-->

PROYEK KERETA API CEPAT, UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT?


Oleh : Evi Derni S.Pd

Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan perintah khusus kepada menteri keuangan Purbaya dan juga danantara terkait utang kereta api cepat Jakarta-Bandung. Isi perintah Prabowo meminta Purbaya untuk mencari cara dan melihat berbagai opsi untuk menyelesaikan utang kereta api cepat tanpa gejolak ke perekonomian. Menteri keuangan Purbaya menyatakan tidak akan memakai APBN untuk membayar utang proyek whoosh itu. Ia meminta danantara menangani utang tersebut. chirf operationy otticer(coo) danantara Doni askaria mengatakan perwakilan pemerintah Indonesia akan segera ke Cina untuk melakukan negosiasi utang whoosh. Proyek kereta api cepat jakarta-bandung dikelola PT kcic sebanyak 75% .pendanaan proyek ini berasal dari dana pinjaman China development Bank cdb. sisa 25% lainnya dari ekuitas dana sendiri pihak konsorsium.(cnnindonesia.com 24/10/2025).

Belakangan ini seperti diperkirakan oleh banyak kalangan bahwa utang proyek kereta api cepat jakarta-bandung kini menjadi beban berat bagi negara. sudah banyak yang mengingatkan, bahkan seorang pakar menyatakan ini proyek akan rugi. Ini menunjukkan bahwa kewenangan ketika digunakan secara semena-mena secara serampangan dampak buruknya banyak orang terkena dan dalam kurun waktu yang sangat panjang. karena dengan utang yang begitu besarnya tidak terbayang oleh kita bagaimana cara melunasinya dan pasti kemudian akan membebani APBN.

Jika dibebankan kepada danantara maka pastinya bunga sekitar 2 triliun sementara pemasukan bukan keuntungan hanya 1,5 triliun. jadi andai seluruh pemasukan itu digunakan untuk membayar bunga saja belum Cicilan. Malah tekor 500 miliar. Belum lagi biaya perawatan, gaji untuk segala macam.

Dari data yang kita dapatkan total investasi proyek itu mencapai 7,27 miliar dolar AS. Artinya sekitar 120,38 triliun. Sekitar 75% dibiayai Cina dengan bunga 2% per tahun dalam tempo 40 tahun. Biaya ini jauh lebih tinggi dari tawaran Jepang yang hanya 0,1% per tahunnya.

Awal proyek ini memang dirancang kerjasama bisnis to bisnis antara Indonesia dan China. Dalam pelaksanaannya justru mengandalkan dana APBN karena biaya melonjak dan pendanaan BUMN ternyata tidak cukup. Karenanya penting kita menilai dari tiga aspek sekaligus. Pertama; Dari sisi dana haram karena menggunakan bunga. Kedua; apakah memang diperlukan dan kalau diperlukan apakah begitu caranya. Ketiga; apakah penting atau mendesak. Siapa yang sanggup membayar untuk 300 ribu ke Bandung. Sekarang ini dengan banyaknya Tol proyek kereta api cepat tidak terlalu mendesak. Karena itu memang penting dipertanyakan apa motif dibalik ini semua apalagi jika benar ada markop harus di usut.

Jika kita ingin kembali pada definisi politik, pembangunan dalam perspektif Islam memang dan harus ditujukan untuk kemaslahatan rakyat, kemaslahatan politik untuk memecahkan masalah bukan menambah masalah. sekarang masalah yang dihadapi oleh politik dalam kaitannya dengan transportasi dari Jakarta ke Bandung itu apa sebenarnya? jika tidak ada masalah dalam pemenuhan kebutuhan transportasi publik, mengapa kemudian tiba-tiba dibuatkan kereta api cepat? untuk kepentingan siapa? kemudian bahwa penguasa itu adalah Ra'in( penggembala) makaseharusnya berkiblat pada kepentingan rakatnya. Karena jabatan adalah amanah. Nasehat Rasulullah kepada abu Dzar al-ghifari yang meminta satu jabatan, Beliau menolaknya. Nabi mengajarkan satu prinsip penting di dalam manajemen sumber daya manusia the right man on the right place. Nabi juga mengajarkan equality before the law, tidak boleh ada seorangpun di negeri ini di muka bumi ini yang kebal terhadap hukum. karena itu penyelesaian yang fair dibuka, karena penting publik itu mengingatkan, kita tidak boleh diam dengan kondisi negeri Ini yang sedang karut marut dan ini adalah bagian dari kewajiban kita untuk mencegah kemungkaran ini.

Kualitas pemimpin terbaik yang kapabel dan juga penerapan hukum yang adil tanpa tebang pilih hanya terwujud dengan sistem Islam yaitu khilafah Rasyidah.
Wallahu a'lam bishowab