Normalisasi UEA dan Israel : Kado Pahit untuk Palestina

Oleh : Rifdatun Aliyah

Penamabda.com - Bulan ini, Uni Emirat Arab (UEA) resmi sepenuhnya menormalisasi hubungannya dengan Israel. Setelah perjanjian damai Mesir-Israel pada 1979, diikuti dengan perjanjian damai Yordania-Israel pada 1994, kini UEA menjadi negara ketiga yang menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Oman, Bahrain dan kemungkinan diikuti Maroko. 

Hubungan rahasia antara UEA dan Israel disebut telah berlangsung lama selama bertahun-tahun tetapi rincian dan waktu kesepakatan normalisasi ini dirahasiakan hingga menit terakhir (bbc.com/18/08/2020).

Inilah kado pahit UEA terhadap rakyat Palestina. Sebelumnya, UEA menyatakan dukungannya terhadap pembebasan dan kemerdekaan Palestina. Namun, pasca pengumuman resmi yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, rakyat Palestina menolak normalisasi dan aneksi. Sekitar 2 ribu warga Palestina ambil bagian dalam aksi demonstrasi di Turmus'ayya, desa di utara Tepi Barat yang terletak di antara Kota Ramallah dan Nablus.

Sungguh, Palestina butuh kemerdekaan untuk berlepas diri dari penjajahan Israel. Bukan diplomasi yang hanya akan merugikan rakyat Palestina. Palestina membutuhkan pembebas tanah suci agar para kafir Israel dapat terusir dari wilayah Palestina. 

Palestina butuh ukhuwah Islamiyah dari seluruh pemimpin muslim di dunia bukan nasionalisme yang membuat muslim menjadi tersekat-sekat. Palestina butuh Khilafah Islamiyah sebagai pelindung dan perisai atas setiap jiwa mereka. 

Sungguh, runtuhnya Khilafah Islamiyah menjadi awal dari penderitaan umat Islam di dunia khususnya Palestina. Kaum muslimin diperdaya dengan sistem sekuler yang membuat mereka tidak lagi menjadi umat terbaik. Akankah ini dapat berakhir? 

Bukankah Rasulullah SAW telah bersabda, "Janganlah kamu sekalian saling mendengki, saling menipu, saling memarahi dan saling membenci. Muslim yang satu adalah bersaudara dengan Muslim yang lain. Oleh karena itu, ia tidak boleh menganiaya, membiarkan, dan menghinanya. Takwa itu ada di sini [Rasul menunjuk dadanya tiga kali]. Seseorang itu cukup dianggap jahat bila ia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim yang satu terhadap Muslim yang lain itu haram mengganggu darahnya, hartanya, dan kehormatannya.'' (HR Muslim).

Sudah saatnya kaum muslimin bangkit dengan Islam. Menerapkan seluruh syariat Islam didalam kehidupan. Mengokohkan ukhuwah islamiyah serta menegakkan institusi penerap syariat yakni Khilafah Islamiyah. Tanpa Khilafah, kaum muslimin akan tetap tercerai berai. Kaum muslimin hanya akan menjadi seperti buih di lautan. Memiliki jumlah yang banyak namun tak memiliki andil dalam upaya menghilangkan kezaliman yang menimpa muslim yang lain. 

Maka benarlah sabda Rasulullah SAW, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).
banner zoom