Jalur Gaza Saksi Syahidnya Ratusan Jurnalis Terbaik
Oleh. Susi Ummu Musa
Allah SWT berfirman:
وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Artinya;
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. [Ali Imran/3: 169]
Seperti itulah gambaran para syuhada yang membela agama Allah mereka penduduk Gaza dan pejuang media yang telah syahid telah menang dijalan Allah SWT, apa yang kita khawatir kan dengan kematian mereka justru kitalah yang seharusnya khawatir mau disaat apa kita mati nanti.
Jalur Gaza menjadi pusat banyaknya korban yang gugur para jurnalis yang seharusnya mendapatkan perlindungan ternyata dilanggar oleh Zionis laknatullah itu, dilansir dari New York (ANTARA) -
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa Jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis.
Lewat sebuah unggahan di X yang menandai Hari Kebebasan Pers Dunia, badan PBB itu mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata dan bukan hanya sekadar menyampaikan kecaman dan solidaritas.
Pihaknya menekankan pentingnya akuntabilitas, perlindungan bagi jurnalis serta memastikan akses independen bagi media Internasional.
Sementara itu, Kepala HAM PBB Volker Türk mengatakan perang yang hingga kini masih berlangsung di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.
OHCHR telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza.
Selain itu, sejumlah besar jurnalis juga mengalami luka selama melakukan peliputan di wilayah kantong tersebut, katanya.
Kebiadaban Zionis sungguh tidak bisa ditolerir lagi meski dunia sudah mengecamnya namun itu belum cukup, upaya yang telah dilakukan sejumlah negara belum bisa menghentikan serangan ke Gaza.
Militer Israel terus melanjutkan serangan udara dan artileri di Jalur Gaza hingga Mei 2026, menargetkan berbagai wilayah termasuk kamp pengungsian dan pemukiman. Konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah menyebabkan kehancuran masif, dengan total korban tewas melebihi 72.000 jiwa dan ratusan ribu lainnya terluka.
Para jurnalis terbaik satu persatu gugur dengan rekaman terbaik mereka tanpa mereka kita tidak akan bisa melihat kondisi perang disana seperti apa, saat itulah laporan laporan yang mereka unggah menjadi senjata bagi dunia bahwa siapa sebenarnya yang biadab, dari para jurnalis lah dunia membela Palestina dan tahu siapa dibalik itu ternyata Amerika adalah sekutunya.
Jalur Gaza adalah saksi perjuangan para jurnalis dalam menyampaikan berita, banyak kisah dan tantangan yang mereka hadapi.
Berikut adalah beberapa kisah jurnalis Gaza yang wafat berdasarkan laporan:
Saleh Aljafarawi (28):
Dikenal karena menyiarkan langsung situasi kemanusiaan dari jalanan Gaza, ia dilaporkan tewas ditembak di lingkungan Sabra, Kota Gaza pada Oktober 2025. Rekaman menunjukkan jenazahnya mengenakan rompi "pers".
Anas al-Sharif (28):
Jurnalis Al Jazeera yang tewas dalam serangan udara di dekat RS Al-Shifa pada Agustus 2025 bersama rekan-rekannya. Ia dikenal aktif melaporkan kondisi Gaza.
Shireen Abu Akleh:
Warga negara AS-Palestina dan jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak pada Mei 2022 saat meliput di lapangan.
Jurnalis Lainnya: Beberapa jurnalis lepas dan reporter juga gugur, termasuk Mohammed Salama, Hussam al-Masri, Mariam Abu Daqqa, Ahmed Abu Aziz, dan Moaz Abu Taha.
Para jurnalis ini tetap bertugas di tengah konflik, menjadikan mereka saksi hidup yang menyiarkan realitas perang dari dekat.
Sampai saat ini perang belum juga usai meski dunia telah melakukan upaya hukum secara internasional, maka satu satunya cara yakni dengan tegakknya khilafah konflik Israel dan Palestina akan berakhir. Andai saja para penguasa negeri Islam berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw dan mereka melakukan hal-hal berikut:
Pertama, menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu perbatasannya dengan Palestina.
Kedua, Negara Israel harus dihapus sebagaimana Rasulullah saw. mengusir orang-orang Yahudi dari semenanjung Arab.
Ketiga, para penguasa negeri Islam seharusnya meninggalkan sistem jahiliah saat ini dengan cara menerapkan syariah Islam secara total dalam institusi Khilafah.
Keempat, para penguasa Muslim dan umat Islam harus keluar dari penjara besar sistem kapitalis-imperialis pimpinan AS dan sekutunya.
Wallahu a lam bissawab

Posting Komentar