Kedelai Naik Pedagang Akali Harga
Oleh : Yaurinda
Harga kacang kedelai semakin mahal menyebabkan para pedagang memutar otak untuk menjaga harga tempe tidak mengalami kenaikan dengan cara mengurangi ukurannya.seperti halnya yang terjadi di kota Malang.
Perajin tempe di kota Malang Jawa Timur, tertekan oleh naiknya harga kedelai impor dan plastik. Taryono (60), salah satu perajin tempe di kampung Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, menuturkan , saat ini harga kedelai impor dari Amerika tembus Rp 10.500 per kg. Harga sebelumnya masih dalam kisaran Rp 9000 per kg. Adapun harga plastik yang semula Rp 35.000 perk kemasan juga naik menjadi Rp 51.000. Dikutip dari Kompas.id Rabu (20/05/2025).
Ternyata pelemahan rupiah membuat harga kedelai impor naik dan menekan perajin tahu-tempe di berbagai daerah. Pedagang hanya bisa mensiasati kenaikan harga dengan memperkecil ukuran tempe dan mengurangi produksi. Hal ini menyebabkan kebutuhan pangan masyarakat semakin sulit terpenuhi. Selain itu kenaikan harga plastik kemasan ikut menambah beban biaya usaha tahu-tempe.
Dari sini kita bisa melihat bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor. Bahkan bahan pembuatan tempe bisa mencapai triliunan rupiah. Kita belum mampu mengatasi kebutuhan dalam negeri sehingga sangat bergantung pada impor, hal ini tentu mempersulit kehidupan masyarakat menengah kebawah.
Pelemahan rupiah tidak hanya terjadi sekali saja namun memang setiap tahun terjadi yang namanya inflasi. Namun ditahun ini nilai tukar rupiah menjadi yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. Mahalnya kedelai impor dan lemahnya rupiah menunjukkan rapuhnya sistem ekonomi Kapitalisme yang melahirkan ketergantungan dan menyulitkan rakyat kecil.
Naiknya harga kedelai dan plastik menunjukkan lemahnya peran negara dalam menjaga keberlangsungan usaha rakyat. Ketergantungan impor kedelai mencerminkan lemahnya kemandirian pangan dan ekonomi negara. Rakyat dijadikan komoditas perdagangan dengan pertimbangan untung rugi bukan kesejahteraan.
Hal ini tentu jauh berbeda dengan sistem kepemimpinan Islam. Dalam sistem Islam kepala negara bertanggung jawab penuh atas rakyatnya. Pemerintah akan memastikan semua rakyat sejahtera dan terpenuhi semua kebutuhannya. Dalam hal mata uang ada sistem tersendiri untuk menjaga kestabilan mata uangnya.
Didalam Islam negara menggunakan mata uang emas dan perak yang mana nilai nominal dan intrinsik sama, sehingga nilai uang lebih stabil dan tidak mudah dipermainkan spekulan. Selain itu pemerintah menghidupkan lahan pertanian dan membangun produksi kedelai mandiri sehingga tidak bergantung pada impor.
Dengan demikian ketahanan pangan nasional akan terpenuhi, apalagi dengan kondisi negara dengan wilayah yang luas seperti Indonesia. Politik ekonomi Islam berfokus pada pemenuhan kebutuhan pokok tiap individu, termasuk melindungi perajin tahu tempe. Dengan nilai tukar yang stabil dan ketahanan pangan masyarakat akan memperoleh kesejahteraan hakiki, lantas masihkah kita percaya dengan sistem hari ini meski sudah 80 tahun merdeka belum mampu mengatasi ketahanan pangan.

Posting Komentar