-->

Pelajar Kok Tawuran?


Oleh : Kanti Rahayu (Aliansi Penulis Rindu Islam)

Anak SMP Negeri semara terluka parah tekena celurit, akibat tawuran yang di lakukan antar pelajar, Menurut penjelasan kapolsek ngaliyan perkelahian tersebut dilakukan di atas jembatan Wonosari di desa setempat pada jam 18.00 pada hari kamis 7/5 mei 2026. Dilansir Radar Semarang.

Setiap tahap 2 mei di peringati hari pendidikan tapi nampaknya itu hanya sebuah seremonial belaka, Buktinya masih sering kita mendengar tentang perkelahian antara pelajar. Sebenarnya masalah perkelahian antar murid, penghinaan terhadap guru itu sering terjadi di dunia pendidikan saat ini, Tapi tidak semua terekspos oleh media dan para korban juga tidak berani bicara, karena mereka juga takut ketika mereka bicara hukum tidak bisa melindunginya.

Apa lagi ketika pelaku kekerasan itu di lakukan oleh seorang guru maka hancurlah moral anak didik itu. Masalah ini, tidak bisa kita itu menanggapinya dengan emosi tapi kita itu harus bisa berfikir secara mendalam. Kenapa masalah seperti ini selalu terjadi antar pelajar .hal ini tidak boleh hanya menyalakan kesalahan pada anak saja, Tapi kita harus bisa menganalisa dari segi sistem pendidikannya, lingkungannya karena itu yang membentuk pola sikap anak anak.

Masalahnya, sistem pendidikan sekarang hanya untuk mendapat nilai terbaik, tapi anak anak kehilangan moralitas dan spiritual saja, maka anak anak didik mempunyai kepintaran tapi mereka tidak tahu bagaimana mengelola emosinya.bahkan di lingkungan pondok pesantren anak anak cuma di ajarkan tentang teori semata dan tidak menyentuh bagaimana cara mempunyai kepribadian yang baik

Sebenarnya banyak faktor yang mempengaruhi anak anak seperti itu diantaranya karena pengaruh media dan lingkungan dan tidak ada pengawasan yang tersistem tentang hal ini. Maka ketika anak anak dan para siswa terpapar konten tentang kekerasan atau pelecehan seksual tapi mereka tidak di bentengi dengan kontrol yang baik dari si anak itu, maka masalah seperti ini yang terjadi.

Banyak cara sudah di lakukan tapi belum juga berhasil mengatasi masalah perkelahian antar siswa, pelecehan yang di alami siswa, penghinaan terhadap guru, di tambah dengan lambatnya proses hukum dan berbelit Belit, ini yang membuat masalah seperti ini sering terjadi..

Kalau kita lihat fakta sekarang terjadi perubahan arah pandang dunia pendidikan kita saat ini, da perubahan pandangan terhadap guru saat ini, sekolah hanya di manfaatkan untuk mendapat nilai yang baik dan lulus supaya bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Fungsi sekolah dan guru hanya sebagai alat untuk mendapat apa yang di inginkan. Sebenarnya masalah seperti ini adalah buah dari penerapan sistem sekuler kapitalis yang di anut sekarang. Situasi ini adalah alaram bahwa dunia pendidikan saat ini tidak baik baik saja, maka wajar kalau tanda tanya diantara kita, kemana sebenarnya arah pendidikan sekarang?

Sebenarnya masalah dunia pendidikan saat ini tidak lepas dari penerapan sistem kapitalis yang diterapkan negara. Maka dari itu peringatan hari pendidikan ini seharusnya kita jadikan intropeksi bersama, untuk memperbaiki sistem pendidikan saat ini.supaya dunia pendidikan tidak kehilangan arah pandangnya.maka dari itu untuk perbaiki dunia pendidikan saat ini kita butuh suatu sistem yang mampu menyelesaikan akar dari masalah pendidikan saat ini, yaitu sistem Islam.

Sistem Islam melihat pendidikan itu tujuannya bukan untuk mendapat juara kelas atau pekerjaan yang baik dengan gaji tinggi, Tapi ada tujuan yang tebih tinggi dari itu yaitu untuk mendapatkan Ridho dari Allah. Maka dari itu sistem pendidikan Islam tujuan utamanya adalah membentuk pola pikir Islam dan sikap islam yang berlandaskan pada Aqidah islam.kalau ke dua hal ini sudah ada di hati dan pemikiran anak didik maka masalah yang lain bisa sangat mudah untuk di arahkan. Sistem Islam melihat pendidikan itu tujuannya bukan untuk mendapat juara kelas atau pekerjaan yang baik dengan gaji tinggi, Tapi ada tujuan yang tebih tinggi dari itu yaitu untuk mendapatkan Ridho dari Allah.

Maka dari itu sistem pendidikan Islam tujuan utamanya adalah membentuk pola pikir Islam dan sikap islam yang berlandaskan pada Aqidah islam.kalau ke dua hal ini sudah ada di hati dan pemikiran anak didik maka masalah yang lain bisa sangat mudah untuk di arahkan.

Sedangkan fungsi negara di dalam sistem Islam adalah sebagai penggung jawab yang pertama, negara akan menyiapkan kurikulum seperti adminitrasi, hukum, tekni dan semua itu tidak keluar dari shaqofah Islam dan memenuhi setiap apa apa yang di butuhkan oleh pendidikan, seperti sarana gedung, tranportasi alat penelitian. Maka sistem Islam akan menyiapkan langkah langkah yang penting supaya anak didik mempunyai saksyiyahIslam yang utuh. 1, Aqidah Islam di jadikan landasan dalam mendidik anak anak dan tidak memisahkan antara kurikulum umum dan agama dan setiap mata pelajaran anak anak di tanamkan tentang adab.. menghargai guru adalah bagian dari pembelajaran islam shaqofah

Kedua, menjadikan akidah Islam sebagai landasan utama pendidikan, bukan sekadar pelengkap kurikulum. Islam menolak dikotomi antara “ilmu agama” dan “ilmu umum”. Dikotomi sekuler seperti ini justru melahirkan kekosongan nilai dalam penguasaan ilmu modern sehingga kecerdasan tidak diimbangi dengan adab. Sebaliknya, pendidikan Islam menuntut integrasi nilai akidah dalam seluruh mata pelajaran dan aktivitas pendidikan.

Ke dua, Karena dalam pendidikan Islam guru itu harus di hargai dan di sejahterakan dari segi materi supaya guru tidak memiliki rasa khawatir dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan fokus dalam mendidik anak anak.

Ke tiga, pendidikan dalam Islam negara mempunyai kekuasaan penuh dalam mengawasi dan mengatur kurikulum pendidikan agar tidak keluar dari Aqidah Islam. Karena Islam mempunyai sejarah, ketika pendidikan yang dilandaskan pada akidah maka akan bisa membangungun peradaban besar, bahkan dari pendidikan Islam mampu melahirkan para ahli ilmu di bidang sains dan filsafat tapi juga mempunyai adab yang tinggi.

Dan di dalam sistem pendidikan Islam guru di hargai bukan karena jabatannya, Tapi anak anak memiliki kesadaran guru adalah orang ke dua yang harus di hormati setelah orang tuanya dan semua itu adalah karena murid memiliki rasa takut pada Allah.

Masalah tindak kekerasan yang di lakukan murid terhadap temanya, murid menghina guru dan guru menyiksa murid tidak akan ada jika di terapkan sistem pendidikan Islam. Semua masalah yang terjadi adalah karena ada kesalahan dalam pendidikan sistem kapitalis saat ini. Maka dari itu kalau kita mau anak anak kita mempunyai aklaq yang mulia dan adab yang baik. Maka kita harus kembali pada sistem Islam.

Tapi untuk bisa kembali pada sistem Islam kita butuh perjuangan untuk menyadarkan umat lewat dakwah ideologi Islam karena hanya dengan dakwah ideologi Islam umat memiliki kesadaran bahwa tengahnya khilafah adalah suatu keharusan yang harus di lakukan oleh umat Islam.