-->

Bahagia dalam Kesabaran

Oleh : Ida Nurchayati

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Namun sayang, paradigma sistem sekuler kapitalis mengaburkan makna kebahagiaan. Bahagia adalah ketika mendapatkan kepuasan materi dan jasmani sebanyak-banyaknya sehingga manusia berlomba meraihnya tanpa peduli halal dan haram.

Berbeda dalam sistem Islam. Makna kebahagiaan adalah ketika mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Batasan ini akan melahirkan manusia-manusia bertakwa yang menjadikan perintah dan larangan Allah sebagai tolak ukur perbuatan.

Kehidupan dunia Allah jadikan sebagai ladang ujian. Kadang kehidupan tidak semulus dalam angan dan impian. Roda kehidupan selalu berputar, kadang Allah hadirkan kesempitan, kekurangan dan ketidaknyamanan sebagai ladang ujian dan cobaan. Berbahagialah orang-orang yang lulus ujian yakni orang-orang yang sabar sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 155 yang artinya,

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." 

Sabar dalam Musibah

Kehidupan manusia meliputi dua wilayah yakni yang dikuasai manusia dan yang menguasai manusia. Terkadang ada kejadian yang bisa dikuasai namun kadang ada kejadiaan yang diluar prediksi dan keinginan. Manusia menginginkan kebaikan namun terkadang Allah hadirkan musibah. Dalam kondisi seperti inilah manusia dituntut bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah SWT sehingga lulus ujian.

Allah menyiapkan pahala besar dibalik setiap ujian. Pahala dan kebaikan bagi orang-orang yang lulus ujian. Yakni bagi orang-orang yang tetap menggenggam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan ketika menghadapai ujian. Hatinya tertambat pada Allah dan mencari solusi sesuai syariat demi menggapai ridha Allah SWT.

Sabar dalam Ketaatan

Dunia adalah penjara bagi kaum mukmin. Allah menghiasi surga dengan sesuatu yang kurang disukai manusia. Pun sebaliknya neraka diliputi perbuatan yang menggoda iman hamba. Disinilah urgensi sabar dalam ketaatan pada Allah SWT. 

Ada syetan yang senantiasa menggoda. Ada hawa nafsu yang senantiasa menggelincirkan manusia. Berbahagialah orang-orang yang senantiasa tetap dalam ketaatan meski berat, meski tidak mudah. Karena Allah janjikan kebaikan bagi orang yang istiqamah dalam ketaatan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Ahqaf ayat 13.
 
"Tuhan kami adalah Allah" lalu tetap istiqomah (teguh pendirian) tidak akan merasa takut dan bersedih, serta akan berbahagia dengan surga". 

Istiqamah adalah tetap dalam ketaatan ketika menjalani kehidupan serta beribadah pada Allah. Menurut Imam Malik beribadah adalah taat pada Allah, tunduk serta terikat dengan syariat agama-Nya.

Sabar dalam Menjauhi Kemaksiatan

Kehidupan dunia terkadang menyilaukan mata. Harta, tahta dan wanita senantiasa datang menggoda. Berbahagialah orang yang meraih dunia sesuai dengan petunjuk Allah dan menjadikan dunia sebagai jembatan menuju ridha Allah.

Rasulullah saw memberi rambu-rambu agar manusia tidak terjerat bujuk rayu dunia. 

"Seandainya dunia punya nilai
di sisi Allah walau hanya menyamai nilai sebelah sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk air pun.” (HR. At-Tirmidzi no. 2320).

Kenikmatan dunia adalah fatamorgana. Maka mukmin sejati akan mengejar kebahagiaan hakiki, menahan diri dari setiap kemaksiatan yang Allah benci.
Kebahagiaan sejati adalah ketika kaki seorang hamba pertamakali menginjak surga Allah yang abadi. Kenikmatan yang bisa diraih karena rahmat Allah. Allah merahmati orang yang bersabar menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan senantiasa bersegera dalam ketaatan. 

Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan ada konsekwensinya. Allah telah mengilhamkan dua jalan yakni jalan ketaatan dan kemaksiatan. Manusia bebas menentukan pilihan. Sabar terikat dengan syariat. Sabar dalam menjauhi segala bentuk maksiat. Sabar dalam menghadapi ujian. Kunci-kunci yang akan mengantarkan seorang hamba menuju surga. Insyaallah.

Wallahu a'lam