Indonesia Mampu Menjadi Negara Maju Dan Adidaya

Oleh: Ummu Aisyah

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap), pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6 persen pada 2022 mendatang. Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045.

Berdasarkan perhitungan Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca 1998 tidak pernah kembali ke skenario trajectory (tren) pertumbuhan ekonomi tanpa krisis. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi selama ini selalu macet di posisi 5 persen.

"Pemulihan ekonomi pasca covid-19, kami berharap kalau kita bisa based pada 2022 dengan tingkat pertumbuhan 6 persen, maka trajectory (tren pertumbuhan ekonomi) yang panjang tadi (tanpa krisis) bisa kembali lagi pada 2029," ujarnya dalam webinar CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu (4/8/2021)

Menurutnya, saat ini adalah momentum tepat untuk mencapai cita - cita tersebut sebab Indonesia masih memiliki bonus demografi. 

Dengan demikian, penduduk usia produktif lebih banyak daripada usia non produktif sehingga bisa menjadi motor penggerak ekonomi.

Upaya pemerintah melakukan transformasi ekonomi dari middle income country menjadi higher income country memiliki tantangan. Tantangan itu antara lain tingkat produktivitas global effectiveness index, demografi, struktur ekonomi, kemudahan berusaha dan tantangan perekonomian dunia.

Adapun tantangan perekonomi yang dihadapi saat pandemi Covid 19 ini tidaklah mengubah perhatian pemerintah . Covid 19 tidak menjadi alasan pemerintah berhenti memperjuangkan Indonesia menuju negara yang berpendapatan tinggi dan melakukan transformasi ekonomi.

Pemerintah terus melakukan kedua hal tersebut melalui APBN 2021 yang tercermin pada kebijakan strategis pada bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)

Apa yang menjadi cita - cita pemerintah terhadap negara yang kita cintai menjadi higher income country merupakan cita - cita seluruh rakyat Indonesia.

Hanya saja, ada banyak hal yang harus menjadi perhatian serius  bagi pemerintah. Agar cita - cita tersebut tidak hanya sebatas angan. 

Negara kita adalah negara yang menerapkan sistem kapitalisme - sekuler.

Kita dapat melihat dan merasakan dampak buruknya sistem hari ini.

Berbagai problematik yang muncul dari aspek perekonomian,pendidikan, kesehatan, politik, hukum, sosial dan budaya tidak terlepas dari pengaruh sistem kapitalis sekuler.

Dari aspek perekonomian, kesenjangan sosial akibat kapitalisme sangat kita rasakan. Kaya dan miskin begitu nampak jelas di depan mata kita. Sementara negara menjelma menjadi negara korporatokrasi. Kebijakan yang lahir selalu berpihak kepada para kapitalis yang pada akhirnya rakyat terbebani dengan biaya hidup yang semakin tinggi. Sementara pengangguran banyak terjadi di mana - mana.

Aspek pendidikan, generasi kian di ambang kehancuran.

Seks bebas, aborsi, perundungan, tawuran hingga eljibiti menjadi pandangan sehari - hari.

Moralnya telah rusak begitupun mentalnya menjadi liar. Ditambah lagi kurikulum asas sekuler yang mengakibatkan generasi muda makin jauh dari agama. Tak peduli halal dan haram, maksiatpun merajalela.

Aspek kesehatan, buruknya pelayanan kesehatan mengakibatkan bagi yang tidak memiliki uang sering mengalami ketidakadilan.

Negara berlepas tangan dari tanggung jawab memberi pelayanan kesehatan. Rakyat diarahkan mengurus urusan kesehatan mereka sendiri dengan menjadikan peserta BPJS.

Aspek politik, Indonesia dalam cengkeraman Asing dan Aseng. SDA yang seharusnya menjadi sumber penghasilan negara demi membangun negara dan masyarakatnya telah dikuasai asing dan aseng tersebut. Adapun keputusan dan kebijakan pemerintah sesuai pesanan mereka.

Aspek hukum, tidak adanya keadilan. Terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Yang benar bisa jadi salah, begitupun sebaliknya. Kontrol negara dan masyarakat tidak berjalan selaras.

Negara enggan mendapat kritikan dari rakyatnya.Persekusi bagi yang menghalangi keinginan negara kerap terjadi.

Aspek sosial budaya, kehidupan masyarakat tidak mengindahkan norma agama. Meski mayoritas penduduknya adalah muslim, namun lebih nencintai budaya dan gaya hidup barat.

Dengan dukungan sistem yang berasaskan kebebasan baik dalam berakidah, berbendapat, berekspresi maupun memiliki.

Kita dapat melihat negara pengusung kapitalis - sekuler saat ini. Meski terlihat maju dan adidaya, akan tetapi tidak mampu mewujudkan kesejahteraan, keamanan, ketenangan, keadilan yang merata dan menjadi dambaan setiap makhluk yang hidup di muka bumi ini.

Berbeda dalam penerapan sistem Islam.

Kemajuan dan kedikjayaan negara yang pernah dirasakan manusia pada masa di mana mereka menerapkan sistem yang ditetapkan Sang Khalik.

Selama 13 abad umat manusia diurus seluruh urusan mereka dengan sistem tersebut.

Meski pada saat itu mereka terdiri dari bermacam agama, suku bangsa, dan kebiasaan hidup.

Mereka hidup berdampingan dengan rukun, merasa aman dan nyaman, kesejahteraan mereka rasakan, keadilan mereka dapatkan.

Sebagai buah dari ketaatan mereka terhadap Sang Khalik.

Dialah sistem Islam. Sistem yang diterapkan baginda Rasulullah SAW, para khulafaurrasyidin ( Abu Bakar, Umar bin Khatab, Ustman bin Afan dan Ali bin Abi Thalib) begitupun para khalifah/pemimpin umat sesudah mereka.

Merekalah sosok pemimpin sejati yang patut dicontoh. Yang mampu mewujudkan keinginan hakiki manusia dalam kehidupannya.

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surah al A'raf ayat 96 yang artinya : " Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan nelimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."

Indonesia tentu saja mampu menjadi negara maju, bahkan adidaya.

Dan itu akan terwujud saat Indonesia mau taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Saatnya kita kembali kepada hukum - hukum Allah, untuk segera menerapkannya sebagai aturan kehidupan. Aturan sebagai individu, masyarakat dan bernegara.

Dengan begitu cita - cita menjadi negara maju bahkan adidaya dapat terwujud dan dirasakan umat manusia.

Wallahu'alam bishshawab.

banner zoom