Remaja Santuy bin Letoy Imbas dari Sistem yang Abai

Oleh : Sri Indrianti (Pemerhati Sosial dan Generasi)

"Maka apabila telah tiba ajal mereka, mereka tidak dapat meminta ditunda, meskipun sesaat dan tidak pula dapat meminta diajukan." 
(QS An-Nahl : 49)

Bagaimana perasaan Sobat Muslimah begitu membaca ayat di atas ? Yupz, merinding pastinya. Bagaimana tidak merinding, ayat ini seperti menampar keras manusia bahwa hidup manusia itu sudah ditetapkan Sang Khaliq. 

Memang benar sobat,  hidup kita di dunia itu sudah ada jatah masing-masing. Sudah tertulis di lauhul mahfuz. Tak ada yang bisa memajukan atau memundurkan walau sedikitpun. 

Bukankah sering kita dapati orang-orang yang  ada di sekitar kita meninggal mendadak padahal sebelumnya sehat. Ada yang masih bayi baru beberapa hari lahir sudah meninggal. Namun adapula yang berusia ratusan tahun masih sehat fisiknya. Masya allah. Berarti terbukti jika ajal itu sudah menjadi ketetapan Allah. 

Sayangnya, masih banyak di kalangan remaja yang begitu santuy menjalani kehidupan. Yah,  santuy dan bersenang-senang. Mereka menganggap "Ngapain repot memikirkan yang lain, mumpung masih muda nikmati aja dengan bersenang-senang". 

Tak sedikit kalangan remaja yang berkubang dalam kehidupan hedonis penuh kemaksiatan. Perilaku hidup bebas sudah menjadi hal yang jamak ditemui. Menurut mereka begitulah cara untuk menikmati masa muda. Kenikmatan  sesaat yang melenakan dan menyesatkan tentunya. 

Selain itu, remaja identik dengan remaja yang cuek. Tak ada peduli dengan lingkungan sekitar. Saking santuynya tentu saja. 

Mereka pikir karena masih muda maka masih banyak kesempatan yang mereka miliki untuk hidup di dunia. Yakin bener ? Salah besar ternyata. Karena ajal manusia tidak berbanding lurus dengan usia. 

Sering pula ajal menjemput manusia  dalam kondisi tengah melakukan kemaksiatan. Ada yang sedang berzina, tengah tekun mengacak kartu untuk judi, bahkan pada malam tahun baru tak jauh dari rumah ada yang meninggal dalam keadaan mabuk. Naudzubillah. Memang ajal sudah ditetapkan tapi tentu kita semua pengen ketika ajal datang dalam keadaan melakukan kebaikan. Aamiin. 

Untuk itulah sobat mumpung kita masih diberi kesempatan hidup di dunia, kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melakukan kebaikan. Bukankah yang kita pinta itu bukan panjang usia melainkan usia yang barokah. Usia yang memberikan manfaat untuk umat. 

Menjadi remaja santuy boleh-boleh saja kok. Asalkan ditempatkan pada saat yang tepat. Yah misalkan santuy saja jadi jomblo ngenes #eh, santuy lah di saat yang lain heboh sama para oppa, atau santuy bin cuek memakai baju yang menutup aurat, dan lain-lain. 

Nah, santuy yang kayak begitu baru boleh dilakukan sobat. Jangan sampai gelar santuy yang disandang itu menjadi label buruk. Bahkan saking santuynya mengarah ke letoy? buang jauh-jauh lah gelar itu. Santuy nya sobat muslimah adalah santuy yang bermartabat. 

Untuk memudahkan sobat muslimah mendapat gelar remaja santuy bermartabat bisa dilakukan beberapa hal berikut : 

Pertama, Sobat muslimah mencari teman-teman sholihah yang bisa memberikan nasihat ketika ada kesalahan yang diperbuat. Karena sahabat yang baik itu bukan sahabat yang senantiasa membenarkan perbuatan kita sekalipun salah. Melainkan sahabat yang senantiasa memberikan nasihat ketika kita melakukan kesalahan. 

Kedua, Rajin mendatangi kajian islam sehingga tsaqofah islam bertambah. Bukankah menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. Pun dengan ilmu bermanfaat pula yang membuat pahala terus mengalir walaupun sang pemilik ilmu sudah meninggal.

Ketiga, Berusaha mendekati teman-teman yang masih betah mendapat gelar santuy letoy  badai. Semoga dengan keikhlasan dan ketelatenan bisa mengubah gelarnya menjadi remaja santuy bermartabat. 

Kelak, para sobat muslimahlah yang akan meneruskan estafet perjuangan ini. Warisi semangat juang para muslimah semasa kegemilangan Islam. Sebagaimana Sumayyah, ibunda Ammar bin Yassir yang bagai sekokoh karang memegang kuat keimanannya walaupun bertaruh dengan nyawa. Syahidah pertama dengan surga menjemput di hadapan. Masya allah. Pun juga Nusaibah binti Kaab yang senantiasa berkontribusi dalam berbagai peperangan bersama Rasulullah demi kemenangan Islam. Beliau terkenal dengan julukan Perisai Rasulullah. 

Itu hanyalah segelintir muslimah pejuang dalam masa kegemilangan Islam. Karena masih banyak muslimah yang memiliki jiwa pejuang ketika umat berada di bawah naungan Islam. Banyaknya remaja santuy bin letoy saat ini memang salah satu imbas dari sistem yang mengabaikan Islam. Yuk, mulai detik ini  berlomba-lomba untuk memohon ampun kepada Allah atas berbagai kelalaian dan berlomba untuk melakukan kebaikan supaya tertempa jiwa pejuang dalam diri. Pejuang yang turut serta mengembalikan Kegemilangan Islam di bawah naungan Khilafah Islam.

"Bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhan kalian dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."
(QS Ali Imran [3]: 133)
banner zoom