Bekal mendidik ananda

Oleh : Noneng Sumarni

Penamabda.com - Banyak diantara orangtua yang menginginkan anaknya menjadi anak sholeh. Tapi kemudian tidak terbayang langkah2 yang harus dilakukan. Berikut adalah ilmu yang harus dipahami orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

Workshop menyiapkan anak tangguh session 2 yang dilaksanakan ahad, 28 juni kemarin menjawab kegundahan para orangtua khusunya ibu yang fungsinya sebagai madrasah pertama dan utama. Sesi  pertama disampaikan oleh ustadzah Rachma ummu  abyan  terkait dengan konsep, metode, uslub dan sarana pendidikan. Konsep dan metode merupakan 2 hal terpenting dalam pendidikan. Salah dalam memilih konsep dan metode maka tujuan pendidikan yang sesungguhnya tidak akan tercapai. Uslub dan sarana juga tidak kalah pentingnya, karena tanpanya konsep dan metode tidak akan terlaksana dengan baik. 

Konsep pendidikan seorang muslim tentu harus berlandaskan akidah Islam bukan sekuler seperti yang saat ini diterapkan. Konsep pendidikan Islam akan melahirkan generasi yang paham akan tujuan hidupnya, intelek dan berkarakter. Sementara pendidikan sekuler yang notabene memisahkan agama dari kehidupan tidak mampu melahirkan generasi yang berkarakter, yang berkepribadian Islam. Betapa banyak anak2 yang cerdas tapi terjerumus pada narkoba, free sex, dll. Betapa banyak anak2 yang cerdas tapi jauh dari tuhanNya.  

Metode pengajaran  dalam islam adalah talqiyan fikriyan bukan hanya sekedar transfer ilmu. Sehingga generasi yang dilahirkan adalah generasi pemikir bukan generasi penghapal. Dengan mengaktifkan akalnya maka anak didorong untuk mampu menyelesaikan berbagai permasalahan.  Berbeda dengan menghapal, mereka hanya mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang dihapalkan. 

Sesi 2 disampaikan oleh ustadzah istiqomah ummu syadad terkait dengan kurikulum sekolah anak tangguh. Disini disampaikan secara runut terkait dengan kurikulum itu apa, rancangan pendidikan islam seperti apa,   mata pelajarannya apa saja, tema apa saja yang diberikan, sampai cara membuat silabus. Saya pikir ini lebih dari cukup buat bekal para ibu untuk mendidik anak-anaknya sesuai dengan pendidikan Islam. 

Sesi ketiga disampaikan oleh ustadzah netty ummu azka tentang talqiyan fikriyan yang sudah disinggung disesi pertama. Tapi disesi ini dibahas lebih dalam lagi, klo ditulis akan sangat panjang sekali. Inti dari talqqiyan fikriyan ini adalah metode pengajaran yang mengoptimalkan proses berpikir sehingga anak2 memahami dan meyakini dengan pasti tentang materi yang disampaikan. Selain itu diamalkan. Materi2 yang disampaikan adalah materi2 yang benar2 dibutuhkan oleh anak2. Sehingga apa yang disampaikan ini bisa menjawab permasalahan kehidupan yang mereka temui.

Lanjut sesi terakhir yang disampaikan oleh ustadzah Ephy ummu TrioAz tentang mengembangkan bahasa ahsan generasi penghafal Alquran. Maa syaa Allah bahasan tentang bahasa ini sangat dalam sekali. Dari mulai definisi, makna lafadz, dalil tentang bahasa, makna bahasa ahsan, pendidikan bahasa, keahlian anak dalam bahasa, yang mendorong anak berbahasa ahsan, bahasa alquran, dan adab bahasa. Bagaimana bahasa menjadi ladang pahala. Maasyaa Allah. 

Inilah materi yang harus dipahami dan diamalkan oleh para ibu dalam mendidik anak-anaknya sehingga lahir generasi yang memiliki kepribadian Islam yang mampu menjawab tantangan zaman sesuai dengan akidah Islam.


banner zoom