduksi oleh salah satu organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Perlu kami tegaskan bahwa materi kajian organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi institusi Universitas Indonesia,” tulis UI dalam akun IG resminya. News.detik.com (3/7/26). 

Dari pemaparan di atas dapat pahami, kebebasan dalam berpikir lebih diutamakan dan mereka menganggap hak asasi manusia merupakan normal bagi setiap individu manusia. Padahal hal tersebut dapat membawa kemudharatan dan penyakit. Ini merupakan akibat dari hilangnya akal sehat dari para intelektual mahasiswa yang merasa dukungan hanyalah sekadar dukungan belaka. 

Kampus UI membantah dan tidak menganggap mereka mendukung kaum pelangi tersebut. seperti BEM Psikologi dan Suara Mahasiswa UI/SUMA UI) bukan merupakan sikap resmi kampus. Pihak rektorat menyatakan tidak menyelenggarakan, memfasilitasi, atau mendukung kampanye penyebaran gaya hidup tersebut. Kebebasan memang membuat manusia buta dan menjauhkan dari hal dan mendekatkan pada kebatilan. 

Fenomena yang terjadi merupakan buah hasil dari sistem kapitalisme yang merusak fitrah manusia dan cacatnya intelektual dalam berpikir secara pragmatis saja. LGBT jelas harus diberantas secara tuntas permasalahan sampai ke akar. Karena apa beda nya manusia dengan hewan tanpa peduli hukum dan menabrak syariat. Manusia diciptakan oleh Allah Swt hanya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, tidak dengan jenis yang lain. 

Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 82-83 yang artinya, “Maka ketika putusan kami datang, kami menjatuhkan negeri kaum Luth. Dan kami hujani mereka dengan bertubu-tubi batu dari tanah yang terbakar. Yang diberi tanda oleh tuhan-Mu dan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang yang zalim.”

Ayat tersebut menggambarkan bahwa siksaan bagi perilaku kaum Nabi Luth sangan berat dan perbuatannya sangat keji. Bahkan yang mendukung tidak lepas dari azab Allah SWT contohnya istri Nabi Luth yang ikut terkena reruntuhan baru karena diam-diam memberitahu bahwa ada lelaki tampan di rumahnya. Na’udzubillah minzalik sangat miris dan menjadi pelajaran bagi umat manusia saat ini.

Dalam pandangan Islam yang membahas mengenai batas-batas aurat kepada laki-laki maupun perempuan yang harus dijaga dan tidak boleh seorang pun melihatnya. Maka dari itu, hukum Islam memberi ketegasan dan memberi efek jera bagi pelaku, korban dan pendukung LGBT. Dijatuhkan dari gedung yang paling tinggi adalah hukum bagi mereka yang melakukan hubungan sesama jenis tersebut. 

Pola pikir pun akan sesuai dengan syaksiyyah Islamiyah dan pola sikap juga sesuai fitrah dan menyebarkan tsaqafah Islam bagi para cendekiawan yang dibangun atas dasar kesadaran secara penuh untuk terikat secara keseluruhan pada syariat Islam yang menerapkan sistem khilafah ala minhajin nubuwwah. Dengan demikian hidup dalam naungan khilafah Islam begitu dirindukan sampai saat ini dan semoga kelak akan datang pertolongan dari Allah SWT atas izin-Nya Aamiin. []