-->

KONFLIK IRAN–AS, KEPENTINGAN SIAPA?


Oleh : Evi Derni S.Pd

Washington DC Iran menunjukkan diri lebih langsung dalam perang melawan AS dan Israel daripada yang diperkirakan Washington. Presiden AS Donald Trump pun memperkuat retorikanya "kami akan menghancurkan sepenuhnya rezim teroris Iran secara militer ekonomi dan dengan cara lain tulis presiden AS Donald Trump di platform online-nya truth social. Menurutnya angkatan laut Iran sudah lenyap, angkatan udaranya tidak lagi ada, sementara rudal drone dan semua persenjataan lainnya akan dihancurkan. Ia menyatakan para pemimpin Iran telah dihapus dari muka bumi. (detiknews, 14 Maret 2026).

Tewasnya dua tokoh Iran yang sangat luar biasa, bagi Amerika sendiri sudah mengatakan dari awal dia ingin mengambil kembali tanah mereka dan ini sudah dimunculkan bahwasanya Islam itu penjajah seolah-olah orang-orang Iran itu dijajah oleh Islam, dipersepsikan bahwasanya memunculkan kerajaan Persia, narasinya sampai ganti rezim, padahal itu adalah urusan negara orang atau urusan dalam negeri orang. Ketika, imperium Persia itu dibangkitkan lagi, ini ada kaitannya dengan akhir zaman. Dalam suatu hadis rasul yang membicarakan tentang hari kiamat, akan ada Dajjal yang membawa 70.000 Yahudi dari bani isfahan, Isfahan adalah kota di Iran. Andai dua orang ini adalah salah satu sains daripada peristiwa-peristiwa akan datang akan nyambung ke sana. Bisa jadi orang-orang Israel terus menguasai Iran kemudian mereka berkantor di Isfahan selanjutnya 70.000 pasukan kemudian akan pergi untuk menghadapi imam Mahdi dan bala tentaranya.

Sebelumnya, ada berita bahwa Israel akan mengerahkan 70.000 orang untuk take over ke Iran, apalagi sudah muncul anaknya Syahreza Pahlevi dan dia sudah pergi ke tembok ratapan karena secara sejarah Persia punya kedekatan dengan Israel, sampai revolusi Iran tahun 1979. Dua negara ini aman-aman saja di masa Syahreza Pahlevi. Dalam kepemimpinan Ayatullah khemeneii Iran tidak mau tunduk pada AS. Kita cuma bisa melihat di permukaan saja mengenai apa yang terjadi setelah ini kita berharap tidak sampai perang dunia walau sudah officially terjadi.

Banyak analisis yang menyatakan sebenarnya perang dunia sudah terjadi sebelum Trump ingin mengambil Greenland tapi belum officiali saja karena belum terjadi fireworks namun sekarang fireworks nya sudah ada bahwa kejadian Iran ini khemenei sudah menunjuk 5 orang pemimpin dan itu dirahasiakan sepertinya khemenei sudah mempelajari atau mengerti bahwa dia pasti akan mati dan memberi nasehat terutama setelah kasus Maduro. Maksudnya sepresisi itu Amerika dan secepat itu, dan ini jadi menakutkan bagi seluruh pemimpin dunia yang mau melawan jadi pergantian pemimpin itu dirahasiakan demi keamanan, maka perlawanan tidak akan hilang.

Analisis yang lain menyatakan bahwasanya Iran akan dikuasai dengan sebuah casualitis yang tidak ringan pada Amerika. Ketika itu terjadi Amerika kehilangan banyak sekali untuk kasus Iran ini karena Iran punya nuklir. Hasil daripada semua itu adalah munculnya penguasa baru di daerah Timur Tengah yang tidak punya kekang sama sekali (boneka). Israel akan menjadi satu-satunya penguasa di daerah itu, ketika itulah dia akan mewujudkan the great Israel. Kalau benar itu terjadi artinya kiamat sudah dekat dan sudah ada tanda-tandanya. Kita sebenarnya berhadapan dengan dua skenario besar, yang pertama Israel raya dan kedua Syiah Raya. Maka penting kita ingat apa yang dikabarkan oleh Alquran, bahwa orang Yahudi tidak akan ridho sampai engkau mengikuti Milah mereka. Basir mengatakan Milah itu satu agama, dua keyakinan, tiga itu pandangan hidup. karenanya kita tidak boleh mengambil mereka sebagai pelindung (penolong), siapa yang menjadikan mereka sebagai pelindung (penolong) dia adalah bagian dari mereka. Sebagai contoh nyata bergabungnya negeri-negeri kaum muslimin ke dalam dewan perdamaian yang dibentuk oleh Trump (BOP).

Karena itu umat Islam memang harus punya pikiran globalitas bahwa dengan satu negara Iran sudah begitu, terbayang kalau umat Islam bersatu dan kita tahu bahwa penguasa zalim, negara dikuasai jahiliyah hari ini, tidak bisa dikalahkan kecuali dengan kekuatan seimbang yaitu ketika umat Islam bersatu. Hanya dengan persatuan itulah maka seluruh potensi ekonomi, demografi, sains, teknologi kemudian politik, senjata, militer dan sebagainya, itu bisa dihimpun yaitu tegaknya kembali Izul Islam Wal Muslimin (khilafah Rasyidah al amin haj nubuwwah).

Allahu a’lam bishawab.