-->

Butuh Aksi Pergerakan Dan Perubahan Untuk Menyelamatkan Pemuda Dari Racun Ideologi Kapitalis


Oleh : Mauli Azzura

Pada 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.Peringatan hari bersejarah ini mengusung tema resmi “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Masyarakat dapat mengakses panduan penggunaan dan mengunduh logo resmi peringatan ini melalui portal Sekretariat Kabinet Republik Indonesia atau situs logohutri.istanapresiden.go.id.

Hari kemerdekaan RI sudah dekat. Generasi kita para pemuda hendaknya tidak hanya ikut memperingati, tetapi ikut serta dalam pergerakan perubahan yang di butuhkan negara, bukan hanya terkait masalah kenaikan harga, korupsi, dan lain-lain, tapi mencakup semua permasalahan yang di alami oleh rakyat dan negara, termasuk masalah Agama dan ideologinya.

Sebenarnya pembelaan terhadap agama Islam adalah sunnatullah yang harus dilakukan oleh seorang Muslim sejati. Terlebih dalam situasi saat ini, dimana era kapitalis ajaran Islam seringkali di nistakan, Rasulullah dihina, para da'i dipersekusi dan ajaran khilafah yang merupakan kewajiban umat Islam untuk ditegakkan kembali di distorsi dan di monsterisasi.

Siapa lagi yang wajib membela agama ini jika bukan kita? Oleh karenanya penting kiranya pembinaan secara intensif dan konstan terhadap generasi penerus kita (para pemuda). Jangan sampai mereka terdoktrin tsaqofah asing barat yang akan menjauhkan pemikirannya dan menolak diterapkannya syariat Islam dan perjuangan menegakan khilafah yang merupakan mahkota umat Islam.

Ada beberapa aktivitas untuk menyiapkan generasi penerus kita agar mereka menjadi generasi terdidik berakal dan menjadi pejuang di garda terdepan umat ini. 

Pertama, menanamkan nilai -nilai ketauhidan sejak mereka anak-anak, agar mereka mencintai Allah dan RasulNya juga cinta terhadap simbol-simbol islam. Disini peran orang tua sekaligus guru bagi anak-anaknya sangatlah vital. Orang tua harusnya mengajarkan bagaimana mencintai Allah dan RasulNya, karena peran orang tua sangat mempengaruhi bagaimana anak nantinya menjadi generasi emas, sehingga perjuangan akan terus estafet tanpa putus.

Kedua, menumbuhkan keimanan yang kuat dan berakar, sehingga ia dalam perkembangannya senantiasa tumbuh dewasa disertai kecintaannya terhadap Allah dan Rasul-Nya. Orang tua harus membacakan Sirah Nabawiyah serta Kisah Para Sahabat yang setia dalam perjuangan menegakan risalah islam. Juga mengenalkan tarikh-tarikh perjuangan Islam dari masa Khulafaurrasyidin hingga Ustmaniyah.

Ketiga, membina dan mengarahkan pemikiran generasi kita untuk belajar berfikir Islami yang mustannir. Sehingga ia akan menjadi pribadi (syakhsiyah) yang islami. Mengajarkan tentang syariat yang dibawa Rasulullah SAW lengkap dengan perintah dan larangannya. Sering mengajak ke majelis Ilmu cara bergaul dan berpakaian dengan benar serta belajar berdiskusi tentang keagamaan bersama rekan- rekannya. Kebiasaan inilah yang akan terpaut dalam dirinya hingga ia menjadi pemikir yang ulung dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan ghozwul fikr nya. 

Keempat, menanamkan dan mengajarkan tata cara berdakwah dan mengenalkan visi dan misi dari dakwah itu sendiri. Ia akan tumbuh sebagai seorang pengemban dakwah yang tak mampu digoyahkan keimanannya, tak mampu dikalahkan argumentasinya serta menjadi bahan rujukan setiap lingkungan sekitar maupun umat tatkala bertanya, dan mampu mengatasi problema setiap yang dihadapinya. 

Inilah yang harusnya dilakukan sebagai aktivitas penyelamatan generasi penerus perjuangan Islam. Karena dipundaknyalah kita mengharap segudang keberhasilan. Jika tidak segera dilakukan, maka mereka para generasi muda akan terjerembab dalam sistem jahiliyah kapitalis . Dan akan sangat sulit untuk mengembalikan mereka kepada pemikiran dan kebangkitan yang benar. 

Rasulullah SAW bersabda :

ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن

“Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al Hakim: 7679).

Hikmahnya adalah betapa pentingnya menyelamatkan generasi muda demi estafet perjuangan Islam. Dengan pendidikan yang berbasis dan beraqidah islami, tentu kita telah memberikan dan ikut andil dalam proses dan cita -cita besar Umat Islam yakni "isti'nafiil hayatil islam". 

Wallahu A'lam Bishowab