Manusia Semakin Hilang Akal Sehat Akibat Sekularisme

 

Oleh: Lin Rahmawati (Aktivis Muslimah Bangka Belitung)

  Gelap mata, mertua tega membacok mantan menantu hingga tewas. Aksi pembunuhan ini terjadi di desa Sungai Selan, Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah pada hari Rabu (3/3/2021). Seorang mantan ayah mertua bernama Abdul Hadi menghabisi nyawa mantan menantu yang bernama Andri (43 th). Kapolsek Sungai Selan Ipptu Boy menjelaskan, pembunuhan terjadi bermula saat Dahlan Patuni putra dari Abdul Hadi mendatangi kediaman Andri Budiman untuk memberitahu agar jangan lagi mengganggu dan mengancam keluarganya. Peringatan itu diberikan Dahlan lantaran Andri sering cekcok dengan mantan istrinya. Tidak terima teguran dari Dahlan tersebut Andri langsung mencekik leher Dahlan dengan menggunakan lengan sehingga terjatuh di tanah. Pada waktu yang bersamaan ibu Dahlan yang melihat kejadian pun berteriak minta tolong. Mendengar teriakan istrinya tersebut Abdul Hadi yang baru saja selesai sholat langsung keluar dan melihat anaknya berada di tanah ditekan oleh Andri (korban) dan dicekik sampai tak berdaya. Melihat kejadian itu Abdul Hadi pun spontan mengambil parang dan membacok korban dari belakang sebantak 5kali demi menyelamatkan anaknya Dahlan. (ujar AH saat diwawancarai di Mapolres Bangka Tengah pada Jumat 5/03/2021 sore). Setelah kejadian itu korban langsung dibawa ke puskesmas dalam keadaan sudah meninggal dunia.

    Kejadian pembunuhan sudah terlalu sering kita dengar. Baik di daerah kita maupun di seluruh negeri ini. Hampir setiap hari berita yang sama selalu terdengar. Berita tentang pembunuhan, pemerkosaan, pencabulan terus menghiasi televisi atau media lainya. Pelaku pun bisa dilakukan oleh keluarga inti, keluarga dekat, tetangga, dan juga mungkin orang jauh dari korban sendiri. Miris sekali rasanya. Berita seperti ini sudah dianggap berita yang biasa saja di masyarakat kita. Hanya sekedar menjadi obrolan tanpa ada rasa kengerian maupun ketakutan. Apa mungkin karena masyarakat sudah terlalu sering mendengar beritanya seolah iklan yang selalu diulang di media televisi. Jadi masyarakat pun menganggapnya biasa saja tanpa bisa berfikir apa penyebabnya, kenapa selalu terjadi dan apakah ada solusi untuk mencegahnya.

Negeri ini mayoritas penduduknya muslim terbesar di dunia. Tetapi masyarakatnya sama sekali tidak mencerminkan masyarakat yang Islami. Mereka hanya disibukkan dengan mengurus diri dan keluarga sendiri tanpa harus memikirkan saudara yang lain. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda "Umat Islam bagaikan satu tubuh, apabila yang satu sakit pasti tubuh yang lain juga merasakan sakit yang sama". Tapi kenyataannya orang Islam sangat mudah menghilangkan nyawa saudara seaqidahnya bahkan yang memiliki hubungan darah sekali pun.

Dimana peran negara sebenarnya? Rakyat dibiarkan mengurusi masalah sendiri. Negara abai terhadap masalah umat. Penguasa membiarkan rakyatnya menjalani kehidupan bermasyarakat yang jauh dari hukum Sang Pencipta. Negeri yang menganut aqidah sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan). Wajar masyarakat ini menjadi masyarakat yang menjadikan akal harus tunduk kepada hawa nafsu. Aqidah sekularisme yang selalu mengedepankan aturan buatan manusia dan mengenyampingkan hukum yang berasal dari Sang Kholiq. Hukum Islam hanya dipakai untuk urusan ibadah saja, sementara hukum untuk mengurusi urusan umat adalah hukum buatan manusia. Wajar saja rakyat semakin rusak pola pikirnya. Orang mudah sekali menghilangkan nyawa seseorang. Tidak adanya hukum yang bisa memberi efek jera semakin memberi ruang untuk seseorang menyelesaikan masalah dengan kekerasan sampai bisa menghilangkan nyawa tanpa takut dengan dosa besar buah dari perbuatannya.

Di negeri ini seorang pembunuh di hukum tidak sesuai dengan apa yang telah ia perbuat. Seorang pembunuh hanya dihukum, dipenjara dalam waktu tertentu. Setelah keluar akan bisa bebas berbuat lagi. Sehingga tidak bisa menjamin orang itu untuk tidak mengulang lagi perbuatannya. Berbeda sekali jika penguasa negeri ini mau menerapkan hukum Islam. Masyarakat akan mudah diarahkan. Karena menerapkan hukum Islam sudah pasti aqidahnya adalah aqidah Islam. Syariat Islam menempatkan hukum perbuatan manusia hanya berdasarkan Alquran. Negara akan mudah menekan angka kasus kriminal yang terus menjamur di negeri ini. Negara sangat bertanggung jawab atas nyawa umatnya. Karena dalam Islam nyawai seorang muslim itu jauh lebih berharga dari dunia dan seisinya. Negara dalam sistem Islam sangat menjaga prilaku umatnya, pola pikir dan pola sikap yang tercipta dalam suasana yang Islami akan menjadikan umat negeri ini umat yang memiliki pemikiran cemerlang. Pemikiran yang bisa menggunakan akalnya untuk mampu berfikir dari mana manusia itu berasal, untuk apa manusia itu diciptakan ke dunia ini, dan akan kemana manusia setelah datang kematiannya.

Tapi sayang negeri ini mengadopsi hukum demokrasi kapitalis yang beraqidah sekularisme. Sehingga masyarakatnya dijamin kebebasan bertingkah laku dan berbuat. Sehiingga wajar penyakit masyarakat tidak bisa terkendali. Masyarakat negeri ini sudah sangat rusak. Apabila sistem kapitalis dengan aqidah sekularisme ini terus dipertahankan maka negeti ini diambang kehancuran. Karena kalau negeri yang umatnya rusak maka masa depan negeri itu akan hancur. Masa depan suatu negeri berada ditangan generasinya.

Kembalilah kepada hukum Allah, sehingga sejahteralah rakyat negeri ini. Masalah umat hanya akan bisa diatasi dengan ditegakkan nya sistem Islam dalam bingkai khilafah.

 Wallahu a’lam bisshowab


banner zoom