Tragedi Anak SD di NTT, Bagaimana Sistem Islam Menjamin Pendidikan Gratis
Oleh : Misita Mulia (Mahasiswa)
Seorang siswa kelas IV SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur, tewas gantung diri setelah diduga tak mampu membeli buku dan pena. Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan cermin retaknya sistem yang seharusnya menjamin hak-hak setiap anak. Diketahui sebelumnya, Korban YRB (10) dan siswa yang lain ditagih uang sekolah berkali-kali sebesar 1,2 juta per tahun, angka yang tidak kecil bagi keluarga yang kurang mampu.
Kisah pilu ini menunjukkan bahwa hak mendapatkan pendidikan gratis belum benar-benar dijamin. Sebagian besar biaya pendidikan masih ditanggung oleh siswa dan orang tua.
Biaya pendidikan yang semakin mahal dari tahun ke tahun memberikan tekanan tanggungjawab yang berat bagi orang tua saat ini. Khususnya bagi keluarga miskin dan kurang mampu. Tak jarang, banyak dari mereka memilih untuk putus sekolah dan memilih untuk membantu perekonomian keluarga. Karena tak mampu membayar biaya sekolah.
Bantuan biaya pendidikan oleh negara pun belum efektif. Beberapa bantuan salah sasaran, tidak sampai ke daerah pelosok, atau sulit diakses karena rumitnya administrasi. Sistem ini menunjukkan bahwa pendidikan, yang seharusnya menjadi hak dasar, masih menjadi beban bagi rakyat kecil.
Lalu, bagaimana solusi Islam?
Islam memandang pendidikan adalah hak dasar bagi setiap warga negara. Karena pendidikan merupakan jalan untuk membentuk generasi yang berilmu. Sehingga, negara menjamin hak pendidikan dan wajib memberikan akses pendidikan yang layak dan memadai bagi seluruh warga negaranya tanpa terbebani oleh biaya.
Hal ini dapat diwujudkan karena sistem negara dalam Islam memiliki sistem ekonomi yang kuat. Pembiayaan pendidikan diperoleh dari pos kepemilikan umum, Baitul Mal, yang diperoleh dari pengelolaan sumber daya alam oleh negara.
Tidak seperti sistem saat ini, sistem kapitalisme, yang menjadikan sumber daya alam yang dimiliki negara bebas dikapitalisasi dan diliberalisasikan oleh pihak swasta dan asing. Dampaknya, pendapatan dari sumber daya alam yang masuk ke kas negara minim. Akibatnya, beban negara pun dialihkan ke rakyat melalui pajak.
Rakyat hidup di negara yang penuh dengan sumber daya yang melimpah, namun hidup dalam kemiskinan.
Berbeda dengan sistem Islam, semua sumber daya alam dikelola sepenuhnya oleh negara. Hasilnya kemudian dialokasikan untuk kebutuhan rakyat, salah satunya pendidikan, sehingga setiap anak dapat mengakses sekolah tanpa dibebani biaya.
Pajak bukanlah pendapatan utama negara, karena pengelolaan sumber daya alam sudah cukup untuk mengisi kas negara.
Inilah solusi Islam dalam menjamin pendidikan. Negara yang bertanggung jawab atas rakyatnya, serta jelasnya sumber pemasukan negara sehingga rakyat tak perlu khawatir akan biaya pendidikan.

Posting Komentar