Kepemimpinan Global solusi Umat Muslim Di Dunia
By: Hasna Hanan
Berbagai persoalan Yang Menimpa kehidupan kaum muslimin di dunia telah membawa kesengsaraan, kelemahan dan penderitaan yang tiada terkira belum lagi semakin sekulernya sistem yang melingkupi mereka dalam segala sisi bentuknya masuk di ruang-ruang Technology digitalisasi , sungguh kedzaliman merajalela yang tiada henti dilakukan oleh penguasa-penguasa boneka dinegeri-negeri kaum muslim, mereka antek-antek kafir barat Amerika, sekutunya Yahudi laknatullah, Inggris dan lainnya.
Bila kita menilik sejarah, setelah wafatnya Rasulullah ﷺ dan berakhirnya era Negara Islam di Madinah, kepemimpinan Islam berlanjut dalam bentuk institusional melalui Khilafah Islam. Namun, tragedi besar menimpa umat Islam ketika Khilafah diruntuhkan pada 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M)
Kekosongan kepemimpinan Islam global kemudian diisi oleh Kapitalisme global yang dipimpin Amerika Serikat, sebuah sistem yang terbukti zalim dan gagal. Kapitalisme berdiri di atas asas sekularisme yang menjadikan kepentingan materi dan kekuasaan sebagai standar utama, melahirkan kezaliman sistemik seperti dukungan terhadap genosida Palestina, agresi militer, sanksi ekonomi, dan intervensi politik global
Butuh Kepemimpinan Global Seluruh Kaum Muslimin
Genosida yang masih berlangsung hingga kini di Gaza bukanlah sekadar tragedi kemanusiaan yang paling memilukan. Ia adalah bukti telanjang betapa lemahnya Dunia Islam saat ini. Padahal secara jumlah, umat Islam mencapai lebih dari 1,8 miliar jiwa.
Tidak pernah berhenti, hampir setiap hari, selama lebih dari 20 bulan, kita menyaksikan langsung tragedi yang menyayat hati di Palestina. Rakyat dibombardir siang dan malam. Anak-anak dibantai. Rumah sakit dihancurkan. Masjid-masjid dibumihanguskan. Blokade total diberlakukan. Namun, yang lebih menyayat hati, tidak satu pun para penguasa negeri Muslim yang benar-benar turun tangan secara nyata dan tegas untuk menghentikan kejahatan tersebut. Yang terdengar hanyalah kutukan, seruan diplomatik kosong, konferensi darurat yang tak menghasilkan apa-apa, serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang tidak pernah mampu menghentikan rudal dan bom.
Dimana kaum muslimin yang dulu pernah menguasai 2/3 dunia dan kekuatannya ditakuti negara-negara kafir, hegemoninya dibawah sistem khilafah telah menggetarkan musuh Islam tapi kini kita lihat simbol paling nyata dari keterpecahbelahan Dunia Islam, sekaligus bukti paling kasatmata dari kegagalan nasionalisme dan sistem nation-state (negara-bangsa) yang telah dipaksakan ke negeri-negeri Muslim pasca Perjanjian Sykes-Picot 1916.
Alhasil, Perjanjian Sykes-Picot adalah puncak konspirasi kolonial Barat untuk menghancurkan kekuatan dan persatuan umat Islam, memecah-belah wilayah Khilafah serta menguasai kekayaan negeri-negeri Muslim dengan menciptakan negara-negara boneka yang loyal kepada kafir Barat penjajah.
Urgensi Penegakan Kembali Khilafah
Setidaknya ada dua alasan mengapa penegakan kembali Khilafah sangat urgen bagi umat Islam dan bagi dunia saat ini.
1. Alasan Syar’i.
Umat Islam itu satu umat. Mereka bersaudara. Demikian sebagaimana firman-Nya:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ ۚ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Sungguh kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu perbaikilah hubungan di antara kedua saudara kalian itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian mendapatkan rahmat (TQS al‑Ḥujurat [49]: 10).
Imam al‑Qurthubi menyatakan bahwa ayat di atas adalah dasar persaudaraan universal dan larangan keras atas kaum Muslim untuk terlibat dalam perselisihan di antara sesama mereka (Lihat: Al-Qurthubi, Al‑Jâmi‘ li Ahkâm al‑Qur'ân, 8/350).
Allah SWT telah memerintahkan kaum Muslim untuk bersatu. Tidak berpecah-belah. Demikian sebagaimana firman-Nya:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Berpegang teguhlah kalian semua pada tali (agama) Allah dan jangan berpecah-belah… (TQS Ali Imran [3]: 103).
Allah SWT pun berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya serta jangan saling berbantah-bantahan sehingga nanti kalian menjadi lemah dan kekuatan kalian hilang (TQS al-Anfal [8]: 46).
Allah SWT juga menyatakan bahwa siapa saja yang tidak memutuskan perkara menurut wahyu yang telah Dia turunkan, mereka itu adalah kaum kafir, zalim dan fasik (QS al-Maidah [5]: 44, 45 dan 47). Ini menunjukkan kewajiban menerapkan hukum-hukum Allah SWT dalam kehidupan, yang hanya mungkin ditegakkan secara menyeluruh melalui institusi Negara Islam (Khilafah). Karena itulah para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah telah berijmak (bersepakat) atas kewajiban menegakkan Khilafah ini. Imam al-Mawardi (w. 450 H), misalnya, dalam Al-Ahkâm As-Sulthâniyah, menyatakan: "Imamah (Khilafah) ditegakkan untuk menggantikan Kenabian dalam menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Wajib atas umat Islam untuk mengangkat seorang imam (khalifah) yang menegakkan agama dan memimpin dunia dengan keadilan."
2. Alasan Rasional dan Faktual
Pertama, hanya Khilafah yang bakal mampu menyatukan dan mempersaudarakan kaum umat Islam sedunia secara hakiki melampaui batas-batas negara, etnik/ras, suku-bangsa, bahasa, dll. Khilafah akan menghapus garis-garis batas negara palsu buatan kafir Barat penjajah, yakni nation-state (negara-bangsa). Dengan begitu tidak akan ada lagi penghalang yang menghalangi seorang Muslim dari Mesir untuk membela saudaranya di Palestina. Tidak akan ada lagi penjagaan ketat di perbatasan antara negeri-negeri Muslim yang seharusnya bersatu.
Kedua, hanya Khilafah yang bakal mampu menggerakkan kekuatan nyata umat Islam. Khilafah akan memiliki militer gabungan seluruh Dunia Islam, sumber daya alam yang melimpah, serta otoritas syar’i untuk memutuskan jihad dalam rangka membela kaum Muslim di manapun, khususnya Palestina saat ini.
Ketiga, Khilafah akan melepaskan Dunia Islam dari ketergantungan pada kekuatan asing seperti PBB, AS, Rusia, Cina dan Uni Eropa yang semuanya adalah entitas kafir penjajah yang tidak pernah berpihak pada Islam dan kepada kaum Muslim.
Khatimah
Kita yakin bahwa dengan izin Allah SWT serta kesungguhan dakwah dan perjuangan, Khilafah Islam akan kembali memimpin dunia dengan keadilan, kemuliaan dan kesejahteraan hakiki. Khilafah juga akan menciptakan persatuan dan persaudaraan hakiki sesama Muslim. sekaligus akan mengembalikan kekuatan umat yang telah lama hilang.
Kita pun yakin, menegakkan Khilafah Islam—sebuah sistem pemerintahan Islam global—bukanlah mimpi atau utopia, melainkan kewajiban syar’i dan keniscayaan sejarah yang pernah ada dan insya Allah akan kembali tegak.
Wallahu'alam bisshowab

Posting Komentar