-->

Isra Mi‘raj sebagai Titik Penguatan Perjuangan Dakwah dan Kebangkitan Umat Islam


Oleh : Nabila Muthmainnah

Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang sarat dengan makna perjuangan, keteguhan iman, dan arah kebangkitan umat. Peristiwa ini terjadi pada masa yang sangat berat dalam perjalanan dakwah Rasulullah Saw., khususnya ketika beliau berada di Makkah.

Pada masa itu, dakwah Islam mengalami penolakan keras, siksaan terhadap kaum muslimin, serta kehilangan dua sosok penting penopang dakwah, yaitu Khadijah ra. dan Abu Thalib. Dalam kondisi penuh tekanan dan kesedihan tersebut, Allah Swt. memberikan penguatan dan petunjuk melalui peristiwa Isra Mi‘raj.

Isra Mi‘raj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke Sidratul Muntaha, tetapi merupakan isyarat kuat bahwa perjuangan dakwah Islam akan berujung pada kemenangan. Peristiwa ini menegaskan kepemimpinan Rasulullah Saw. Peristiwa ini bukan simbol kosong, melainkan isyarat ilahiah tentang kepemimpinan Islam atas seluruh umat manusia dan seluruh risalah sebelumnya.

Prof. Dr. Rawwas Qal‘ah Ji menegaskan bahwa peristiwa ini adalah indikasi politik yang sangat kuat tentang kepemimpinan umat Islam atas dunia. Ia menulis bahwa imamah Rasulullah ﷺ atas para nabi merupakan isyarat kepemimpinan Islam atas seluruh agama dan bangsa setelah beliau diutus sebagai rasul terakhir.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa Islam memiliki masa depan yang gemilang, meskipun saat itu umat Islam berada dalam kondisi lemah dan tertindas. Masjidil Aqsa sebagai salah satu titik penting Isra Mi‘raj juga menjadi simbol keterkaitan perjuangan umat Islam hingga ke Baitul Maqdis.

Setelah peristiwa Isra Mi‘raj, perjuangan Rasulullah Saw. berlanjut hingga hijrah ke Madinah. Hijrah menjadi titik balik dakwah Islam, di mana Rasulullah Saw. mulai menegakkan hukum-hukum Islam secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Penindasan terhadap umat Islam dihentikan, keadilan ditegakkan, dan umat Islam memiliki tempat yang aman untuk menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh. Dari Madinah inilah kekuatan Islam berkembang hingga mampu melindungi umat dan menyebarkan rahmat ke berbagai wilayah.

Isra Mi‘raj juga membawa pesan utama berupa perintah shalat. Shalat bukan hanya ibadah individual, tetapi menjadi pilar utama dalam membentuk kepribadian dan peradaban Islam. Menegakkan shalat bermakna menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menegakkan ketaatan terhadap hukum-hukum-Nya. Ketika umat Islam menjauh dari ajaran Islam, berbagai kerusakan dan penderitaan pun muncul, sebagaimana yang terlihat pada kondisi umat Islam saat ini di berbagai belahan dunia yang masih mengalami penindasan dan ketidakadilan.

Kondisi umat Islam yang lemah, tercerai-berai, dan jauh dari penerapan hukum Islam menjadi pengingat bahwa perubahan adalah sebuah keharusan. Isra Mi‘raj mengajarkan bahwa kebangkitan umat hanya dapat terwujud dengan meneladani metode dakwah Rasulullah Saw., yaitu dengan kesabaran, keteguhan, dan perjuangan kolektif. Umat Islam dituntut untuk memahami Islam secara menyeluruh, mencintai dan mengimani syariat-Nya, serta memperjuangkan penerapannya dalam kehidupan.

Dengan demikian, Isra Mi‘raj menjadi pengingat bahwa janji kemenangan Islam pasti akan terwujud sesuai dengan janji Allah dan kabar gembira Rasulullah Saw. Tugas umat Islam adalah terus berusaha melakukan perubahan, menghamba kepada Allah secara total, dan mengabdikan diri untuk agama-Nya. Barang siapa menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukannya. Inilah pelajaran penting Isra Mi‘raj bagi kebangkitan umat Islam sepanjang masa.