-->

Aspal Hitam Yang Berulang, Proyek Kapitalis Yang Menggiurkan

Aspal Hitam Yang Berulang, Proyek Kapitalis Yang Menggiurkan

Oleh. Susi Ummu Musa

Pembangunan infrastruktur itu salah satu proyek pemerintah yang membantu memajukan daerah, pembuatan jalan yang menjadi lancar, jembatan penghubung yang kokoh dan sarana umum lainnya untuk kebutuhan rakyat. 
Seperti yang akan diadakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada tahun 2026. Anggaran tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pembangunan Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI) yang diusung Gubernur Sumut, Bobby Nasution.

Anggaran ini dibagi untuk program PHTC, dukungan program Proyek Strategis Daerah (PSD) dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut, Chandra Dalimunthe, dalam konferensi pers yang diadakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (26/5/2026).

Kita tahu bahwa proyek jalan kerap menjadi problematik yang sering dituntut oleh rakyat karena pembangunan yang asal asalan, asal mulus yang penting laporan jalan begitu seterusnya, bukan kualitas tapi materi yang selalu dan selalu diutamakan. Fakta didaerah juga sama belum lama aspal hitam dilalui selang beberapa bulan  sudah rusak lagi begitulah jika proyek dikerjakan hanya memikirkan keuntungan.
Proyek yang memakan dana hingga triliunan hanya ambisi para koruptor dan pengusaha, diatas mulusnya aspal yang dilalui itu dia berjalan tanpa ada perasaan berdosa. 

Begitupun Gubernur yang selalu sibuk dengan urusan insfrastruktur tapi lupa ada pembegal yang dengan lihainya memburu korban, narkoba yang merajalela, judol dan pinjol yang menjerat rakyat Sumatera hingga rusaknya mental remaja, aksi tawuran dan masih banyak permasalahan komplek lain yang harus diurus Gubernur Sumut ini. 

Jika pemprov sumut akan melakukan perbaikan jalan sepanjang 141 km dengan anggaran 1,3 triliun maka sepanjang itu juga permasalahan lain yang belum kelar untuk diselesaikan di Sumut ini. 

Semua akan masih dalam kondisi yang sama dan berulang jika masih menjadikan sistem kapitalisme sekuler sebagai aturan kehidupan. 
Rakyat akan tetap hidup dalam kondisi seperti saat ini menikmati insfrastruktur tapi 3 bulan hancur. 

Wallahu a'lam bissawab