KHILAFAH ADALAH KEBUTUHAN

Oleh: Aya Ummu Najwa

Penamabda.com - Semakin hari, pembicaraan tentang Khilafah semakin meluas dan menggema. Bisa dikatakan, siapa orang sekarang yang tak mengenal ide ini? Terlepas dia setuju atau tidak, tetapi kata Khilafah telah menjadi perbincangan yang luar biasa menarik.

Khilafah adalah ajaran Islam sebagaimana ajaran-ajaran yang lain. Hanya saja khilafah adalah mahkota bagi kemuliaan umat Islam dan peradabannya. Khilafah adalah satu-satunya jalan kebangkitan dan tegaknya Islam secara sempurna. Khilafahlah satu-satunya institusi Islam yang mampu melawan hegemoni ideologi kufur di seluruh dunia. 

Khilafah adalah sistem pemerintahan dalam Islam, yang pernah dipraktikkan oleh Rasulullah dan diikuti oleh para sahabatnya. Khilafah adalah sejarah kegemilangan Islam. Selama kurang lebih 14 abad Khilafah memimpin dunia, selama itulah kesejahteraan dan kemakmuran melingkupi dunia, baik dunia Islam maupun non Islam.

Khilafah adalah sistem yang datang dari pencipta, yang membawa dan menerapkan hukum-hukumNya di setiap aspek kehidupan manusia. Maka sangat wajar Khilafah mampu mengayomi seluruh manusia, dari Timur hingga Barat, tak memandang warna kulit maupun bahasa, bangsa maupun agama. Karena Khilafah adalah pelaksana Islam maka cahayanya dapat menyinari ke seluruh penjuru alam, menembus sekat-sekat teritorial, batas-batas perbedaan. 

Khilafah adalah pelindung kaum Muslim dari musuh-musuhnya. Ketika umat Islam didzalimi dan ditindas, Khilafah adalah perisai. Ketika umat Islam terpecah belah karena nasionalisme, Khilafah adalah pemersatu. Ketika umat Islam menjauh dari ajaran agamanya, Khilafah adalah jalan untuk kembali taat. Ketika umat tercerai karena perbedaan, Khilafah adalah tentang ukhuwah.

Dengan Khilafah, kaum Muslim di seluruh dunia akan merasakan bahwa mereka sejatinya bagaikan satu tubuh, begitu kuatnya ukhuwah umat hingga mereka bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh saudaranya, mereka berkasih sayang, tak ada perbedaan karena mereka diikat oleh aqidah. Sedang Khilafah itu sendiri adalah penjaga aqidah umat. 

Akan tetapi ketika Khilafah tiada, terjadilah perpecahan yang mengiris tubuh kaum Muslim. Menyayat tubuhnya hingga kepingan-kepingan, memotong-motong hingga hancur. Memisahkan mereka dengan batas nasionalisme, meracuni mereka dengan sekulerisme, membunuh mereka dengan demokrasi, mencabik-cabik mereka dengan kapitalisme. 

Benarlah sabda Rasulullah, Dari Abu Umamah al-Bahili Radhiallahu 'anhu berkata

«لَتُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً، فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا، فَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ، وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ»

“Ikatan-ikatan Islam akan terburai satu per satu, setiap kali satu ikatan terburai orang-orang bergantungan pada ikatan selanjutnya. Yang pertama kali terburai adalah al-hukm (kekuasaan/pemerintahan) dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad, Ibn Hibban, al-Hakim). 

Dan inilah yang terjadi sekarang, umat Islam seakan tak mengenal agamanya, begitu kuatnya racun sekulerisme menggerogoti aqidah umat, hingga umat hanya menganggap Islam hanya tentang sholat dan ibadah ritual semata. Ketika berhadapan dengan hukum negara maka umat begitu benci dan malas. Mereka seakan lupa bahwa mereka pernah berjaya dengan Khilafah.

Khilafah adalah kebutuhan, ketika umat didzalimi, dijajah, dibantai, dibunuhi, umat butuh Khilafah. Ketika umat kelaparan karena ganasnya kapitalisme, umat butuh Khilafah, ketika simbol-simbol Islam dilecehkan, umat butuh Khilafah. Ketika generasi Islam rusak karena leberalisasi, umat butuh Khilafah. Khilafah adalah solusi maka jangan dibenci. Khilafah adalah keniscayaan maka sambutlah. Khilafah adalah kabar gembira maka songsonglah. Sambutlah Khilafah karena kita membutuhkannya.

Wallahu a'lam.
banner zoom