-->

Rutinitas Problem Mudik Lebaran dan Urbanisasi bukti Masalah Pada Sistemik


Oleh : Dewi Poncowati
Aktivis Muslimah Peduli Generasi

Mudik hari raya Idul Fitri merupakan agenda tahunan bagi jutaan umat muslim di Indonesia. Jika memandang dari aspek sosial budaya, momen ini adalah momen berkumpul bersama keluarga, halal bi halal teman sekampung halaman, ziarah kubur dan liburan keluarga. Namun sangat disayangkan di momen mudik dan arus balik kemacetan dan kecelakaan juga bagian dari permasalahan rutin yang dihadapi oleh jutaan masyarakat. Fakta berita online www.metronews.com berhasil diliput bahwa arus mudik meningkat pada jalur selatan Nagreg. Khususnya Kawasan Cicalengka merupakan titik kemacetan yang parah sepanjang 5 KM dengan lonjakan kendaraan mencapai 190 ribu.

Seperti biasa Departemen Perhubungan dan Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di titik rawan macet dengan pengaturan intensif sistem buka tutup jalur. Upaya pemerintah memfasilitasi infrastruktur dengan penyediaan pelebaran jalan seperti jalan tol belum menjadi solusi. Faktor permasalahannya masih sama dari tahun tahun sebelumnya kemacetan dengan antrian panjang pada jalan keluar tol. Lonjakan kendaraan pribadi dan transportasi umum dengan Kondisi jalan yang menyempit. 

Selain kemacetan, kecelakaan lalu lintas menjadi permasalahan yang harus dibenahi. Pemerintah harus meningkatkan penyediaan infrastruktur yang aman. Keselamatan para pemudik harus menjadi yang utama. Saat ini kondisi jalan rusak berlubang pada jalur mudik bukti ketidaksiapan pemerintah dan menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas, terutama kendaraan roda dua dan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Fakta berita online www.kumparan.com kecelakaan maut terjadi pada kamis pagi menewaskan 4 orang dari sebuah mini bus Toyota Calya dengan bus Agra Mas di tol Pejagan Pemalang KM 290 tepatnya kecamatan Suradadi, Tegal.

Polres Tegal Bayu menegaskan untuk mencegah kecelakaan para pengguna jalan juga harus disiplin memperhatikan kondisi fisik kendaraan dan kondisi pengendara harus tetap prima, menghimbau untuk istirahat ketika merasa lelah serta menghindari mengendarai kendaraan dengan ugal ugalan dan tetap mengikuti aturan marka jalan. Namun keselamatan pemudik tidak ditentukan dengan pematuhan aturan lalu lintas tetapi kualitas jalan yang aman tetap menjadi prioritas. Fakta Data kecelakaan terjadi karena beberapa faktor, Korlantas Ipda Hanny Neno mengungkapkan jumlah kecelakaan saat mudik setiap tahun mengalami peningkatan. Arus mudik lebaran tahun 2026 naik 1,97%.

Pada tahun 2026 angka korban jiwa mengalami penurunan dengan data Korban meninggal menurun 13,5%, luka berat naik 9,4% dan luka ringan naik 19,63%. Pada ruas tol daerah Subang, Jawa Barat sebanyak 22 kecelakaan, Bogor pada tol Jagorawi 2 kali kecelakaan, dihimpun selama periode 13-19 Maret 2026. Sementara fakta berita online Kompas.com tercatat 173 kejadian kecelakaan lalu lintas diantaranya 29 orang meninggal dunia dan70 orang mengalami luka berat serta 505 orang luka ringan dengan kerugian material sekitar lebih dari 1 miliar. Berhasil diliput pada Rabu, 18 Maret 2026 oleh Juru Bicara Operasi Ketupat Kombes Marupa Sagala. 

Mengurai fakta berita berita online fenomena kemacetan dan kecelakaan pada mudik lebaran 2026 dan tahun tahun sebelumnya merupakan agenda tahunan yang harus dibenahi dengan serius. Kemacetan dan kecelakaan dengan mobilitas kendaraan pribadi meningkat tapi kurang siapnya infrastruktur jalan yang nyaman dan aman. Beberapa titik menyempit mengurai kemacetan dan jalan rusak kerap menimbulkan kecelakaan yang merengut jiwa. Dengan teknis sistem buka tutup untuk merekayasa bukanlah upaya yang tepat. Mobilitas kendaraan pribadi meningkat karena minimnya tranportasi umum yang nyaman dan murah. Mirisnya momen lebaran harga tiket transportasi mengalami lonjakan harga hingga 3 kali lipat. 

Tidak adanya kestabilan harga tiket transportasi, masyarakat akhirnya memilih roda dua menjadi alternatif bagi para pemudik. Sistem kapitalisme yang diterapkan di negara ini menjadi bukti bahwa negara abai dalam mengurus rakyat. Kondisi Infrastruktur jalan rusak dan tiket mudik lebaran yang mahal merupakan sistem kapitalisme memanfaatkan momen mudik lebaran. Solusi mudik gratis yang dicanangkan beberapa lembaga dan bekerja sama dengan pemerintah bukanlah solusi yang tepat. Keterbatasan armada transportasi dengan jumlah para pemudik yang lebih banyak. Pemudik yang banyak juga bukti tidak adanya pemerataan perekonomian antara di desa dan di kota.

Urbanisasi penduduk ke kota besar dari pedesaan demi Kehidupan dan pendapatan yang lebih baik. Pekerjaan yang menjanjikan untuk mencukupi kebutuhan nyatanya negara tidak dapat menyediakan lapangan pekerjaan secara merata dari kota hingga pedesaan. Negara hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan rakyat dipaksa untuk menjalankan roda perekonomian kapitalisme. Negara pada sistem kapitalisme bukanlah sebagai pelindung rakyat namun sebagai fasilitator dan regulator bagi para penguasa dan pemilik modal swasta. Ini menunjukan sistem yang salah menjadi akar masalah, maka sudah saatnya negara dan rakyat melakukan perubahan pada sistem yang menyolusi dalam berbagai aspek kehidupan.

Islam memandang bahwa individu bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dalam kitab Peraturan Hidup dalam Islam pada bab ke III, Kepemimpinan Berfikir dalam Islam, dalam kehidupan masyarakat yang majemuk perbedaan suku, bangsa dan agama. Maka dalam ideologi Islam butuh satu kesatuan pengikat keberpijakan pada akidah Islam yang melahirkan perasaan dan pemikiran Islam. Dari perasaan dan pemikiran pada masyarakat majemuk maka menimbulkan berbagai faktor pemasalahan cabang dan pada akhirnya masyarakat membutuhkan solusi yang solutif dan menentramkan jiwa. lslam hadir bukan sekedar agama tapi lengkap dengan seperangkat aturan yang bersumber dari Al Qur’an dan Assunah.

Dimana aturan Islam yang diterapkan dalam kehidupan ini dapat menyelesaikan berbagai problematika secara keseluruhan. Peraturan Islam hanya dapat diterapkan dalam institusi negara daulah khilafah. Khilafah memandang masyarakat dan negara adalah amanah yang harus dilindungi, diurus dan dibina. Negara memposisikan pemimpin sebagai Raa’in, dalam hadits Rasulullah saw: “Imam adalah raa’in (penjaga) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari). Dalam paradigma Islam hadist tersebut dijadikan standarnisasi kepemimpinan, memiliki jiwa ra’awiyah (pengurus). Dalam hadist Rasulullah Saw,"Setiap dari kalian adalah pemimpin dan tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya." (HR. Bukhari No. 2554 dan Muslim No. 1829). 

Dalam hal menyolusi perjalanan dan penyediaan transportasi negara wajib menjamin. Konsep Islam memandang sistem perekonomian Islam dapat mengelola dan mendistribusikan secara merata, khususnya sektor kepemilikan umum dalam hal ini sumber daya alam seperti tambang gas, minyak bumi, logam dan lain lain yang terkandung di dalamnya hasil dari itu semua masuk sebagai kas negara (Baitul Mal). Kas negara akan memenuhi seluruh kebutuhan rakyatnya. Infrastruktur dan transportasi adalah kepemenuhan kemaslahatan umat merupakan kebutuhan dasar. Negara akan memprioritaskan biaya murah, subsidi penuh dan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Infrastruktur dalam sistem Islam berfokus pada kemaslahatan umum sekolah, rumah sakit, jalanan dan fasilitas umum lainnya disediakan negara dengan pendanaan mandiri tanpa bantuan dari pihak asing dan tanpa sistem ribawi. Dirancang dengan tata Kelola wilayah dan lingkungan ekosistem berkelanjutan untuk masyarakat bukan untuk proyek para penguasa. Infrastruktur merupakan pilar pembangun peradaban secara global sebagai bagian dari perluasan dakwah Islam yang diemban oleh negara daulah khilafah.