Umat Terbengkalai Tanpa Perisai

Oleh : Rindoe Arrayah

Nasib umat Islam hingga kini semakin terbengkalai akibat tidak diterapkannya sistem kehidupan berlandaskan syari’at-Nya. Berbagai derita yang menimpa seolah tiada habisnya. Hal ini dikarenakan, umat telah kehilangan perisai yang memiliki kesanggupan melindungi dari cercaan kezaliman yang akan ditimpakan.

Jika kita tengok lagi, sekitar seratus tahun lalu di tahun Hijriah, pada akhir Rajab 1342 H atau awal Maret 1924 M, kaum kafir penjajah yang dipimpin Inggris—bekerja sama dengan pengkhianat orang Arab dan Turki—berhasil menghancurkan Daulah Khilafah.

Sudah sangat dikenal penjahat abad itu, Mustafa Kamal Attaturk, mengumumkan penghapusan Khilafah dengan cara mengepung Khalifah di Istanbul, serta mengeluarkannya pada dini hari itu juga. Hal itu, sebagai harga yang diperintahkan Inggris untuk dia bayarkan. Sungguh, sebuah peristiwa awal yang mengantarkan umat Islam pada kehidupan yang semakin menyengsarakan.

Berbagai kehinaan, kenistaan, dan kepiluan ini tidak akan berhenti jika kekuasaan global masih dikuasai oleh ideologi kapitalisme yang diemban oleh sebuah negara. Ideologi ini akan memuaskan dan melindungi para kapital yang memiliki kepentingan.

Fakta terdekat terkait derita umat Islam telah menimpa saudara kita di Rohingya. Pemerintah Myanmar telah mencabut hak kewarganegaraan Rohingya sejak tahun 1982. Sejak itu, minoritas Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dan negara lain,termasuk India untuk menghindari diskriminasi, kekerasan dan kemiskinan. Tahun lalu diperkirakan 40 ribu pengungsi Rohingya tinggal di India dan tersebar di beberapa negara bagian (voaindonesia.com, 13/3/2021). Dan masih banyak lagi kezaliman yang ditimpakan kepada umat Islam di belahan bumi lainnya.

Ada beberapa kerugian yang dialami dengan ketiadaan perisai umat ini, yaitu Khilafah:

1. Hilangnya keridhaan Allah. Keridhaan Allah SWT dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum dan aturan-Nya dengan penuh ketaatan sebagaimana dipraktikan oleh nabi kita Muhammad saw.

2. Hilangnya Imam atau Khalifah atau Amirul Mukminin, banyak yang hilang ketika kaum muslim kehilangan legitimasi kepemimpinan ini dan kehilangan lainnya menyusul seperti bola salju

3. Hilangnya rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan

4. Hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepibadian Islam. Hal ini disebabkan oleh begitu dominannya kebodohan dan buta huruf yang diakibatkan oleh kemiskinan dan kepribadian yang goyah

5. Hilangnya kekuatan dan ihad yang disebabkan kelemahan dan kekalahan

6. Hilangnya kekayaan yang disebabkan kemiskinan

7. Hilangnya pencerahan dan pedoman yang benar yang disebabkan kegelapan dan pedoman yang salah

8. Hilangnya kehormatan dan martabat yang disebabkan penghinaan

9. Hilangnya kedaulatan dan ketergantungan dalam membuat keputusan politik akibat ketundukan kepada negara-negara penjajah kafir barat dan timur

10. Hilangnya keadilan yang disebabkan penindasan dan ketidakadilan

11. Hilangnya keimanan dan keikhlasan yang disebabkan pengkhianatan penempatan orang yang salah pada tempat yang salah

12. Hilangnya sikap dan moral yang terpuji yang menyebabkan kejahatan dan sikap yang tercela

13. Hilangnya negeri-negeri Islam dan tempat tinggal, tidak hanya Palestina tetapi juga Andalusia (sekarang yang disebut Portugal dan Spanyol), wilayah yang luas di Asia Tengah dan Timur Jauh, Kosovo, Bosnia, Kashmir dan yang lainnya, yang menyebabkan jutaan imigran, gelombang pengungsi dan pendeportasian

14. Hilangnya tempat suci dan akibatnya adalah kaum muslim dilarang shalat di Masjid Al-Aqsa selama 50 tahun sampai saat ini. Kami juga menyesalkan untuk mengatakannya pada Anda bahwa dua masjid lainnya pun yaitu Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Nabawi tidak di dalam kondisi yang diinginkan

15. Hilangnya kesatuan dan integritas yang diakibatkan terpecahnya negeri kaum muslim menjadi 56 bagian yang tidak sah, dan AS tengah bekerja keras menciptakan bagian ke 57 di Palestina, ke 58 di gurun Afrika barat dan ke 59 di Timor Timur

Dari banyaknya peristiwa kezaliman yang telah ditimpakan, sudah seharusnya kaum muslimin tidak menaruh harapan keadilan pada lembaga buatan kapitalis karena sejatinya kaum muslimin memiliki perisai tersendiri yaitu Khilafah Islamiyah.

Umat butuh perisai untuk melindungi diri mereka. Rasulullah bersabda : “Sungguh imam (Khalifah) itu laksana perisai, orang-orang akan berperang dibelakang dia dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannya.” (HR. Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud dan Ahmad).

Khalifah atau pemimpin dalam Islam ibarat perisai karena dia mencegah musuh menyerang atau menyakiti kaum muslim, mencegah masyarakat satu dengan yang lainnya dari serangan musuh kaum kafir, dan melindungi keutuhan Islam. Sistem kepemimpinan seperti ini disegani dan  ditakuti oleh bangsa lain yang menjadi musuhnya.

Berlandaskan perintah Allah dan rasul-Nya ini, maka pemimpin dalam Islam sangat ringan dalam mengerahkan pasukannya dari Departemen Perang atau Amirul Jihad untuk menyelamatkan kaum muslim dari kebengisan penguasa kafir. Sikap tegas pemimpin inilah akan mengakhiri penderitaan kaum muslimin yang bertubi-tubi sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin Islam sebelumnya.

Maka, solusi yang hakiki dari semua permasalahan yang kini menyandera ialah dengan mengembalikan perisai umat yang telah hilang selama 100 tahun lamanya. Karena, penyebab segala kerusakan di bumi saat ini ialah telah jauhnya kita dari sistem Islam, serta penyimpangan dan pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah. 

Benarlah firman-Nya dalam surat ar-Rum ayat 41, “Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan  mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Kita hidup mulia dengan Islam, dan kini telah terhina karena meninggalkannya. Lalu, tidakkah kita merindukan kembali akan hadirnya perisai umat dengan segala keagungannya sebagaimana pada masa lalu?

Dengan tegaknya Khilafah, nestapa umat Islam akan berubah menjadi kehidupan yang penuh dengan kemaslahatan serta keberkahan. Tentunya, dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk mewujudkannya. Untuk itu, kita harus tetap istiqamah berada di jalan dakwah agar syari’at-Nya segera terterapkan. Allah akan menolong kaum muslimin untuk memenangkan pertarungan, yaitu mengembalikan kekhilafahan yang sesuai dengan manhaj kenabian.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad:7)

Wallahu a’lam bishshowab.
banner zoom