Idul Fitri Yang Kelabu Tanpa Hadirnya Perisai Umat

Oleh: Ummu Salman (Relawan Media)

Umat Muslim seluruh dunia merayakan Idul Fitri 1442 H. Mereka menyambut hari lebaran dengan penuh semangat walaupun ada beberapa negara yang tidak beruntung dan harus melakukan perjuangan. Seperti warga Palestina yang diserang pasukan Israel serta perlakuan terhadap Muslim Uighur di kamp-kamp penahanan.(republika.co.id, 14/5/2021) 


Idul fitri memang merupakan momen sukacita bagi seluruh umat muslim di dunia. Setelah sebulan penuh mereka berpuasa, tibalah hari nan fitri yang dinanti. Sayangnya, tidak semua umat Islam dapat merayakannya dengan sukacita. Muslim uyghur di Xinjiang China, muslim Palestina, muslim rohingya dan wilayah-wilayah pendudukan lainnya, harus rela untuk beridul fitri dalam kondisi yang serba terbatas, bahkan dalam kondisi perang seperti di Palestina beberapa waktu yang lalu. 


Miris, inilah kondisi kaum muslim tanpa junnah. Tidak ada perlindungan dan rasa aman bahkan hanya untuk sekedar merayakan hari nan fitri yang hanya sekali setahun. Mereka tertindas dan tak berdaya menghadapi berbagai kezholiman yang menimpanya. Palestina terus dibombardir oleh Israel, muslim uyghur ditahan di kamp-kamp penahanan, muslim rohingnya tak jelas bagaimana nasib mereka. Mereka melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka namun banyak negara yang menolak kedatangan mereka bahkan negara muslim sekalipun. 


Sementara kaum muslim di wilayah lain, tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikan kondisi ketertindasan yang dialami oleh saudaranya. Batas teritorial telah menjadikan kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka atau sekedar mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui donasi yang dikumpulkan. 


Maka disinilah relevansi dari kebutuhan umat akan adanya sebuah institusi yang akan menjadi junnah bagi mereka, yakni Khilafah. Khilafah yang akan menghentikan berbagai penindasan dan kezholiman yang dialami kaum muslimin. Khilafah memastikan kemuliaan umat Islam senantiasa terjaga. Khilafah yang akan memberi jaminan rasa aman dan perlindungan dari beragam serangan, ancaman dan memberikan kesejahteraan . 


Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Imam/Khalifah adalah junnah (perisai), orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung. Jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya maka ia harus bertanggung jawab atasnya".(HR Muslim).


Betapa pentingnya membangun kesadaran umat akan keharusan untuk memiliki junnah. Karena tanpa junnah yakni Khilafah, maka selama itu pula penindasan kepada kaum muslim akan terus berlangsung. 


Wallahu 'alam bishowwab

banner zoom