Dari Hormus Memanas, Negosiasi AS No! Islam Bangkit YES
Oleh : Evi Derni, S.Pd.I.
Ketua parlemen Iran Muhammad Bagher Ghalibat mengatakan bahwa gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan di luar negeri harus dipastikan sebelum dimulainya negosiasi dengan Amerika Serikat. Dua dari langkah-langkah yang telah disepakati bersama antara kedua belah pihak. Belum dilaksanakan gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset-aset Iran yang diblokir sebelum dimulainya negosiasi ujarnya. Iran berulang kali menegaskan bahwa gencatan senjata selama dua minggu harus diterapkan juga di Lebanon di mana Israel masih melancarkan pengeboman terhadap Hizbullah yang didukung Iran Washington dan Tell Aviv menyangkal bahwa gencatan senjata itu juga mencakup Lebanon. Perkiraan nilai aset Iran yang dibekukan di luar negeri Karena sanksi AS bervariasi. Namun pelapor khusus perserikatan bangsa-bangsa tentang tindakan koersif sepihak. Alena Douhan memperkirakan pada Tahun 2022 lalu bahwa angkanya mencapai 100 miliar US Dollar hingga 120 miliar US Dollar. (detiknews Sabtu 11 April 2026).
Sudah berlangsung upaya negosiasi 21 jam pembicaraan dan tanpa hasil. Upaya-upaya politik untuk saling mendesak satu sama lain untuk memenangkan kepentingan politik masih terus terjadi. Bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan walaupun belum diakui hasilnya. Iran sudah menyampaikan dan itu tidak diakui agar asset-aset Iran di Negara Arab seperti Qatar di lembaga keuangan sudah mulai dibuka tidak diboikot. Terkait dengan isu ini menjadi salah satu kendala tetapi bukan yang utama bahwa aset Iran yang dibekukan oleh Amerika, salah satu negeri jumlahnya 120 miliar US Dollar artinya ada harta yang di luar yang memang tidak bisa dicairkan oleh pemerintah Iran. Kemudian ada banyak yang belum disepakati hal-hal yang paling krusial diantara kedua belah pihak misalnya Iran meminta bahwa selat hormus harus tetap menjadi milik Iran lalu di situ ada biaya 2 juta dollar per kapal (3,4 m) yang lewat dan dibagi dengan Oman.
Lalu isu terkait biaya pembangunan kembali Iran, Iran juga harus mendapatkan jaminan tidak akan lagi diserang oleh AS dan Israel, Iran tidak dilarang mengembangkan atau melakukan pengayaan uranium, Iran menginginkan itu semua sementara Amerika menginginkan sebaliknya. Amerika dalam 15 poin yang tersebar di media. Iran tidak akan menerima bahwa Iran tidak boleh lagi melakukan pengayaan uranium, seluruh fasilitas uranium diserahkan kepada AEA, dan itu harus diawasi dan difasilitasi AEA. Poin lain yang tidak mungkin Iran menerima misalnya pembatasan misil atau rudal yang dimilikinya, Iran harus menghentikan bantuan dan support kepada kelompok militan di Timur Tengah seperti Hizbullah, houti, hamas dan itu hal yang sangat strategis buat Iran, di situlah titik peliknya. Israel sedang bersiap-siap lagi mensiagakan kekuatannya untuk melakukan persiapan serangan lagi ke Iran ketika akhirnya negosiasi buntu dan tidak ada kejelasan apalagi Iran akhirnya menutup selat hormus kembali.
Iran juga menginginkan gencatan senjata bukan hanya antara Iran Amerika Israel tapi juga Lebanon dan Iran merasa dikhianati, Israel tetap melakukan serangan ke Lebanon dengan sengit. Serangan ini menewaskan dan melukai ratusan orang. Diduga kuat berkaitan juga dengan gugurnya tiga orang prajurit TNI kita. Namun dapat disimpulkan kendala yang utama gagalnya perundingan sebenarnya ada dua yaitu yang terkait dengan selat hormus (penguasaan minyak) dan terkait dengan rezim yang berkuasa untuk dilumpuhkan dari posisi Iran sebagai negara orbit menjadi negara pengekor.
Dalam sistem Islam akan melakukan visi sebagai negara ideologis artinya apapun bentuk perundingan harus disejajarkan (dinilai) dengan Islam misalnya isu membuat nuklir dilarang, padahal itu hak siapapun negara manapun untuk mempersiapkannya. Di dalam Alquran disebutkan "persiapkanlah untuk menghadapi mereka (apa yang mampu berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu, dan orang-orang setelah mereka yang kamu tidak mengetahuinya (tetapi) Allah mengetahui apapun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu sedangkan kamu tidak akan dizalimi" Quran surah al-anfal ayat 60. Inilah seruan Allah subhanahu wa ta'ala untuk melakukan peran sebagai negara adidaya masa depan untuk rahmatan lil alamin. Ketaatan negara pada Aturan Sang Pencipta akan berakhir dengan kemenangan Islam dan kemenangan kaum Muslimin. Itu juga harapan muslim dimanapun berada saat ini termasuk Iran.
Allahu a’lam bishawab.

Posting Komentar