Ada Yang Beda (Part 4)

Oleh : Nur Kasih, S. Ag

Penamabda.com - Dari ruang keluarga, mama papa Ayesha sedang menyaksikan kajian keislaman di chanel tv swasta. Mereka saling berpandangan dan tersenyum melihat ulah Ayesha. Ayesha akan memaksa jika keinginannya tidak terpenuhi. Pun dalam membantu budhe saat tampak sedikit kerepotan dalam mengerjakan tugasnya. Termasuk permintaan apapun pada kedua orangtuanya.
.
"Pah, Ayesha sudah mulai tumbuh menjadi gadis remaja ya, rasanya baru kemaren mama menimang dan menggantikan popoknya," ujar Mama Ayesha pada papa Ayesha yang duduk si sebelahnya. " Iya ya mah," jawab papa Ayesha sambil tersenyum.

"Dek, mana handphone kakak ya?" Tanya Agya pada adiknya. "Adik tak tahu kak, kan kakak biasa taruh di kamar." jawab adik Agya.
" Bibi, lihat handphone saya, di mana sih!" ucap Agya ketus sambil ngomel-ngomel.
"Maaf neng Agya, bibi ndak tahu," jawab bibi bingung.
"Lha ini dia, ada di bawah meja makan," sahut adik perempuan Agya setengah teriak kegirangan.
" Hore...!" Balas Agya senang sambil melompat dari kursi ruang keluarga.
"Eh iya, tadi kan kakak makan sahur langsung pergi tinggalkan meja makan ya, mungkin tanpa sengaja kesenggol dan terjatuh, untung tidak rusah, syukur di bawahnya ada karpet, kakak lupa dech," ucap Agya sambil nyengir. 
.
Ia sudah terlanjur marah-marah dan ngomel tidak jelas. Membuat heboh seantero rumah. Semenjak kondisi pandemi virus sicoro, kedua orangtua Agya sering di rumah, meski waktunya habis di ruang kerja mereka. Dan kebersamaan untuk kedua putrinya masih juga tidak banyak.
.
Terkadang Agya sebagai putri sulung protes pada maminya, sebab meskipun ada yang beda dengan ramadan tahun kemaren karena pandemi yang mengharuskan tetap di rumah dan kerja dari rumah tapi orangtuanya tetap saja sibuk dengan bisnisnya. Bahkan sesekali muncul pemberontakan dari Agya pada orangtuanya. Misal, ia dan adiknya bersitegang dan bertengkar memperebutkan sesuatu yang tidak terlalu penting.Sambil kejar-kejaran di dalam rumah. Dan membuat berantakan isi rumah. Contoh, kursi santai yang ada di teras rumah. Padahal ada yang lainnya di taman belakang rumah. Dan masih banyak hal lain yang membuat rusuh seisi rumah. Hingga bibi ikut risau menghadapi tingkah anak majikannya.
.
Sejatinya Agya dan adiknya merasa jenuh dengan kondisi yang mengharuskan tetap di rumah, sekolah libur dan kegiatan belajar lewat on line atau daring. Yang biasanya mereka aktif di luar rumah saat kondisi normal. Termasuk les privatnya Agya dan adiknya jadi berhenti. Membuat kewalahan mereka dalam mengerjakan tugas-tugas dari sekolahnya masing-masing. Dan orangtuanya masih juga tetap sibuk dengan bisnisnya. Akhirnya bibi sang asisten rumah tangga jadi tempat bertanya untuk mengerjakan tugas-tugas mereka. Padahal bibinya juga tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
.
Suasana setelah berbuka di rumah Agya pun sepi, sebab setelah anggota rumah tersebut selesai berbuka, masuk ke kamar masing-masing dan beraktivitas masing-masing juga. Yang nampak sibuk hanya bibi untuk membereskan meja makan dan yang lainnya. Serta lanjut sholat isya dan tarawih di kamar bibi. Makin menambah senyap suasana rumah besar tersebut.
*****

bersambung...
banner zoom