Terus Menjajah, Kini Tempat Ibadah yang Dijarah!

Oleh : Puspita NT 

Pengadilan Israel memberi ijin warga Yahudi beribadah di komplek masjidil Aqsha. 
Bukan hanya menjajah wilayahnya, kini  provokasi Israel juga mengusik ketenangan ibadah kaum muslim disana. Solusi dua negara terus bergelora. Juga upaya menjadikan komplek masjidil Aqsha sebagai milik 2 bangsa (Palestina-Israel) diharapkan menjadi  jalan tengah untuk kesepakatan bersama. Jika benar demikian, akankah Palestina akan segera merdeka, atau justru sebaliknya ?

Sebagaimana diwartakan dalam republika.co.id pada tanggal 10 Oktober 2021, Majelis Ulama Indonesia bidang hubungan luar negeri dan kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan dalam waktu lama, warga Palestina harus mengalami penderitaan akibat aneksasi, pengusiran, dan penyerangan yang dilakukan oleh Israel. Bagi MUI, imperialisme Israel harus dilawan dan dihentikan, sesuai dengan amanah yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.  Oleh karena itu Sudarnoto menegaskan bahwa tidak akan berhenti untuk membela rakyat dan bangsa Palestina.

Persoalan Palestina sebetulnya sudah terjadi sangat lama. Kalau dirunut, gejolak negeri bumi para nabi itu berawal saat Kekhilafahan Ustmaniyah mulai melemah, yang akhirnya runtuh pada 1924. Negeri kaum muslimin awalnya satu, kemudian dipecah menjadi negara negara kecil (  nation state ) yang minim kekuatan. Mereka tak berdaya mempertahankan diri dan melawan segala bentuk penjajahan.

Berlarutnya persoalan di Palestina membuktikan bahwa hingga saat ini solusi yang ditawarkan dunia bukanlah solusi yang hakiki nya bisa menyelesaikan. Katakan persoalannya adalah perebutan tanah atau tempat tinggal. harusnya sengketa dimenangkan oleh pemilik sesungguhnya. Bukan diserahkan kepada pihak lain yang mengaku ngaku memiliki tanah tersebut karena dijanjikan oleh kitab suci mereka.
Katakan ini persoalan agama, lantas kenapa tempat ibadah umat muslim diusik padahal mereka memiliki tempat ibadah sendiri?

Buka mata, buka telinga, persoalan sesungguhnya adalah perang ideologi. Umat muslim adalah benih munculnya kebangkitan Islam yang akan melawan hegemoni mereka. Karena itu sebisa mungkin umat muslim dimusnahkan dari muka bumi ini. Mulai dari kehidupan nya d pinggirkan, jadilah muslim hanya ber-Islam ritual saja, jadilah muslim yang malu menunjukkan identitanya. Dan yang terakhir,  ibadah umat muslim yang kemudian diusik. Tempat sholat yang dijarah.

Dari Abu Umamah Al Bahili dari Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda: “Sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. Setiap satu simpul terurai maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang pertama kali terurai adalah masalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.”

Sebelum terlambat, mari kita sadari bahwa yang diinginkan Israel  bukanlah jalan tengah yang adil. Bukan juga hidup berdampingan dengan umat muslim. Maka solusi dua negara   
hanyalah penutup mata agar tidak terlihat maksut mereka yang sesungguhnya. Pun solusi masjidil Aqsha milik bersama hanyalah basa basi diplomatik yang berbahaya jika dibiarkan begitu saja. 

Solusi yang hakiki untuk menyelesaikan persoalan Palestina adalah Islam. Sebagaimana dulu Palestina direnggut karena runtuhnya Khilafah, maka Palestina akan kembali dengan tegaknya kembali Khilafah di muka bumi ini. Insya Allah

Wallahu a'lam Bis Showab
banner zoom