Film Dokumenter JKDN : Khilafah di Nusantara Bukanlah Mitos

Oleh: Albayyinah Putri, ST
(Alumni Politeknik Negeri Jakarta) 

Penamabda.com - Kamis, 22 Agustus 2020 tepat 1 Muharam 1442 H menjadi hari dimana penayangan perdana film dokumenter tentang Jejak Khilafah di Nusantara ditayangkan secara online. 

Lebih dari 200.000 orang yang mendaftarkan diri untuk menonton film tersebut secara online dan pada beberapa wilayah pun penayangan dilakukan untuk di tonton bersama atau nobar, sehingga bisa dikatakan jutaan pasang mata menyaksikan film ini. 

Ternyata Nusantara yang disebutkan di dalam film bukan sekedar Indonesia, Nusantara disini mencakup tanah Melayu yang meliputi Indonesia, Malaysa, Filipina dan lain sebagainya. Penjelasan singkat namun begitu gamblang mengenai bagaimana penyebaran Islam bisa sampai ke tanah Nusantara, ternyata tidak luput dari campur tangan masa ke-Khalifahan Ummayah, Abasiyyah sampai dengan Turki Ustmaniyah. 

Selama ini yang kita ketahui dalam pelajaran sejarah di sekolah, penyebaran agama Islam hanyalah sekedar penyebaran agama yang dilakukan oleh para pedangan Muslim yang transit atau melewati tanah Indonesia. Namun ternyata, pedangang ini bukanlah sekedar pedagang biasa, karena penyebaran Islam yang dilakukan memang langsung diutus oleh seorang Khalifah dari Daulah saat itu. 

Terlepas pro dan kontra yang muncul sebelum penayangannya, film ini memang bertujuan untuk membuka kembali sejarah yang telah dikaburkan dengan cara yang berbeda, yaitu menggunakan audio visual. 

Di era milennialls saat ini, audio visual adalah cara yang tepat untuk menarik perhatian masyarakat terutama kaula muda, yang kita ketahui kaula muda saat ini sangat minim dengan informasi sejarah Islam. Selain itu, menurut Nicko Pandawa selaku sutradara dari film ini mengatakan bahwa apa yang disuguhkan pada film ini mampu dipertanggung jawabkan karena semuanya sudah melalui riset yang panjang, didukung dengan data primer maupun sekunder ditambah juga dengan data lapangannya.

Setelah menonton JKDN maka kita ketahui bersama, masih begitu banyak sejarah yang tidak kita ketahui tentang Islam, bagaimana usaha pengkaburan serta penghitaman sejarah dengan mencampurkan yang haq dan yang bathil, sehingga menghalangi umat Islam untuk taat sepenuhnya kepada hukum Allah SWT. 

Dikutip dari Republika.co.id, pemerhati sejarah asal Solo Dr. Kasori Mujahid mengatakan bahwa, pada abad yang lebih muda, ada surat yang  merekam ucapan selamat Pakubuwono X saat Sultan Abdul Hamid II selamat dari upaya pembunuhan dan kudeta. Menurut Kasori, surat tersebut ada pada arsip Turki Utsmani. Isinya menjelaskan ucapan selamat Sultan Surakarta Abdurrachman (gelar PB X). Dia pun menunjukkan isi korespondensi tersebut.

Semakin banyak bukti yang bermunculan semakin menguatkan bahwa datangnya Islam ke Nusantara memang erat hubungannya dengan masa kekhalifahan. Sehingga kita bisa mengetahui bagaimana ulama terdahulu memperjuangkan wilayah-wilayah Indonesia dengan metode yang diwariskan oleh Rasulullah SAW. Hal ini menunjukan, bahwa adanya hubungan antara Daulah Islam terdahulu dengan Nusantara bukanlah sekedar dongeng apalagi mitos belaka, karena semua sudah terbukti dengan beberapa peninggalan serta saksi-saksi sejarah masa kekhalifahan saat itu.

Khilafah sudah bukan lagi menjadi hal yang tabu, karena sudah dibicarakan dimana-mana, ditambah penayangan film JKDN juga menjadi alasan semakin dikenalnya istilah Khilafah ditengah-tengah umat. Sudah saatnya seluruh umat Muslim sadar tentang betapa pentingnya Khilafah ditengah-tengah umat, disamping hukumnya wajib dalam menegakannya, Khilafah adalah perisai yang bisa melindungi seluruh umat manusia dari kedzoliman.
banner zoom