-->

Gaza Terus Diserang, Dihancurkan, Diblokade, Urgensi Tegaknya Perisai Umat Islam


Oleh : Anisyah Hapsari

Jakarta, CNBC.Indonesia - Pemerintah Jerman dan Italia melayangkan teguran keras kepada Israel untuk menghormati hukum internasional dan menahan diri dari "tindakan tidak bertanggung''. Kecaman ini muncul setelah pasukan angkatan laut Israel mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan (flotilla) yang sedang menuju Gaza di perairan internasional. 

Dilansir dari Anadolu, pada Kamis (30/04), Jerman dan Italia memberikan pernyataan peringatan kepada Israel akan kewajibannya di bawah hukum internasional.

"Kami menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional yang berlaku dan menahan diri dari tindakan yang tidak bertanggung jawab. Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan warga negara kami, sejalan dengan hukum internasional kemanusiaan," bunyi pernyataan Jerman dan Italia. 

Jerman dan Italia juga menegaskan kembali dukungan mereka terhadap upaya komunitas internasional dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza sesuai dengan standar hukum yang berlaku. 

Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa pasukannya telah mencegat dan menyita lebih dari 20 kapal dari Global Sumud Flotilla. Insiden ini terjadi di Laut Mediterania, dekat Pulau Kreta, Yunani dimana lokasi tersebut berjarak ratusan mil laut (lebihdari1.000 KM) dari daratan Israel. Sekitar 175 aktivis yang berada di atas kapal dilaporkan telah ditahan oleh pihak Israel. 

Flotilla membawa bantuan kemanusiaan dan berangkat dua minggu yang lalu dari Sisilia, Italia. 

Awalnya, terdapat total 58 kapal yang bertujuan untuk menembus blokade panjang Israel atas Gaza. Israel telah menerapkan blokade ketat terhadap jalur Gaza sejak tahun 2007,yang mana menempatkan sekitar 2,4 juta penduduk Gaza di ambang kelaparan. 

Krisis ini semakin memburuk setelah tentara Israel meluncurkan serangan brutal selama dua tahun terakhir sejak Oktober 2023. Hingga kini, konflik tersebut telah menelan lebih dari 72.000 korban jiwa, melukai lebih dari 172.000 orang, dan menyebabkan kehancuran masif di seluruh wilayah Gaza. 

Dari kejadian penahanan aktivis Flotilla yang di lakukan oleh Zionis menunjukkan bukti nyata bahwa hukum - hukum internasional yang dibuat dan diterapkan tidak mampu menghentikan aksi Zionis memblokade Gaza. Seperti yang kita tau Zionis selalu melabeli teroris setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina, hal itu dilakukan semata mata untuk melegitimasi agresi brutal yang dilakukan terhadap rakyat Palestina. 

Fakta Miris

Kita juga diperlihatkan tidak ada satupun negara-negara muslim yang mengirimkan angkatan laut nya untuk mengawal kapal-kapal tersebut. Padahal banyak aktivis yang ikut dalam Flotilla bukan dari kalangan muslim, seharusnya itu menjadi tamparan yang nyata. 

Rasulullah SAW bersabda bahwasanya sesama muslim layaknya satu tubuh, apabila ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh lainnya ikut merasakan sakitnya. Jadi apabila ada saudara muslim yang sedang dalam keadaan terzolimi seharusnya kita ikut merasakannya. Namun hal itu tidak terjadi di jaman sekarang ini, dimana setiap pemimpin negara-negara muslim sibuk dengan urusan negaranya masing-masing. Inilah dampak dari adanya sistem nation state (sekat-sekatnasionalme) yang tidak dirancang untuk melindungi umat Islam, tetapi menjaga eksistensi Zionis. 

Dari segi individunya juga tak kalah miris, dari awal terjadi Thufan Al - Aqsa yang mana peristiwa tersebut membuka tabir yang selama ini Zionis bangun untuk menutupi kekejaman mereka. Sekarang banyak orang yang mulai melupakan atau bahkan meninggalkan segala upaya yang dulu mereka lakukan untuk dapat membantu saudara kita di Palestina. Hal itu wajar terjadi karena apa yang setiap individu lakukan hanya atas dasar rasa kemanusiaan yang mana itu dapat hilang apabila rasa empatinya hilang, lain halnya kalau dilakukan atas dasar aqidah akan terus tumbuh selama saudara kita masih terjajah. 

Butuh solusi yang tuntas untuk menyelesaikan persoalan Palestina yang mampu menyelesaikannya, bukan sekedar hanya menggerakkan para aktivis kemanusiaan namun mampu menggerakkan negara-negara muslim seluruh dunia. 

Solusi Hakiki

Penjajahan Zionis terhadap Palestina hanya mampu diselesaikan dengan adanya negara yang berdiri berlandaskan aqidah Islam, yakni Khilafah. Khilafah akan menjadi Junnah (pelindung) bagi siapa saja yang bernaung dibawahnya. Khalifah (pemimpin dalam Khilafah) akan menyelesaikan persoalan Palestina dilakukan sesuai dengan syariat saja, yaitu dengan jihad atau berperang. 

Kepemimpinan dibawah Khilafah akan memobilisasi kekuatan umat Islam secara penuh untuk melawan segala bentuk penjajahan, sehingga umat Islam dapat merasakan hidup yang aman, sejahtera, dan jauh dari segala bentuk penjajahan. 

Tegaknya Kepemimpinan Islam adalah kewajiban setiap muslim. Umat harus berjuang dengan sepenuh hati untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah dengan ikut bergabung dalam kelompok dakwah Islam ideologis yang solid dan terorganisir dengan baik yang mampu mengarahkan umat untuk berjuang dengan penuh kesadaran dan komitmen, serta meneladani jalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. 

Wallahu'alam bishawab