Palestina Butuh Kita Semua


Oleh: Tri S, S.Si

Bagai buih dilautan. Banyak, namun tak berarti apapun.

Begitulah yang disampaikan Baginda Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya hari ini.

Bagaimana tidak sekitar kurang lebih 1,9 miliar muslim di dunia ini tak berdaya menghadapi aksi brutal tak mengenal belas kasih Israel terhadap saudara seimannya yang ada di bumi para Nabi, Palestina.


Sebagaimana yang kita ketahui, pada Senin (17/5/2021) Israel kembali membombardir Jalur Gaza, membuat lebih dari 200 orang tewas dalam seminggu, sebagian besar warga Palestina. (Kompas.com 17/5/21)


Ini bukanlah kali pertama, namun peristiwa menyayat hati yang nampak di pandangan kita hari ini merupakan rentetan episode perih yang secara terang-terangan dipertontonkan oleh Israel.


Drama panjang penjajahan, diskriminasi hingga penyiksaan yang dialami kaum muslimin hari ini bukan hanya menimpa muslim Palestina. Tentu peristiwa penyiksaan yang dialami muslim Uighur, Patani, India, Suriah dan ummat muslim lainnya adalah bukti bahwa betapa benarnya yang disampaikan Baginda Nabi Muhammad SAW. Lemah, tertindas, tak berdaya, sekalipun populasinya banyak disertai anugerah SDA yang melimpah dari yang Maha Kuasa.


Sejak pertengahan abad ke 18 Masehi dunia Islam, kaum muslimin mengalami kemerosotan dan kemundurun dalam jangka waktu yang begitu cepat.


Hal ini tentu tidaklah terjadi tanpa sebab. Syaikh Taqiyuddin An-nabhani dalam kitabnya Mafahim menjelaskan sebab-sebab munculnya malapetaka yang menimpa kaum muslimin hari ini, juga solusi agar kehormatan dan kemuliaan kaum muslimin bisa kembali lagi sebagaimana dulu Islam pernah berjaya, dan sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT.


Adapun beberapa sebab yang membuat kaum muslimin mengalami kemunduran yang begitu buruk diantaranya; Tidak adanya pemahaman yang mendalam mengenai fikrah Islamiyyah, tidak adanya gambaran yang jelas mengenai  thariqah islamiyah dalam menerapkan fikrah, tidak adanya usaha untuk menjalin fikrah Islamiyyah dengan thariqah islamiyah.


Tak banyak muslim yang menyadari bahwa Islam bukan hanya sekedar mengatur aspek spiritual terhadap hamba dengan Rabb-nya saja namun juga berkaitan dengan pengaturan dalam kehidupan yang begitu merinci, mulai dari hal yang begitu sederhana, tidur misalnya, hingga pengaturan tentang tata cara bernegara, pengurusan hubungan dalam dan luar negeri, termasuk kebijakan berperang melawan musuh Allah yang membuat gaduh kehidupan kaum muslimin.


Islam adalah akidah yang terpancar darinya peraturan. Peraturan ini bersumber dari hukum-hukum Syara' yang sebelumnya telah dilakukan penggalian dari dalil-dalil terperinci. Aqidah dan hukum Syara' yang memecahkan persoalan manusia disebut fikrah. Sedangkan Hukum Syara' yang berkaitan dengan penjelasan tata cara pelaksanaan dinamakan dengan thariqah. Dengan kata lain Islam bukanlah kepercayaan sebagimana kepercayaan lain yang hanya mengatur hubungan hamba dengan Tuhannya, lebih dari itu Islam adalah sebuah ideologi yang terkandung didalamnya kumpulan fikrah dan thariqah.


Gabungan antara fikrah dan thariqah inilah yang akan membentuk Islam. Keduanya harus senantiasa berbarengan tidak boleh terpisahkan. Jika tidak maka jadilah seperti hari ini. Sebagian hukum Islam banyak yang tidak bisa diterapkan padahal jelas Allah SWT memerintahkan agar hukum Syara' tersebut dilaksanakan. 


Mengemban dakwah Islam misalnya merupakan bagian dari fikrah Islamiyyah. Maka thariqahnya harus dilaksanakan oleh negara yakni dengan berjihad memerangi musuh Islam. Tidak dibenarkan negara hanya sekedar memberikan bantuan atau sekedar mengecam itupun penuh dengan berbagai tipu muslihat ketika menyuarakan perdamaian, meminta pihak musuh menghentikan serangannya. 


Sebab lebih lanjut dijabarkan oleh Syaikh Taqiyuddin An-nabhani dalam kitabnya Mafahim bahwa  segala sesuatu yang menyangkut thariqah haruslah menghasilkan perbuatan fisik, perbuatan yang nyata. Sesuatu yang bersifat thariqah apabila menghasilkan sesuatu yang tidak nyata harus ditolak jika dimaksud untuk melaksanakan fikrah Islam. 


Demikianlah, apabila kita hendak mengakhiri episode pahit yang dipertontonkan musuh-musuh Islam hari ini tidak ada jalan lain dengan mengembalikan Islam yang sempurna, Islam yang bukan hanya mengatur aspek spiritual namun Islam Ideologis. Islam Ideologis ini hanya mampu diterapkan secara sempurna manakala sebuah negara mengadopsinnya. Maka ketika itu terjadi fikrah-fikrah Islam yang begitu agung dan mulia diaplikasikan dengan thariqah yang benar, akan membuat gentar musuh-musuh Islam. Saat itulah kehormatan dan kemuliaan Islam bisa terwujud.

banner zoom