Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Bekasi Semakin Sadis, Butuh Solusi Sistematis

Oleh : Syifa Islamiati

Seperti fenomena gunung es, kejahatan seksual terhadap anak tak henti-hentinya memenuhi pemberitaan di berbagai media. Kasusnya semakin hari semakin bertambah. Pelakunya pun kebanyakan bukan orang asing yang tidak dikenal oleh si anak, melainkan orang terdekatnya.

Padahal sejatinya, anak akan terjaga dan terlindungi jika berada di lingkungan yang tepat, tetapi saat ini lingkungan keluarga pun justru menjadi ancaman bagi anak-anak. Mereka tidak lagi mendapat perlindungan dan penjagaan yang ketat dari  keluarga karena kurangnya pemahaman dan pendidikan tentang kewajiban terhadap pengasuhan anak-anak.

Seperti salah satunya kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah kepada anak tirinya. Hanya dengan ancaman, si anak rela melakukan apa yang seharusnya tidak ia lakukan. Dengan terpaksa ia memenuhi keinginan nafsu bejad sang ayah tiri. Dan pelaku hanya dikenakan sanksi penjara selama 15 tahun. (suarabekaci.id, 20/1/2022)

Sungguh miris dan mengiris hati, Bekasi yang dinobatkan sebagai kota layak anak nyatanya tidak layak bagi anak-anak. Pun tidak seaman yang dibayangkan. Justru dapat dikatakan sebagai kota dengan banyak kasus kejahatan seksual terhadap anak di dalamnya. 

Sepanjang tahun 2021, Polres Metro Bekasi Kota mencatat sekitar 83 kasus kejahatan seksual terhadap anak.(Tribunjakarta.com, 3/1/2022) Bagaimana dengan kasus yang tidak tercatat? Mungkin masih banyak lagi. Dan sudah pasti dampak yang timbul akibat lemahnya perlindungan terhadap anak akan berpengaruh kepada psikologi dan mental si anak.

Perlindungan terhadap anak semestinya bukan hanya datang dari lingkungan keluarga terdekat saja. Lingkungan masyarakat pun harus turut serta bersinergi mencegah terjadinya kejahatan seksual terhadap anak agar tidak terus berulang dan semakin liar. Dan tentunya peran negara dalam rangka memperketat perlindungan terhadap anak pun jelas dibutuhkan. Karena hanya negara yang mampu menekan angka kejahatan seksual terhadap anak di seluruh penjuru daerah di nusantara, salah satunya di Bekasi. 

Mengapa negara? Karena hanya negaralah yang memiliki kuasa untuk dapat menerapkan regulasi dalam setiap sendi kehidupan di masyarakat. Sehingga secara otomatis masyarakat mau tidak mau pasti akan melakukan setiap kebijakan yang ditetapkan oleh negara. Penerapan tatacara pergaulan antara laki-laki dan perempuan sesuai syari'at pun tidak akan terlaksana tanpa adanya peran negara. Tidak hanya itu, negara juga memiliki kontrol terhadap media yang dengan sengaja mengajak generasi melakukan kemaksiatan. Maka dari itu, jika negara memahami fungsinya sebagai pelindung masyarakat khususnya anak-anak, sudah tentu anak-anak akan terlindungi dari segala bentuk kejahatan tindak asusila.

Tapi kita tidak akan mungkin menyandarkan harapan tersebut pada sistem yang sudah jelas-jelas terbukti gagal melindungi anak-anak. Maraknya kasus kejahatan seksual saat ini adalah buah dari penerapan sistem yang salah, yakni sistem sekuler liberal. Sistem yang tidak mempedulikan nasib anak-anak sebagai generasi penerus peradaban. Sistem yang hanya menjadikan anak-anak sebagai objek bisnis semata demi mendapatkan keuntungan yang besar bagi para kapitalis. Sistem yang gagal memberikan solusi segala persoalan termasuk kejahatan seksual. Dan masih banyak lagi kegagalan yang diciptakan oleh sistem buatan manusia tersebut.

Dengan demikian, sudah pasti hanya sistem Islamlah satu-satunya sistem yang terbukti dapat melindungi anak-anak dari berbagai macam kejahatan di antaranya kejahatan seksual yang marak terjadi. Hanya Islam yang memilki perlindungan berlapis dalam mengatasi kekerasan seksual, di antaranya edukasi tentang pergaulan antara laki-laki dan perempuan, kewajiban menundukkan pandangan baik laki-laki maupun perempuan, larangan tabarruj, berkhalwat dan berzina. 

Hanya Islam yang dapat menciptakan masyarakat yang beradab, berakhlakul karimah, dan berbudi luhur, serta mampu menjaga kehormatan anak-anak dan dapat mencetak generasi penerus peradaban Islam yang gemilang. Dengan syari'at, generasi selamat dunia dan akhirat. InsyaAllah.

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!




banner zoom