SISI GELAP KAPITALISME, KETIKA ANAK MENJADI TARGET PREDATOR
Oleh : Kanti Rahayu (Aliansi Penulis Rindu Islam)
Pemahaman rakyat dan lingkungan di mana anak anak tinggal masih rendah, terhadap bahayanya masalah child grooming. Lingkungan sekitar dan khususnya orang tua memahami itu bukan masalah kekerasan terhadap anak. Sebenarnya anak yang mengalami kekerasan psikologi akan mengalami trauma yang berkepanjangan, di sisi lain belum ada payung hukum yang tegas terhadap kasus child grooming ini, masalah ini baru ramai di bicarakan jika viral di media sosial baru para pakar memberi kan pendapatnya tapi belum ada yang mampu memberi solusi tentang kasus ini.
Kasus child grooming adalah kekerasan sikologi terhadap anak, anak yang mengalami masalah ini hampir tidak terdeteksi karena pelakunya biasanya orang terdekat dan di percayai oleh orang banyak seperti guru. Seperti baru baru ini yang terjadi di sukabumi yang di lakukan oleh oknum guru. Dilansir MetroTV 2/2/2026.
Menurut penjelasan Putu Elvina selaku Komisionel Komnas HAM pada kompas.com di Jakarta pada 2 februari 2026. Anak yang pernah mengalami child grooming akan mengalami trauma berkepanjangan, oleh karena itu kita harus menyembuhkan traumanya duluh tuturnya, soalnya ada yang nekad sampai melakukan bunuh diri.
Ramainya kasus child grooming saat ini itu bukan tanpa alasan, Tapi kalau kita sibuk nyari alasannya tentang masalah ini yang kelihatan cuma di atasnya saja, sedangkan akar masalahnya tidak tersentuh sama sekali. Sebenarnya kasus pelecehan seksual secara sikologis ini tidak muncul begitu saja, karena pada dasarnya semua anak itu terlahir tanpa dosa. Maka dari itu pengaruh sosial di mana dia tinggal akan mempengaruhi tumbuh kembang sianak maka dari itu kita butuh tiga penjaga yaitu keluarga, lingkungan dan negara. Tapi tiga penjaga saat ini tidak ada di dalam penerapan sistem kapitalis ini.
Karena sistem saat ini itu yang menjadi landasan bukan halal dan haram. Karena dalam sistemi sekuler kapitalis menggap kebebasan adalah milik individu, jadi agama cukup untuk ibadah saja, jadi untuk pergaulan dan kehidupan sosial agama tida boleh mengaturnya.
Yang pertama, Dalam sistem sekuler kapitalis saat ini agama tidak di buat pijikan dalam mengarungi hidup berumah tangga, kehidupan rumah tangga hanya sebatas kesepakatan saja dan tidak ada tujuan yang pasti dalam rumah tangganya. Sedangkan seorang wanita adalah guru pertama bagi anak anaknya, sedangkan ayah adalah pemimpin dalam rumah tangga.
Dalam sistem saat ini semua orang tua sibuk untuk mencari nafkah untuk memenuhi kehidupan mereka sehari hari, seorang ibu terpaksa untuk bekerja dan menitipkan anaknya sama orang lain karena harus bekerja. Ini yang membuat anak menjadi kesepian dan kehilangan sentuan ibu, hal ini yang menyebabkan anak akhirnya mencari perhatian dari orang lain. Hal ini yang menyebabkan banyak anak menjadi korban child grooming.
Yang kedua,masyarakat sudah terbiasa dengan sistem saat ini yang serba bebas tanpa batasan, kehidupan masyarakat yang seperti ini justru banyak mengundang kemaksiatan, seperti membuka aurat di muka umum, pacaran suka sesama jenis dan masyarakat pada umumnya memaklumi kebiasaan seperti ini atas HAM.
Melakukan pacaran dalam sistem saat ini itu di anggap sesuatu yang biasa saja, akhirnya anak anak usia remaja yang di tinggal ke dua orang tuanya untuk bekerja dan dia kesepian di rumah mencari perhatian sama orang lain.justru hal seperti ini yang membuat kejahatan pada anak ini makin terbuka lebar lewat pergaulan bebas.
Penerapan sistem saat ini adalah sebabnya kenapa kejahatan pada anak ini terus berkembang, kehidupan masyarakat yang individualis yang membuat kejahatan chilg grooming pada anak ini bebas berkeliaran. Karena di masyarakat sendiri hal itu di anggap sesuatu yang wajar. Semua kebiasaan ini adalah buah dari aturan kapitalis yang menghilangkan kontrol masyarakat di kehidupan sosialnya.
Yang ketiga adalah, penyebab semua kerusakan saat ini adalah negara, karena negara yang mempunyai peran penting untuk mengatur kehidupan masyarakatnya., maka dengan di berlakukan sistem sekuler kapitalis saat ini, negara hanya sebagai pengatur dan pengawas saja, jadi negara dalam sistem saat ini itu tidak mempunyai peran penjagaan terhadap masyarakatnya dan juga tidak mampu untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakatnya.
Maka di tengah kesulitan ekonomi yang di alami sebuah keluarga yang kerja tidak cuma suami saja tapi juga siistri ikut mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Di tambah dengan biaya pendidikan dan kesehatan yang sangat tinggi sekali saat ini di negeri ini. Jadi ayah dan ibu meninggalkan anaknya sama orang lain untuk bekerja itu bukan sikap ketidak pedulian mereka terhadap anak, tapi mereka di paksa oleh sistem saat ini yang di berlakukan oleh negara. Maka kejahatan dan kekerasan pada anak saat ini itu hasil hari penerapan sistem sekuler kapitalis di negeri ini, Tapi jika negara mau menerapkan sistem Islam tentu hasilnya akan berbeda dan tatanan sosial masyarakat akan aman dan tentram di bawah naungan sistem Islam.
Negara dalam sistem Islam tidak memperbolehkan pergaulan bebas, jadi yang menjadi penerapan hukumnya adalah syariat Islam. Aktivitas sosial masyarakat tetap berjalan dan tidak memberi jalan bagi para penyimpang untuk menjalankan aksinya di tengah kehidupan masyarakat. Karena sistem dalam Islam menerapkan tiga pilar untuk menjaga tatanan sosial di masyarakat yaitu negara, keluarga dan masyarakat.
Mari kita kembali pada sistem Islam karena hanya sistem Islam yang mampu memberi kehidupan yang aman di tengah masyarakat. Hanya dengan tegaknya sistem Islam pelaku chichild grooming dapat di cegah.

Posting Komentar