-->

Insfrastruktur Yang Di Bangun Ala Sistem Kapitalisme

Insfrastruktur Yang Di Bangun Ala Sistem Kapitalisme

Oleh : Sumarini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Anggaran tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang diusung Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

“Anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2026 ini ada sebesar Rp1.372.497.925.000. Anggaran ini dibagi untuk program PHTC, dukungan program Proyek Strategis Daerah (PSD) dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (26/5/2026)

Angka yang cukup fantastik, Anggaran yang digelontorkan oleh Gubernur Sumatera Utara yaitu Bapak Bobby nasution ini rencananya akan direalisasikan untuk pembangunan Insfrastruktur berupa jalan, jembatan dan penanganan insfrastruktur pasca bencana di berbagai wilayah. 
Berikut rincian Alokasi dana yang diperkirakan untuk program pembangunan infrastruktur seperti yang telah disebut kan diatas antara lain yaitu 1. Pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan strategis Rp. 672.22 miliar       
          2. Pembukaan jalan penghubung wilayah terisolir dan kawasan strategis Rp. 320.2 miliar
           3.Penanganan Insfrastruktur pasca bencana dan afirmasi kepulauan Nias Rp. 137 miliar. 4.Dukungan program proyek strategis daerah (PSD) hingga sisanya untuk merampungkan total pembangunan 141 jalan pada tahun ini. 

Namun belajar dari yang sudah sudah terbukti rincian selalu tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan dan ini sudah terbiasa terjadi disistem hari ini, besarnya dana yang dikeluarkan namun fakta nyata yang kita lihat dilapangan, pembangunan insfrastruktur hari ini sering memakan korban, jalan yang baru dibangun hanya bertahan beberapa tahun, bahkan ada yang belum sampai setahun sudah kembali rusak, belum lagi gedung sekolah yang tak sedikit roboh akibat pondasinya yang tak cukup kuat, dan masih banyak macam insfrastruktur hari ini yang begitu rentan akibat dana yang dikorupsi oleh para pemegang tender yang disistem hari ini saling berebut demi mendapatkan keuntungan dari setiap pembangunan insfrastruktur, hingga tidak lagi perduli dengan hasil dari yang mereka kerjakan. Namun yang mereka kejar hanyalah bagaimana dengan modal yang sedikit bisa meraih keuntungan yang besar. 

Demikian yang kerap terjadi hari ini, kapitalisme selalu saja identik dengan kerusakan. Bagaimana bisa , sebab sekali lagi ditegaskan bahwa tujuan mereka bukan lah mengemban amanah namun hanya ingin meraih kepentingan semata. Manusia bukan lagi merupakan hal yang paling utama, memprioritaskan Insfrastruktur seperti jalan, jembatan dan yang lainnya adalah untuk memudahkan segala urusan manusia, sehingga keamanan sampai keselamatan para pengguna jalan juga menjadi penting untuk dipikirkan. Namun itu tak akan terjadi hari ini.  

Demikian selalu proyek yang dibangun oleh kapitalisme, model 3 tahun rusak dan selalu berulang terus-menerus begitu. Membangun jalan manusia setelahnya, kriminalitas di mana mana, fisik oke moral nya runtuh. Dan inilah yang terjadi hari ini. Bagaimana jika kita bandingkan dengan Islam ketika membangun Infrastruktur sungguh luar biasa.. 
Kekhalifahan Islam meninggalkan jejak infrastruktur monumental yang menjadi pionir peradaban dunia, seperti pembangunan tata kota terpadu, saluran irigasi, dan jembatan. Peran perempuan (muslimah) juga tercatat gemilang; tokoh sejarah seperti Zubaida binti Jafar (istri Khalifah Harun al-Rasyid) berjasa mendanai pembangunan infrastruktur vital.Jejak Infrastruktur dan Peran MuslimahPembangunan Kota dan Fasilitas Publik (Baghdad): Pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, pembangunan ibu kota Baghdad dirancang sebagai kota modern terpadu. Di dalamnya terdapat jaringan irigasi, pabrik, ruang terbuka hijau, sekolah, hingga pemandian umum dan pengolahan sampah, yang semuanya dapat dijangkau dengan mudah oleh warganya.Sistem Air Bersih (Zubaida Trail): Salah satu bukti sumbangsih muslimah di bidang infrastruktur adalah proyek legendaris Zubaida binti Jafar. Ia membangun sistem saluran air raksasa yang membentang sepanjang rute Makkah hingga Irak (dikenal sebagai Darb Zubaydah) untuk menyediakan air bersih bagi para jemaah haji.Jaringan Jalan dan Jembatan: Untuk mendukung mobilitas, para insinyur Muslim membangun jalan batu dan jembatan. Inovasi seperti jembatan ponton di atas Sungai Tigris turut dibangun untuk memperlancar jalur perdagangan dan transportasi.Rumah Sakit dan Pendidikan: Di bidang sosial, infrastruktur kesehatan dan pendidikan dikembangkan secara gratis untuk rakyat. Contohnya adalah pendirian Rumah Sakit Damaskus (dibangun oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik) dan Universitas Al-Mustansiriyah di Baghdad.Kejayaan di Andalusia (Spanyol): Bukti kemajuan tata kota juga terlihat jelas di Cordoba. Kala itu, kota dilengkapi dengan ratusan masjid, jalan beraspal, fasilitas pemandian umum, dan penerangan jalan.Kajian dan analisis terkait kejayaan masa lalu ini kerap menjadi sorotan dalam diskusi sejarah peradaban Islam, yang juga sering dibahas oleh platform edukasi muslimah seperti Muslimah Times mengenai kesejahteraan dan tata kelola di era Khilafah.

Islam sudah punya contoh yang nyata dalam rangka pembangunan Insfrastruktur dan bisa kita ikuti jejaknya hingga catatan sejarah tidak bisa untuk memungkiri nya bahwa apapun itu ketika islam yang dijadikan standart dalam rangka mengambil keputusan, maka InsyaAllah akan menjadikan sesuatu itu menjadi baik hasil nya. 

Hari ini Islam tidak dipakai dalam rangka apapun, baik itu dalam ranah politik, hukum, hingga dalam pembangunan insfrastruktur dan juga kehidupan masyarakat nya semua di jauh kan dari Islam. Dan lihatlah semua berimbas pada kerusakan. Masih.. Bisa bilang bahwa ini semua bukan sebab islam yang tidak kita jadikan solusi, lalu apa.....!! 
Mulai lah untuk mau duduk, mendengar bahwa sumber dari segala sumber permasalahan saat ini adalah ketika kita terus mempertahankan sistem hari ini dengan segala kerusakan nya dan   mau bersama menggantikan nya dengan sistem Islam. Aqidah islam yang akan membentuk dengan sendirinya manusia untuk takut dengan Allah hingga tidak akan ada lagi orang orang yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai mana hari ini. Setiap kita hanya akan melakukan aktivitas yang itu sebab karena Allah dan juga mengharapkan ridhonya Allah, bukan yang lain... 
Wallahu a' lam bishawab.