-->

Ini Kami Saat Tiada Islam Hari Ini

Oleh: Sumarini

Saat ini, saat tiada Islam hari ini, beginilah kondisi kami dengan segala kerusakan, kesakitan, penderitaan yang berkepanjangan dengan tiadanya kepedulian dari seorang Pemimpin, yang pada akhirnya kemana lagi tempat orang miskin seperti kami untuk mengadu? Dan orang-orang kaya di Negeri ini juga tidak peduli dengan nasib saudara-saudaranya yang butuh mereka untuk meringankan bebannya, permasalahan yang dihadapi Umat saat ini bukan hanya dibidang Ekonomi dengan segala macam kebutuhan yang kesemuanya sulit untuk didapatkan, belum lagi Pendidikan yang sangat mahal, Kesehatan yang katanya dijamin oleh Pemerintah. Namun kenyataannya, Jaminan yang mana menurut mereka, tetap juga menyulitkan kondisi Umat saat mereka dalam keadaan sulit, terkait keamanan, ini benar-benar yang sangat dibutuhkan umat saat ini, juga jauh daripada dipedulikan oleh Negara kepada rakyatnya, dan sebab keamanan itu tidak ada maka tidak heran banyak nyawa jadi korban oleh sebab segala peristiwa yang banyak terjadi di Negeri ini.

Apakah itu akibat dari Bencana Alam, Kecelakaan lalu lintas, dan yang sedang marak sekarang yang semuanya akibat dari kerusakan oleh remaja yaitu Tawuran, Geng motor, Pembegalan dan lain-lain yang ini butuh Negara untuk kita mendapatkan rasa aman.

Ini adalah gambaran sebagian dari kondisi umat saat ini, dan ini benar-benar dirasakan umat disebahagian besar Negeri ini, meski mungkin sebahagian yang lain justru tidak merasakan apa yang seperti kita rasakan, hidup bergelimang kemewahan, apa yang tidak mereka dapatkan.. Pendidikan bagi anak-anaknya dimudahkan, saat sakit mereka bisa berobat kemana saja, dan masalah keamanan benar-benar mereka mendapatkan jaminan luar biasa.

Lantas mengapa ketimpangan ini ada perbandingan yang begitu mencolok ini mengapa bisa terjadi, benar-benar inikah yang terjadi di Sistem ini sebagian besar hak-hak kita semua diambil oleh mereka, apapun itu tanpa peduli dengan nasib kita yang sudah dalam kondisi darurat dalam mempertahankan hidup.

Kesenjangan Sosial membuat anak-anak yang tak berdosa ikut merasakan beban dari kesulitan orang tuanya, perbedaan status sosial yang ini jadi permasalahan yang membuat mereka kurang berprestasi, tidak semangat belajar adalah juga salah satu penyebab awal dari kerusakan remaja.

Ini adalah kesalahan besar saat para Pendidik di Sekolah lebih peduli dengan anak-anak yang orang tuanya di anggap mampu ketimbang anak yang kurang mampu, bagaimana bisa kita sebagai orang-orang yang semestinya memberikan kenyamanan bagi hati anak-anak kita justru menyakitkan bagi mereka karena merasa dibedakan.

Dapatkah airmata yang jatuh ini, meluluh lantakkan keegoisan orang-orang yang tak punya rasa iba melihat kondisi ini, akibat dari semua ini tidaklah kita merasakan banyak anak-anak Bangsa ini yang mereka itu sebenarnya punya potensi namun akibat kelalaian Pemerintah semuanya itu jadi tidak nampak dan hilang begitu saja, hanya karena sebab mereka tak punya biaya untuk sekolah. Yang seharusnya mereka ini tidak punya beban, mereka seharusnya menikmati masa-masa belajar bersama teman-teman seusianya dengan perasaan tenang, tanpa berfikir masalah uang sekolah yang belum terbayar, buku-buku yang juga belum terbayar, tugas sekolah yang tidak kelar sebab membantu pekerjaan orang tuanya dirumah akibat kemiskinan. Sungguh menyedihkan bila mengingat ini semua, dan inilah memang yang sungguh-sungguh terjadi di Sistem kapitalis sekarang ini.

Benar-benar saat Islam tidak ada hari ini begitu memprihatinkan kondisi banyak anak di Negeri ini dan tak ada yang bisa dibuat selain hanya menangis, miris sekali rasanya. Dan jika boleh minta untuk mereka bisa merasakan apa yang kini tengah dirasakan umat, dan mereka menyesal dengan tidak amanahnya mereka pada Rakyat, namun itu tidak juga terjadi cuma harapan yang sia-sia bahwa mereka justru makin tidak peduli, mereka tidak lagi peduli dengan umat, perasaan itu sudah hilang, kepentingan-kepentingan yang mereka perjuangkan bukanlah mementingkan kepentingan umat tapi mereka hanya berjuang demi kepentingan pribadi mereka.

Ampuni ya Allah Dosa-dosa mereka....

Tinggal kita yang pada akhirnya berserah diri saja kepada Allah, kuat dalam menjalankan kehidupan yang serba sulit ini dan tentunya untuk itu tidak gampang, perlu keimanan yang benar-benar mantap, yakin pada Allah bahwa kita akan menemui akhir yang indah.

Sekarang tugas kita adalah memahamkan pada umat, bahwa seperti ini gambaran kehidupan jika tidak diatur dengan Islam, mesti ikut dalam barisan para pejuang Syari'ah yang kini tengah dengan semangat yang kuat memperjuangkan demi tegaknya Islam kembali.

Dari sini mulailah bangkitkan pemikiran kita yang kita tidak melulu hanya memikirkan kepentingan Dunia semata, tapi berpikirlah kita ini dari mana, hidup ini untuk apa dan ada penghisaban setelah Dunia ini berakhir. Maka dari sini kita akan lebih bijak dalam rangka melangkahkan kaki dan membuat pilihan untuk bersegera melaksanakan Syariah, kembali kepada Allah adalah lebih baik karena hanya kepadanya kita mohon pertolongan.

Insyaallah Islam akan kembali tegak, dimuka bumi ini, kezholiman akan berakhir, semua kesulitan-kesulitan akan tergantikan dengan kemudahan-kemudahan yang itu datangnya dari Allah, umat akan di ayomi,dilindungi, hak-haknya diberikan sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpin yang amanah.

Wallahu a'lam bishawab.