-->

Penjajahan Palestina Harus Diakhiri Dengan Solusi Nyata


Oleh : Isna 

Dalam beberapa hari terakhir, "All Eyes on Rafah" sedang heboh di dunia maya. Seruan tersebut menyusul invasi militer Zion yang  melakukan serangan udara sembarangan pada Minggu (26 Mei 2024) yang mengakibatkan terbakarnya 14 tenda pengungsi di kawasan Tel al-Sultan, Kota Rafah. Serangan itu menyebabkan 45 orang tewas dan 249 luka-luka. Dua hari kemudian, mereka melepaskan tembakan ke kamp pengungsi al-Mawasi di sebelah barat Rafah, menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 12 wanita.

Selama lebih dari delapan bulan, rakyat Palestina menghadapi kondisi yang sulit. Pemboman Zionis yang dilakukan Israel menghancurkan total rumah, sekolah, masjid, bahkan rumah sakit. Mereka juga harus menanggung kelaparan setiap hari  karena sulitnya pasokan bahan pangan akibat terbatasnya pasokan bantuan melintasi perbatasan Rafah.

Kota Rafah yang dianggap sebagai wilayah paling aman dari serangan militer Zion justru diserang. Tidak puas dengan pemboman Jalur Gaza bagian utara, unit militer Yahudi mulai menargetkan ujung paling selatan Jalur Gaza, kota Rafah, tempat perlindungan terakhir bagi warga Gaza. Tidak ada lagi tempat yang aman bagi warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan. Gaza telah menjadi kota hantu, rata dengan lumpur dan bangunan-bangunan hancur.

Hal ini disebabkan berbagai upaya dalam sistem kapitalis/demokrasi saat ini belum membuahkan hasil. Kita ingat bagaimana Afrika Selatan, yang mengajukan gugatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional, gagal mengakhiri pendudukan Palestina. Demikian pula Amerika Serikat yang berulang kali memblokir berbagai upaya diplomasi berbagai negara di PBB dengan hak vetonya.

 Sementara itu, Zionis Israel terus melakukan tindakan biadab terhadap rakyat Palestina. Apalagi sasarannya adalah anak-anak yang tidak bersalah. Pada dasarnya, ini bukanlah perang. Dalam perang, tank diadu dengan tank, namun kenyataannya, tank dengan berbagai jenis senjata diadu dengan bayi-bayi tak berdosa. Oleh karena itu, wajar jika kita mengatakan bahwa Zionis Israel melakukan genosida.

 Oleh karena itu, seluruh wilayah umat harus menyadari bahwa jika para penjaga umat tidak diakui, maka penindasan terhadap rakyat Palestina dan umat Islam di belahan dunia lain akan terus berlanjut. Kapitalisme akan terus menjajah, menindas, dan menimbulkan berbagai kerugian. Oleh karena itu, alternatif terhadap kapitalisme juga harus berupa sistem panduan Islam dalam sistem pemerintahan Islam, yaitu Khilafah Islam 'Ala Minhajin Nubuwa'.
Berbagai kegiatan peningkatan kesadaran perlu terus kita lanjutkan, dimulai dari kesadaran bahwa kita tidak bisa lagi berharap banyak pada sistem kapitalis yang melingkupi dunia saat ini. Harus ada sistem di dunia ini yang menjaga ketertiban berdasarkan aturan yang memahami sifat manusia. Oleh karena itu, Islam, sebagai  sistem pemerintahan rakyat seutuhnya yang  berasal dari  Pencipta umat manusia, adalah satu-satunya alternatif.

Seluruh elemen masyarakat harus  bersatu untuk menciptakan gelombang kesadaran yang terus tumbuh seiring dengan bersatunya berbagai negara menjadi  gelombang kesadaran global. Para intelektual/akademisi di semua lapisan masyarakat, ulama, pelajar,  guru, buruh, politisi, dan seluruh elemen masyarakat lainnya harus bersatu dalam satu suara untuk memastikan bahwa  sistem kapitalisme yang rusak dan destruktif ini tidak dapat lagi menopang dirinya sendiri.

Kita harus terus bersuara untuk menghindari penderitaan lebih lanjut bagi rakyat Palestina dan bangsa-bangsa lain di dunia, dan semua ini hanya dapat dicapai dengan mendirikan Kekhalifahan Islam. Penderitaan Palestina adalah penderitaan kita semua. Bukalah mata dan hati kalian terhadap kekejaman sifat Yahudi yang melampaui perilaku manusia. Bagi umat Islam, berpihak Palestina adalah sebuah kewajiban dan tuntutan akidah Islam. Seruan keimanan ini seharusnya memotivasi seluruh umat Islam untuk bersuara dan membela Palestina. 

Wallahualam Bishowab