Ada Yang Beda (Part 3)

Oleh : Nur Kasih, S. Ag

Penamabda.com - "Astaghfirullah Agya sayang, ni bulan ramadan lho, bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan, bahkan amalan wajib dilipatgandakan, pahala amalan sunah setara dengan amalan wajib." sahut Mufida dengan sabar.
.
Meski ucapan Mufida terdengar samar-samar di telinga Agya. Karena ia mulai beranjak pergi. Semoga saja masih tersimpan di memori terdalamnya.
*****
"Wuih, ternyata gerakanku di aplikasi tik tok oke juga ya, selaras dengan musiknya, lumayan, ngilangin rasa penat dan lapar saat puasa." Guman Agya sambil gerakkan tubuhnya mengikuti irama tik tok yang ada di aplikasi gawainya. 

"Sudah berapa tik tokan yang kubuat dan kuunggah di medsosku ya, kira-kira berapa yang ngelike dan komen?" Tanya Agya dalam hati sambil mengecek di smartphonenya.
.
Meski kondisinya lapar karena puasa ramadan, ia menghabiskan waktunya hanya untuk menghibur diri melalui Tik tok an. Aktivitas tadarus sama sekali tidak ia lakukan sebagaimana ramadan kemarin bersama sohibnya. Kali ini ada yang beda sebab sudah terbiasa aktivitas apapun di rumah,  hingga ia ketagihan untuk bermain Tik tok. Bahkan keterusan sampai di bulan ramadan ini. Ditambah lagi, meskipun orang tuanya melakukan aktivitas di rumah untuk bisnisnya tapi mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing.
*****
Berbeda jauh dengan kondisi di rumah Mufida. Ia dan bundanya menghabiskan waktu berdua di rumah. Mengikuti kajian online, membaca buku, tadarusan dan mencoba resep-resep kuliner yang mudah dipraktekkan. Ibu dan anak tersebut semakin erat dengan banyak aktifitas yang di lakukan di rumah. 
.
"Bun, kira-kira kalau resep ini kita coba gimana?" Tanya Mufida pada bundanya sambil menunjukkan resep yang tertera di gawainya.
 " Boleh, asalkan bahan-bahan yang diperlukan mudah didapat dan anggarannya ada nak," jawab bunda Mufida lembut penuh kesabaran.
"Siap bundaku sayang," balas Mufida sambil memeluk erat bundanya.
.
"O ya nak, tadarusmu sudah sampai juz berapa, ini kan sudah puasa ramadan ke 15?" Tanya bundanya ke Mufida.
"Alhamdulillah bun, sudah juz 15, dan sudah 2 lembar di juz 16." Jawab Mufida sambil ngelendot manja di dekat bundanya. "Alhamdulillah, siip dech anak bunda nich, semoga istiqomah ya nak," balas bundanya sambil memencet manja hidung putri semata wayangnya. "Jangan lupa selalu doakan ayahmu di alam sana ya, agar senantiasa berada di tempat terindah di sisiNya, " lanjut bunda Mufida.
 " Iya bunda, so pasti." jawab Mufida sumringah.
*****
"Budhe, minta tolong ambilkan majalah Ayesha yang di atas meja ruang tamu ya." Pinta Ayesha dari depan tv di ruang keluarga pada asisten rumah tangganya yang sudah merawat Ayesha sejak bayi, baginya wanita paruh baya yang dipanggil budhe, sudah seperti ibunya saja. Ketika orang tuanya sedang bekerja.
" Iya non," jawab budhe sambil lari- lari kecil dari dapur, sebab ia sedang beberes di dapur. Meski raut wajahnya sudah tampak guratan kasar di wajahnya namun masih nampak wajah sabar dan teduh menghiasi raut mukanya. Maka wajar jika Ayesha merasa nyaman curhat pada budhe saat orangtuanya sedang tidak ada di rumah.
*****

bersambung...
banner zoom