Crazy rich yang berakhir nangis

Oleh : Rafika Andriani Kurnia
(Ibu Pembelajar)

Sob..Tau gak? Lagi ramai nih diperbincangkan, crazy rich terkenal yang biasanya meramaikan jagad raya dengan konten-kontennya itu lho, Indra kenz dan Doni Salmanan kini masuk jeruji besi. Lho ko bisa? Karena ternyata mereka itu tersangka kasus penipuan trading Binary Option. Afiliator trading, Doni Salmanan ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri.

Doni yang dikenal sebagai crazy rich muda di Bandung tersebut menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sejak pagi, Selasa (8/3/2022). Pada ini hari, Rabu (9/3/2022), Bareskrim Polri menetapkannya sebagai tersangka.
Pria ini ditetapkan tersangka menyusul Indra Kenz, crazy rich asal Medan yang sebelumnya juga sudah menjadi tahanan polisi bersama beberapa bos aplikasi Binary Option.
(Tribunnews.com (Rabu/09/03/22).

Sob.. fenomena crazy rich ini memang lagi ramai banget ya, khususnya di Indonesia. Banyak lho teman-teman kita ikut terjangkit fenomena ini. Saking ramainya sampai ada novel dari crazy rich Asians yaitu Kevin kwans yang sampai di filmkan. Novel yang mengungkap kehidupan kalangan jetset Tionghoa di Singapura ini memang tengah menjadi trending topic. Popularitasnya pun semakin gemilang ketika Warner Bros mengadaptasinya ke layar lebar dalam film berjudul sama. Di balik kesuksesan novel dan filmnya, Kevin Kwan adalah sosok penting di balik pembuatan Crazy Rich Asians.

Setali tiga uang dengan fenomena film tadi, ternyata konten-konten yang berisikan tentang pamer kekayaan itu memang banyak banget pengunjung dan followersnya, netizen suka banget dengan hal itu. Sampai ada industri yang memang menjadi penyedia jasa crazy rich, dan gak tanggung-tanggung banyak selegram, selebritis, artis dan juga pesohor yang menjadi pelanggannya, mereka menghalalkan segala cara, demi mendapatkan tujuannya.

Sedih ya sob melihat fenomena tersebut, dan yang paling miris lagi, teman-teman kita juga banyak yg terseret arusnya. Kenapa sih semua itu terjadi?
Ternyata Rasulullah sudah menyampaikannya,

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ

Dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya".

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan,ini adalah pemisalan yang agung yang diumpamakan oleh Nabi Saw bagi kerusakan agama seorang muslim akibat rakus terhadap harta dan kedudukan dunia dan bahwa kerusakannya tidak lebih berat dari rusaknya kambing yang dimangsa oleh dua ekor serigala lapar.

Al- munawi (faidh al-Qodir) berkata : maksud hadist ini adalah kerakusan terhadap harta dan kehormatan jauh lebih merusak bagi agama daripada merusaknya dua serigala terhadap kawanan domba. Sebab keangkuhan dan kesombongan itu memprovokasi pelakunya dan menuntunnya kepada hal yang membahayakannya. itu merupakan sesuatu yang tercela karena terus menginginkan ketinggian di muka bumi dan akan menimbulkan kerusakan dan keduanya merupakan perkara tercela menurut syara.

Selain itu Rasulullah Saw juga mengatakan

 حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ   

"Cinta dunia itu adalah biang keladi semua dosa"
(HR. Baihaqi)

Sob.. kerakusan dan ketamakan terhadap dunia ini bisa terjadi karena tipisnya keimanan

يَعۡلَمُوۡنَ ظَاهِرًا مِّنَ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا ‌ۖۚ وَهُمۡ عَنِ الۡاٰخِرَةِ هُمۡ غٰفِلُوۡنَ‏

"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia ; sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai" 
(Q.S Ar Rum : 7)

Ketidakpahaman terhadap akhirat ini membuat segala sesuatunya diukur dengan dunia saja termasuk mengukur kemuliaan dan kesuksesan manusia. Mereka menjadikan dunia itu sebagai ukuran, jadi kalau lebih kaya lebih mulia gitu, yang kaya yang keren, yang kaya yang terkenal. Pokoknya tujuan mereka itu selalu dunia saja.
Akhirnya halal haram udah gak jadi persoalan.

Padahal kaya dan melimpah itu adalah ujian yang diberikan oleh Allah untuk kita sebagai hambanya.

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (17) وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (18) وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَمًّا (19) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا (20)

"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya, lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, "Tuhanku menghinakanku.” Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan"

Sob, Harta itu bukanlah parameter dari sebuah kemulian seseorang, bukan berarti yang kaya itu lebih mulia dan yg miskin jadi terhina. Bukan Itu lho. 

Ath Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian wahai manusia adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.”
(Tafsir Ath Thobari, 21:386).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata,  “Sesungguhnya kalian bisa mulia dengan takwa dan bukan dilihat dari keturunan kalian” 
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 169).

Miris.. fenomena crazy rich sudah menyerang mental ummat, khususnya generasi muda mulai dibutakan dengan hal itu, mereka pada akhirnya meniru gaya hidup para crazy rich pujaannya, sehingga karena tujuan dunia itu, halal haram nanti dulu, yang penting kaya. Kalau sudah seperti ini, kewajiban ibadahnya ya sudah pasti ditinggalkan, mumpung masih muda katanya, harus kaya sejadi-jadinya.

Hal ini terjadi tak lain, karena Pertama, karakter ummat yang cenderung mengikuti yang sedang viral, Meraka gamang, labil, belum memiliki prinsip yang kokoh. Mengganggap hidup itu ya mengalir saja, yang disukai itulah yang diambil dan dicontoh. 

Kedua, Karakter media saat ini emang paling senang banget memberitakan yang viral, ya..lagi-lagi tujuannya cuan. Dan menjadikan para milenial sebagai sasaran empuk bisnisnya.

Ketiga, karakter media sosial yang bisa menjadi tempat siapapun untuk menyampaikan apapun. Keempat, ini yang paling berpengaruh sob, yaitu sistem dinegara kita yang menganut liberalisme sekuler, jadi pastinya mendukung semua kondisi itu. Sister kuffur ini memberikan kebebasan tanpa batas dalam melakukan apapun.

Sob..ingat ya, dunia ini hanya sementara. Jangan sampai yang sementara ini membawa kita ke jurang neraka, hmm..nangis nanti sejadi-jadinya.

Rasulullah Saw Bersabda :
"Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan atau tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama) maka Allah akan menghimpunkan urusannya menjadikan kekayaan atau selalu merasa senang cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya) 
(HR.Ibnu Majah)

Wallahu'alam
banner zoom