-->

Derita Wanita dan Anak-anak Palestina Belum Sirna

Oleh : Ida Nurchayati

Kebiadaban zionis Isr4el kian brutal. Laporan investigasi
bertajuk The Rest of the Story yang dipublikasikan Al Jazeera menyebutkan, sejak agresi zionis di Gaza pada Oktober 2023, sedikitnya 2.842 warga Gaza dilaporkan hilang secara misterius di lokasi ledakan. Isr4el diduga kuat menggunakan senjata termobarik yang mampu melenyapkan jaringan tubuh manusia dalam waktu sekejap (kompas.com, 16/2/2026).
Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS masih berlangsung, Isr4el berulang kali melancarkan serangan ke Gaza. Banyak korban dari wanita maupun anak-anak, baik terluka hingga kehilangan nyawa.

Kebiadaban Modern

Penggunaan senjata termobarik oleh Isr4el bukti nyata kebiadaban modern, tindakan brutal yang tidak berperikemanusiaan. Bukti nyata bahwa yang dilakukan Isr4el adalah genosida. Tindakan sistematis untuk menghancurkan rakyat Gaza.

Isr4el melakukan gempuran dan serangan yang menyasar warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak Palestina. Agresi yang melanggar hak asasi manusia, namun dunia bungkam. Tak ada satu pun negara yang mampu menghentikan kebiadaban zionis. Barat yang selama ini nyaring menyuarakan HAM, tidak berlaku bagi warga Gaza. Barat menggunakan standar ganda hak asasi manusia. HAM tidak berlaku ketika yang menjadi korban adalah muslim. Lantas, masih layakkah negeri-negeri muslim berharap pada solusi yang ditawarkan Barat? 

Wacana solusi dua negara dengan menjamin keamanan Isr4el oleh semua pihak untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah adalah ilusi. Zionis adalah penjajah, berulang kali melanggar resolusi Dewan keamanan PBB, dengan menyerang Gaza meski masih kondisi gencatan senjata. Zionis hanya paham bahasa kekerasan, kejahatannya tidak bisa ditolerir dan diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan Zionis sudah melampaui batas. Maka, satu-satunya solusi adalah jihad dengan mengirimkan tentara kaum muslimin untuk mengusir zionis, dan membebaskan wilayah Palestina.

Jihad dan Khilafah Solusi Hakiki

Status zionis Isr4el di Palestina adalah penjajah. Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah, yakni tanah milik kaum muslimin, haram diperjualbelikan apalagi diberikan kepada Yahudi. Maka memerangi Isr4el yang telah membantai kaum muslimin hukumnya wajib. Tidak boleh berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Isr4el untuk menguasai negeri- negeri kaum muslimin. Allah SWT berfirman dalam Surat An Nisa 141 yang artinya,

"Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan bagi orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman".

Ketika umat Islam diserang maka wajib membalasnya. Inilah urgensi jihad sebagaimana Allah wajibkan bagi kaum muslim dalam Surat Al Baqarah 190, yang artinya,

"Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas". 

Perlawanan terhadap zionis yang didukung Amerika Serikat baru dilakukan oleh HAMAS, organisasi politik dan militan Islam. Kekuatan HAMAS tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki zionis maupun AS. Maka butuh institusi politik yang menyatukan seluruh potensi yang dimiliki kaum muslim yakni khilafah dibawah komando seorang khilafah. Kekhilafahan Utsmani dibawah kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II, meski kondisinya sudah lemah tapi mampu melindungi setiap jengkal tanah Palestina.

Khilafah merupakan al Qadhiyah al Mashiriyah, yakni persoalan utama, masalah krusial yang menyangkut nasib umat Islam. Tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan seluruh potensi kaum muslimin seluruh dunia. Karena itu, perjuangan menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting.

Harus ada partai politik ideologis yang senantiasa bergerak ditengah-tengah umat untuk mencerdaskan dan membangun kesadaran umat. Partai politik yang bergerak pada pemikiran tanpa kekerasan yang berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam dibawah institusi khilafah.

Khatimah

Wanita dan anak-anak Palestina sudah terlalu lama menderita. Solusi hakiki untuk membebaskan penderitaan mereka adalah dengan jihad dan khilafah. Institusi yang akan menyatukan kekuatan kaum muslim dalam satu komando. Institusi yang mampu menandingi kekuatan dan kepongahan negara adidaya AS. Sebagaimana yang dilakukan Amirul Mukminin Umar bin Khattab, Shalahuddin al Ayubi dan Sultan Abdul Hamid II.

Wallahu a'lam