-->

Buletin Kaffah No 429, 105 Tahun Tanpa Perisai, Nestapa Umat Tak Kunjung Usai


Oleh : Khoeriyah Apendi, Aktivis Muslimah

Buletin Kaffah, No 429 menyoroti penderitaan umat Islam yang dinilai terus berlangsung selama lebih dari satu abad, meskipun umat Islam memiliki jumlah penduduk yang besar, kekayaan alam melimpah, posisi geografis strategis, serta potensi militer yang signifikan. Berbagai tragedi yang menimpa umat Islam di Gaza, Sudan, India, Xinjiang, dan wilayah lainnya dipandang sebagai bukti nyata lemahnya posisi politik dan perlindungan terhadap umat Islam di tingkat global saat ini.

Menurut buletin kaffah No 429, akar utama dari kondisi ini adalah runtuhnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1924, yang dianggap sebagai institusi pelindung umat. Padahal, selama Khilafah berdiri, umat Islam, bahkan pemeluk agama lain dipandang hidup dalam keamanan dan keadilan. Kehancuran Khilafah disebut telah memicu perpecahan umat ke dalam puluhan negara-bangsa, hilangnya persatuan politik, serta membuka jalan bagi negara-negara imperialis Barat untuk menjajah, mengeksploitasi sumber daya alam negeri-negeri Muslim, dan melakukan intervensi militer yang menelan jutaan korban dari kalangan umat Islam.

Buletin Kaffah, No 429 juga mengkritik keras para pemimpin negeri-negeri Muslim yang disebut sebagai penguasa ruwaybidhah, yakni pemimpin yang dianggap tidak amanah, mengabaikan hukum Allah dan Sunah Rasul, serta lebih memilih bersekutu dengan kekuatan imperialis. Para penguasa ini dinilai berperan dalam pengkhianatan terhadap kepentingan umat, termasuk dalam isu Palestina, konflik Sudan, serta berbagai penindasan terhadap Muslim di wilayah lain, dengan sikap diam, pembiaran, atau bahkan dukungan tidak langsung terhadap kekuatan penindas.

Pada bagian akhir, Buletin Kaffah, No 429 menyampaikan seruan kebangkitan umat Islam, khususnya kepada kaum Muslim dan tentara Muslim, untuk mengambil pelajaran dari sejarah kegemilangan Islam di masa lalu. Kembalinya kepemimpinan Islam yang bersatu di bawah Khilafah dipandang sebagai solusi mendasar untuk mengakhiri penderitaan umat, membebaskan negeri-negeri Muslim dari penjajahan, dan mengembalikan kehormatan serta kekuatan politik umat Islam. Keyakinan akan kemungkinan kebangkitan ini ditegaskan dengan merujuk pada janji Allah SWT bahwa pertolongan-Nya akan datang kepada mereka yang menolong agama-Nya.

Secara keseluruhan, Buletin Kaffah, No 429 merupakan refleksi ideologis dan historis yang menegaskan, penderitaan umat Islam saat ini, menurut penulisnya, bukan semata persoalan kemanusiaan atau politik parsial, melainkan akibat hilangnya kepemimpinan dan persatuan Islam, serta jauhnya umat dan para pemimpinnya dari aturan dan nilai-nilai Islam secara menyeluruh.[]