Bebaskan Bumi Palestina Dengan Khilafah

Oleh: Wiji Lestari 

Birruh biddam nafdika ya Aqsa, itulah ikrar yang menjadikan semangat para pejuang bumi Palestina untuk tetap menjaga kesucian Masjid Al Aqsa dari tangan zionis Israel. Yah, dunia kembali dibuat geram oleh ulah brutal tentara zionis Israel dimana beberapa hari ini melakukan berbagai gencatan senjata, menyerang warga Palestina yang tengah beribadah di Masjid Al Aqsa. Penyerangan dilakukan mana kala mereka sedang menjalankan ibadah seperti shalat tarawih, itikaf disepuluh malam terakhir ramadan. Serangan demi serangan mereka berikan pada warga Palestina. 


Aksi brutal tentara zionis Israel dalam melakukan gencatan senjata membuat dunia mengecam dan marah akan aksinya. Gencatan senjata zionis Israel memperoleh dukungan negara adidaya yakni Amerika Serikat. Berbagai senjata disuplai dari negara tersebut dan aksi ini dibawah pantauan mereka. Negara timur tengah termasuk bumi Palestina sendiri dijadikan target jajahan mereka. Entah sampai kapan konflik ini akan selesai.


Aksi gencatan senjata tentara zionis Israel tak bisa diselesaikan hanya dengan kecam-kecam dan beragam resolusi yang ditawarkan. Termasuk apa yang dilakukan negara arab dan dunia Islam yang disampaikan melalui pertemuan OKI pun tak dihiraukan lagi oleh tentara zionis Israel dan sekutunya.  Adanya aksi gencatan senjata ini memberikan isyarat pada umat Islam untuk bangkit dan bersatu padu dalam membela bumi Palestina. Lalu langkah apa yang tepat untuk membebaskan bumi Palestina dari tangan zionis Israel?


Aksi gencatan senjata dapat diakhiri dengan jalan jihad. Jihadlah jalan untuk membebaskan bumi Palestina. Bersatunya umat Islam tentu akan memudahkan dalam membebaskan bumi Palestina dari cengkerama zionis Israel saat ini. Gencatan senjata di bumi Palestina akan terus terulang dari berapa ribuan atau ratusan konflik yang melanda umat Islam. Konflik yang menimpa umat Islam terutama bumi Palestina harus dihentikan dengan kekuatan politik dan militer negeri Islam. 


Problem bumi Palestina dapat dituntaskan dengan kekuatan militer yang dikirimkan oleh para pemimpin negeri-negeri Islam. Hal ini sangat mustahil dilakukan diera seperti ini dimana para pemimpin negeri-negeri Islam seolah-olah buta dan tuli dari gencatan senjata yang dialami warga Palestina. Kita butuh sebuah umat, sebuah kepemimpinan, yang berani untuk tidak mengakui perjanjian sykes pycot, yang berani untuk melawan jazirah Arab, yang berani untuk tidak bernegosiasi dengan kafir Amerika, yang berani melakukan itu semua tanpa takut ancaman nuklir, boikot, dan lain sebagainya, dan hanya takut kepada Allah.


Umat Islam butuh pemimpin yang akan menegakkan kembali aturan-aturan Islam, membebaskan bumi Palestina dengan kekuatan politik serta kekuatan militer. Kedua hal ini hanya dapat terwujud dengan tegaknya khilafah ala manhaj nubuwwah. Adanya khilafah yang memimpin umat Islam dalam satu komando untuk mengirimkan tentara-tentara dari negeri Islam pun akan mudah dilakukan tanpa harus takut dengan ancaman yang ada maka dengan mudah dan atas izin Allah bumi Palestina akan menjadi milik umat Islam kembali.


banner zoom