-->

GAME ONLINE MERUSAK MENTAL ANAK


Oleh : Rokani (Aliansi Penulis Rindu Islam)

Diduga karena pengaruh dari Game Online, anak bunuh ibunya di Medan. Polrestabes Medan mengungkap kronologi dugaan pembunuhan seorang ibu (42) oleh anaknya berumur (12). Anak dan ibunya tidur dalam satu kamar, sekitar pukul 04.00 WIB anaknya terbangun dan mengambil pisau untuk melukai ibunya yang sedang tertidur. Akibatnya, korban menderita 26 luka tikam. Kompas.com (29/12/2025)

Sungguh menyedihkan, di usia yang masih belasan tahun bisa melakukan kekerasan bahkan sampai pembunuhan, ini menunjukkan bahwasanya anak - anak sudah di rusak oleh game online. Pada era digital yang makin maju, game online dikemas dengan semenarik mungkin sehingga membuat anak - anak memiliki kecenderungan alami untuk menikmati game online. Tidak hanya anak-anak bahkan orang dewasa dan remaja juga ikut tertarik dengan game online. 

Game online dengan grafik visual yang luar biasa, narasi yang mendalam, dan mekanisme gameplay yang sangat menarik, telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Dalam game online menawarkan sebuah platform untuk dapat mengekspresikan diri dan mengembangkan keterampilan. Namun, labilitas mereka membuat mereka rentan kecanduan dengan game online. Sehingga bisa berdampak negatif yang serius bagi kesehatan mental dan spiritual mereka.

Game online memiliki daya tarik yang sangat kuat, dari kalangan orang tua, remaja dan anak - anak juga senang bermain game online, terutama yang muda, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam dunia virtual yang sering kali mengakibatkan malas, belajar, malas beraktivitas bahkan bisa melalaikan kewajibannya terhadap Allah.

Lantas dari kalangan remaja dan anak-anak sudah kecanduan game online lalu siapa penerus generasi saat ini? Kalau pemudanya mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi dan penurunan prestasi. Itu membuat penurunan kemampuan mereka secara efektif sebagai penerus bangsa.

Untuk menyelesaikan masalah game online yang berdampak negatif adalah dengan memahami akar penyebab dari fenomena ini. Berikut beberapa cara untuk menyelesaikan persoalan game online.

Pertama, sistem pendidikan sekuler kapitalisme, yang memisahkan agama dari kehidupan. Pendidikan saat ini tidak lagi membentuk kepribadian yang bertaqwa kepada Allah SWT yang memiliki rasa takut kepada Allah yang mana halal haram jadi patokannya. Sebaliknya, sistem ini malah melahirkan pola hidup yang sekuler yang tidak diatur oleh aturan Allah melainkan mengikuti hawa nafsu sendiri. Sehingga mereka lebih rentan terhadap pengaruh negatif dari game online. Ini menunjukkan kegagalan sistem pendidikan kita dalam nilai-nilai moral dan etika sehingga tidak bisa membentuk individu yang memiliki tanggung jawab dan beriman kepada Allah SWT.

Kedua, sistem ekonomi kapitalisme yang dominan untuk mencapai materi sebanyak-banyaknya. Sistem ini cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, bahkan jika menciptakan suatu produk yang bertujuan untuk merusak generasi bangsa, maka itu akan dilakukan, seperti game online yang merusak ini.

Ketiga, penegakan hukum yang kuat. 
Itu adalah tugas negara agar memberikan efek jera terhadap perusahaan game online. Yaitu dengan memberikan sanksi berat bagi mereka yang memiliki tujuan merusak generasi bangsa.

Dengan upaya demikian kita bisa menyelamatkan generasi penerus bangsa ini. Karena para pemuda adalah generasi penerus bangsa. Melalui pendidikan yang memiliki prinsip islam dan regulasi industri game online yang bijaksana, kita dapat membimbing mereka untuk menjadi individu yang memiliki tanggung jawab, beriman dan memiliki visi yang jelas untuk peradaban Islam yang gemilang.
Wallahu alam bishowab