-->

Judi Online Sumber Malapetaka


Oleh : Dinda Kusuma W T 

Judi adalah salah satu kemaksiatan tertua dalam peradaban manusia. Bisa dikatakan gambaran keserakahan ketika tidak diatur oleh aturan Sang Pencipta. Mirisnya, modernisasi ternyata tidak merubah perilaku manusia. Perjudian modern, yang sering disebut judi online, kian merebak merajalela di Indonesia. 

Ironisnya lagi, judol pun telah merasuki generasi muda. Potensi mereka yang harusnya bisa dimaksimalkan untuk kemajuan negara, malah pupus. Usia yang mestinya adalah masa produktif malah menjadi sumber petaka. 

Dilansir dari antaranews.com, Kasat Reskrim Polres Lahat Muhammad Ridho Pradani mengungkapkan telah menangkap seorang pelaku pembunuhan keji berinisial AF (23) yang nekat menghabisi nyawa ibunya karena emosi setelah permintaannya untuk diberikan uang tidak dipenuhi. Korban diketahui berinisial SA (63), yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah potongan tubuhnya dikuburkan di sebuah kebun di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang. “Motif sementara karena pelaku kesal tidak diberi uang untuk bermain judi daring,” katanya (antaranews.com, 09/04/2026).

Judi, adalah salah satu penyakit masyarakat yang harus diberantas. Berangkat dari perasaan "bosan miskin" dan ingin kaya secara instan. Judol dilirik sebagai jalan pintas termudah. Kerusakan akibat perjudian tidaklah main-main. Seseorang yang sudah terlanjur kecanduan judi, ia akan menjadi orang yang malas, enggan bekerja karena merasa bisa mendapat uang dengan mudah melalui judi. Tak jarang orang yang telah kecanduan judi hingga hartanya habis, berujung pada depresi dan bunuh diri. 

Selain itu, dari perjudian bisa berujung pada tindakan-tindakan kriminal seperti pencurian, perampokan, perkelahian, bahkan pembunuhan. Sembuh dari rasa kecanduan judipun bukan hal yang mudah. Ketika seseorang telah merasakan sekali saja keuntungan dari berjudi, akan sangat sulit baginya menolak rasa ingin berjudi untuk kali berikutnya. Maka judi benar-benar sebuah petaka yang bisa menghancurkan individu, masyarakat, dan pada akhirnya menghancurkan sebuah bangsa. 

Maka sangat miris ketika pemuda yang menjadi harapan masa depan bangsa, terjerat judol bahkan tega membunuh ibunya sendiri karena kecanduan judolnya. Sungguh ini adalah level kerusakan masyarakat yang sangat memilukan.  

Pada dasarnya, keseriusan persoalan judol sudah benar-benar terpampang didepan mata. Namun, keseriusan pemerintah untuk mengatasi hal ini masih sangat samar. Alih-alih memberantas, aparat negara yang seharusnya menjadi pelindung untuk masyarakat justru juga terlibat judol bahkan ada yang menjadi backing mafia judol. Bukan rahasia bahwa tak sedikit oknum aparatur negara berada dibalik maraknya judol ini.

Lihatlah, iklan judol yang sering muncul disetiap media digital. Banyak pasang mata yang tertarik pada iklan tersebut dari gadget mereka. Meski awalnya tidak ada niat, namun iklan judol seringkali disetting sedemikian rupa hingga para peselancar dunia maya masuk otomatis kedalam situs judol. Banyak yang awalnya coba-coba, kemudian menang sekali, penasaran dan jatuh pada kecanduan.

Satu-satunya sistem kehidupan yang bisa memberantas perjudian adalah sistem kehidupan islam. Yaitu dengan penerapan sistem Islam Kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiah. Disana jelas Islam telah mengharamkan judi secara mutlak.

Islam adalah mabda atau ideologi yang tidak hanya mengatur cara peribadatan, tapi juga mengatur seluruh tata kehidupanan manusia. Mulai dari skala individu, masyarakat hingga pengelolaan negara. Islam sangat jelas melarang perjudian apapun bentuknya. Tidak ada kompromi sedikitpun terhadap para pelaku judi.

Islam akan membentengi individu dengan ketakwaan yang hakiki. Islam pun akan menerapkan peraturannya pada seluruh aspek kehidupan contohnya melalui ilmu pendidikan yang terintegrasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Selain itu, negara bersistem Islam sangat memperhatikan kewajibannya meri'ayah seluruh rakyat. Semua kebutuhan pokok dipenuhi dengan baik sehingga tidak ada celah bagi setiap individu untuk melirik perjudian. Demikianlah Islam jika diterapkan akan menjadi solusi dan memberi berkah bagi seluruh umat manusia. Wallahu a'lam bishsawab.